Penyakit-penyakit Yang Timbul Karena Memendam Emosi

Top of Form
Memendam emosi atau perasaan tidak hanya berdampak pada gangguan psikis
tetapi juga dapat berdampak langsung pada gangguan kesehatan tubuh. Ada
beberapa penyakit yang terjadi jika Anda sering memendam emosi.

"Emosi dan perasaan trauma yang tidak ditangani dengan baik, lama-lama dapat
menumpuk pada bagian tubuh dan berpotensi menimbulkan penyakit. Ini karena
orang yang emosinya kacau otomatis imun tubuhnya turun, napas berantakan,
suhu tubuh naik, depresi atau terlihat lebih tua, juga emosi negatifnya
lama-lama menumpuk di bagian-bagian tubuh lain," ujar Irma Rahayu, Soul
Healer dari Emotional Healing Indonesia (EHI) dalam acara Emotional Healing
Group Therapy di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, Kamis (8/12/2011).

Berikut beberapa penyakit yang berhubungan dengan emosi, yaitu:

1. Alergi, karena penyangkalan akan kekuatan dan kemampuan diri.

2. Radang sendi, karena perasaan tidak dicintai, ditolak dan perasaan
dikorbankan.

3. Demam, karena perasaan marah yang tidak mampu diekpresikan.

4. Ginjal, karena kekecewaan, perasaan gagal, rasa malu yang ditekan.

5. Maag, karena takut, cemas, perasaan tidak puas pada diri sendiri.

6. Penyakit paru-paru, karena putus asa, kelelahan emosional, luka batin.

7. Sakit punggung, karena ketakutan akan uang, merasa terbebani.

8. Sakit pinggang, karena rasa tidak dicintai, butuh kasih sayang.

9. Jantung, karena rasa kesepian, merasa tidak berharga, takut gagal dan
marah.

10. Kanker, karena kebencian terpendam atau makan hati yang menahun.

11. Diabetes, karena keras kepala, tidak mau disalahkan.

12. Glaukoma, karena tekanan dari masa lalu dan tidak mampu memaafkan.

13. Jerawat, karena tidak menerima diri sendiri, tidak suka pada diri
sendiri.

14. Pegal-pegal, karena ingin dicintai dan disayangi, butuh dipeluk dan
kebersamaan.

15. Obesitas, karena takut, ingin dilindungi, kemarahan terpendam, tidak mau
memaafkan.

16. Mata minus, karena takut akan masa depan.

17. Mata plus, karena tidak mampu memaafkan masa lalu.

"Orang yang emosinya tenang, apapun yang dilihatnya lebih jelas. Bila Anda
punya masalah lalu dibawa ibadah, mau sujud beribu-ribu kali kalau emosi
Anda belum tenang akan percuma," lanjut Irma.

Menurut Irma yang sudah menangani lebih dari 5.000 klien yang bermasalah
dengan emosi, cara terbaik untuk merespons emosi khususnya emosi marah
adalah dengan mengeluarkannya dengan cara yang baik dan santun atau bicara
baik-baik dengan orang yang membuat kita kesal.

"Misal Anda kesal dengan orang A, maka Anda harus menyampaikan pada orang
itu bahwa Anda tidak suka dengan tindakan dia, tapi dengan cara yang halus,
santun dan bukan marah-marah. Jangan melemparkan emosi kesal Anda pada orang
lain, karena itu tidak menyelesaikan masalah. Jika sekiranya Anda tidak
mungkin menyampaikannya, misal dia adalah bos atau orang yang punya jabatan
tinggi, maka lakukan sending love. Tetap bersikap baik pada dia sambil
mendoakan dia hal-hal yang baik, semoga dia berubah dan berkah, atau berdoa
untuk diri sendiri semoga mendapatkan hal-hal baik. Jangan Anda malah
mendoakan yang jelek-jelek karena itu akan jadi emosi yang negatif untuk
diri Anda sendiri," tutup Irma.

sumber: detikhealth.com



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke