System kerja badan intelejens sebuah negara adalah mencari informasi, dan dari informasi yang didapatkannya itu kemudian di analisis untuk menemukan kemungkinan2 yang bisa digunakan mendukung politik negara ybs. Jadi semua badan rahasia pasti mencari informasi dari pihak lawannya. Tentunya kegiatan intelejens ini selalu membutuhkan dana yang besar, makin besar dananya makin hebat kinerja badan rahasia ini. Oleh karena itu semua negara2 besar memiliki badan intelejens yang sangat rumit, complicated sesuai dengan kebutuhan yang majemuk dari negara ybs.
Jadi kalo kita mengkaji permasalahan di Timur Tengah, maka fokus permasalahannya terletak pada "tuntutan Palestina untuk meminta pengakuan UN". Kalo tuntutan ini dikaitkan dengan kepentingan Israel, maka jelas bahwa tuntutan ini harus selalu digagalkan sekarang atau dimasa depan karena Palestina selain menolak mengakui Israel sebagai negara Yahudi, juga Palestina selalu menjadi ancaman keamanan bagi Israel sehingga tidak perlu kita bahasa secara mendalam masalahnya tapi cukup kita yakini bahwa "Palestina Tidak Boleh Berdiri" dari kacamata Israel. Lalu bagaimana caranya agar Israel bisa membatalkan berdirinya Palestina kalo negara2 yang mendukung sangat banyak. Oleh karena itu Israel harus punya informasi negara mana yang paling kuat dukungannya terhadap Palestina ini. Ternyata cuma satu negara tsb, yaitu : Amerika. Kalo Israel berhasil memutuskan mata rantai bantuan Amerika ke Palestina, maka semuanya bisa dibereskan tanpa banyak ribut2. Ternyata Amerika memang pemberi dana bantuan kehidupan negara Palestina ini, jadi kalo saja Amerika bisa menghentikan semua bantuannya ke Palestina, maka bantuan negara2 lain seperti Eropah dan Arab tidaklah susah untuk memutuskan rantainya. Kerja badan rahasia dimanapun harus efficient yaitu dengan biaya se-kecil2nya harus mendapatkan manfaat yang se-besar2nya. Untuk tujuan ini, maka badan rahasia Israel cukup mencari hal2 yang mungkin bisa mendorong senat Amerika menghentikan bantuannya kepada Palestina. Antara lain adalah tragedy 911, demo anti-Amerika sehingga merusakkan kedubes Amerika oleh umat Islam dan negara2 Islam. Jadi untuk tujuan inilah, badan rahasia Israel harus menyusupkan agen2nya ke partai2 Islam fanatik dari negara2 Islam, atau membangun partai2 Islam baru yang sangat fanatik anti-barat dan juga anti-Israel. Jadi atas dasar pemahaman ini, banyak muslimin maupun negara2 Islam menuduh Mossad berada dibelakang peristiwa 911. Tapi tuduhan itu PASTI tidak benar karena hal2 seperti itu bisa diselidiki dan dibongkar pelaku2nya. Jadi biro intelejens cukup menyusupi organisasi2 ekstremist bukan untuk mendorong melakukan sesuatu, tetapi hanya mendorong untuk melakukan hal2 yang direncanakan menjadi lebih ekstreem. Hubungan Palestina dan Amerika memburuk disebabkan munculnya Hamas, pelanggaran perjanjian oleh Abbas, dan lain sebagainya dimana semua ini bisa terjadi bukan karena kebetulan tapi karena adanya penyusupan mata2 kedalam organisasi PLO itu sendiri yang memberi nasihat kepada Abbas agar begini dan begitu yang sifatnya selalu ekstreem yang dijamin tidak disukai oleh Amerika. Setelah peristiwa 911, masyarakat Amerika melalui senator2nya makin negatif pandangannya terhadap Palestina setelah munculnya foto dansa dansi rakyat Palestina di jalan2 merayakan dan mensyukuri malapetaka 911 sebagai kemenangan Islam. Kemungkinan, dansa dansi inipun direkayasa oleh agen2 Israel yang mengumpulkan masyarakat