Uda, jangan disamakan buruh eropa yg punya skill tinggi dengan buruh di indonesia. Saya menikah dengan kelas proletar Russia, di russia kelas proletar-pun lulus tertiary school dan berpendidikan tinggi,
Di indonesia kondisinya jauh mengenaskan --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote: > > > > Coba anda perhatikan penggunaan kembali kata buruh yang adalah kata yang > dalam sejarah Indonesia mengandung unsur perjuangan kelas yang diwarisi dari > zaman kolonial.. > > Oleh rezim Orde Baru kata buruh ini diganti dengan karyawan (ingat SOKSI yang > menyaingi dan kemdudian menenggelamkan SOBSI..) > > Kalau anda masih bisa menemukan tulisan (mendiang) sahabat saya Jacques > Leclerc di majalah "Prisma" tahun tujuhuluhah abad yang lalu diperpustakaan > (atau di internet?) anda akan maklum apa artinya kembalinya penggunaan kata > buruh ini: perjuangan kelas. > > Saya sekarang melihat pertanda bahwa Indonesia akan lebih cepat menjadi > negeri demokratik dan menjadi sosialis seperti negeri-negeri Skandinavia > (atau Belanda dan negeri demokratik lain yang melaksanakan welfare state). > > Ah, kalau ada orang yang mengambil inisiatif untuk mendirikan partai buruh > yang bebas dari serdadu dan bebas dari facisme nasionalis maka saya akan > senang... > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
