> "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@...> wrote: > jumlah "islam radikal" di > indonesia itu nddak banyak kok ... > cara paling efektif tentu saja > bukan melulu harus ditangani > sama densus 88 ... tapi menurut > orang ISO mah ya caranya harus > dengan preventive action ...
Densus88 itu adalah cara yang disebut "Preventive Action", dan karena jumlah terorist-nya juga enggak banyak, maka cuma Densus88 yang paling tepat menanganinya, karena kalo jumlahnya lebih banyak lagi, maka tidak bisa Densus88 menanganinya tetapi harus pasukan militer. Jadi Densus88 memang sudah dilatih khusus menghadapi terorist, jadi bukan cuma asal2an karena harus mampu menembak secara jitu tidak boleh nyasar ketembak rakyat jelata. Oleh karena itu badan kepolisian harus mempunyai bidang2 keahlian, misalnya untuk obat bius ada polisi yang ahli obat bius, untuk immigrasi ada polisi ahli bidang immigrasi, bahkan untuk korupsi juga ada bidangnya khusus. Demikianlah, untuk menangani terorist, cuma Densus88 inilah yang namanya sudah sukses besar memberantas teroris kapan saja. Kalo koruptor, pejabat yang tidak jujur, maling tebu, dan maling ayam maka semua ini bukan tugas dari Densus88, ada polisi bidang kriminal yang lainnya. Densus88 itu hebat sekali ditakuti para mujahidin terorist karena mereka semua penembak jitu semuanya, tembak kepala kena kepala, tembak mata kena mata, tembak kaki kena kaki. Jadi beda dari polisi Syariah yang tembak kaki kena kepala, tembak kepala kena kelapa. Lagi pula otaknya sangat cerdas dan dilatih hanya di tiga negara yang paling jempolan dibidang teroris seperti Amerika, Inggris, dan Jerman. Jadi Densus88 itu semua lulusan ketiga negara tsb atau satu dari ketiga negara tsb. Jadi tugas Densus adalah menumpas terorisme bukan menyebarkan Syariah Islam. Karena kalo menyebarkan Syariah Islam ada beberapa cara yang dibolehkan dan ada satu cara yang mutlak dilarang. Menyebarkan Syariah Islam hanya dibolehkan dengan khotbah2, kerja bakti sosial, dakwah2, bagi2 kurma gratis, pengobatan gratis dll. Penyebaran Syariah Islam yang dilarang adalah cara2 jihad, karena kata "Jihad" berasal dari bahasa Arab yang kalo diterjemahkan artinya "terror". Jadi terror dengan cara kekerasan langsung atau dengan senjata akan ditembak mati, sedangkan terror atau jihad hanya dengan menyumbangkan harta benda ditangkap dulu kemudian diadili, tapi kalo melawan dengan senjata tetap ditembak mati. Jadi protokol penumpasan terorist Jihad Islam diseluruh dunia sudah baku, bukan barang baru lagi dan cara2nya dimanapun sama sehingga tidak bisa dibedakan di Indonesia. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