Palestina untuk disuruh dansa dansi dijalanan sambil diberi makanan dan minuman, dan oleh agen2 Israel kejadian ini difoto demikian bagusnya, di-film kan untuk kemudian gambar2nya disebar disemua media dunia. Mengobarkan perang atau pemberontakan di Timur Tengah berupa Arab Spring atau demo2 anti Amerika bukan lagi hal yang susah. Jadi cuma dicari pencetusnya saja, yang dalam kasus ini adalah filem "innocense of muslims" yang dalam hal inipun tidak perlu direkayasa oleh Israel karena makan biaya yang tidak perlu. Filem atau gambar2 pencetusnya tinggal dicari saja di google atau yahoo, kemudian disebarkan kemedia Arab, Timur Tengah atau negara2 Islam sambil mengeluarkan sedikit biaya makan minum mengundang para fundamentalist untuk melakukan demo prostest terhadap penghinaan agama Islam. Padahal, filem itu dibuatnya dan beredarnya sangatlah terbatas cuma di Amerika saja, jadi bagaimana mungkin para pendemo itu pernah menonton filem2 itu ??? Jelasnya kemarahan masyarakat yang berdemo itu karena dicekoki filem2 ini se-olah2 beredarnya dinegara mereka, bahkan bukan tidak mungkin memang filem2 itu sengaja diselundupkan ke negara2 ybs. Amerika Serikat sendiri sedang ditekan rakyatnya untuk menghentikan semua bantuan kepada negara Palestina. Untuk tujuan itu, Amerika merasa berkepentingan juga mengobarkan demo2 anti-Amerika di negara2 yang dianggapnya sebagai atau bisa mendukung gerakan Palestina ini. Demikianlah, dengan alasan demo2 anti-Amerika inilah semua kedubes Amerika dinegara ybs ditutup untuk lama waktu yang tidak terbatas. Hal ini fatal bagi negara ybs, karena semua urusan eksport import terganggu dan juga investor banyak yang cabut yang menyebabkan negara ybs makin terjerumus kedalam krisis ekonomi yang tidak berketentuan. Hasil kesemuanya ini adalah, Arab Spring, Demo2 anti-Amerika, perang Syria dimana akibat tersulutnya kekacauan ini bisa mengalihkan fokus berita2 dunia bukan lagi ke Palestina tapi ke Arab Saudia, Iran, Syria, ancaman serangan Israel ke Iran, dlsb dimana kesemuanya ini menghentikan bantuan dari negara2 Arab ke Palestina ditambah lagi perpecahan didalam Palestina sendiri sehingga tidak ada apapun yang bisa diperbuatnya untuk merealisasikan mimpi mereka menjadi anggauta UN. Sekarang meskipun semuanya berhasil menghentikan bantuan yang masuk ke Palestina, tapi bantuan UN dan Amerika ke Palestina masih berlangsung meskipun jumlahnya bisa diturunkan sangat rendah. Bersamaan dengan semua kejadian ini, Israel sendiri berusaha mengambil alih semua bantuan yang masuk ke Palestina cuma dari Israel sehingga ketergantungan makin mutlak. Palestina dibawah Abbas yang tidak punya dana sekarang ini, betul2 hidupnya senin kemis. Sementara ancaman Amerika untuk menghentikan semua bantuannya pun makin nyaring bunyinya. Dilain pihak bagi Israel yang penting bagaimana waktu seperti ini bisa diperpanjang, maksudnya demo2 anti-Amerika bisa makin meluas dan berlangsung selama mungkin. Semua kejadian ini bukan cuma membawa kesialan bagi Abbas saja, tapi juga bagi persatuan Palestina itu sendiri yang makin ter-pecah2 bahkan beberapa kelompok PLO berusaha menjatuhkan Abbas yang dianggapnya tidak becus. Jadi bukan cuma Hamas-Abbas yang saling menjegal tapi pendukung Abbas sendiri sekarang berusaha menjegal usaha2 apapun yang dilakukan Abbas. Dengan kondisi seperti ini maka harapan berdirinya negara Palestina sudah boleh dikatakan "zero". Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
