Marilah kita memahami lebih dalam seluk beluk G30S yang umumnya masih samar2 bagi kebanyakan rakyat di Indonesia dan sangat menyesatkan pandangan2 para politikus di Indonesia yang punya misi menutupi kejahatan2 mereka atau partai mereka pada saat kejadiannya. Dalam hubungan ini saya persilahkan para pembaca membaca berita yang lebih mendekati kebenarannya didalam bahasa Inggris di website dibawah ini:
http://en.wikipedia.org/wiki/Sukarno Major General Suharto, commander of the Army's strategic reserves, took control of the army the following morning.[30] Suharto ordered troops to take-over the radio station of Republic of Indonesia Radio and Merdeka Square. On the afternoon of that day, Suharto issued an ultimatum to the Halim Air Force Base, where the G30S had based themselves and where Sukarno (the reasons for his presence are unclear and were subject of claim and counter-claim), Air Marshal Omar Dhani, and PKI chairman Aidit had gathered. By the following day, it was clear that the incompetently organised and poorly coordinated coup had failed. Sukarno took-up residence in the Bogor Palace, while Omar Dhani fled to Cambodia and Aidit to Central Java.[31] By 2 October, Suharto's soldiers occupied Halim Air Force Base, after a short gunfight. Sukarno's obedience to Suharto's 1 October ultimatum to leave Halim is seen as changing all power relationships Jadi sudah umum kita sama2 mengetahui bahwa LetKol Untung dan MajJen Suharto sudah ada kerja sama pada malam kejadian itu juga. Untuk diperintahkan mengumumkan adanya "Dewan Jendral" bersama mengumumkan pembentukan "Dewan Revolusi", setelah mengumumkannya di RRI, oleh Suharto, Untung disuruh melarikan diri ke Jawa yang diketahui tempatnya oleh Suharto untuk belakangan baru menangkapnya untuk dijadikan terdakwa. Jadi pasukan2 yang mengepung Istana itu mulanya dibawah perintah LetKol Untung sewaktu mengumumkan G30S di RRI, namun setelah keluar dari RRI, semua tanggung jawab pasukan diserahkan kepada Kol. Latif yang adalah bawahan langsung Suharto. Pasukan yang mengepung Istana adalah pasukan Diponegoro yang fungsinya hanyalah mengalihkan perhatian sewaktu pasukan misterius beraksi membunuhi jendral2 dan menculik Sukarno pada saat yang bersamaan. Setelah Sukarno berhasil diculik, langsung diangkut dan ditahan di Halim Perdana Kusuma, Omar Dhani yang sedang berada di Halim Perdana Kusuma kemudian melarikan diri ke Kamboja atas perintah rahasia Sukarno. Sukarno diancam dan diperintahkan menyerahkan pemerintahan kepada Suharto melalui proses konstitutional dengan mendemonstrasikan semua mayat para jendral2nya yang berhasil dibunuh para penculiknya. Sukarno shock, dan berjanji akan memenuhi permintaan para penculiknya asal dia diberi kesempatan kembali ke Istana-nya. Tapi mendadak terjadi serangan pasukan PGT dari AURI atas perintah dari Omar Dhani yang berusaha merebut dan menyelamatkan Bung Karno, tapi serangan itu gagal, semua pasukan PGT dibantai habis oleh pasukan misterius para penculik ini yang ternyata dilengkapi dengan senjata2 yang jauh lebih modern yang tidak dimiliki pasukan2 RI. Jadi untuk mengamankan agar Sukarno jangan bisa direbut kembali oleh pasukan2 yang setia, maka Sukarno ditahan di Istana Bogor yang sudah dikuasai oleh para penculiknya sebelumnya, hal ini dikarenakan pasukan Diponegoro yang mengepung Istana Jakarta adalah pasukan yang terkenal setia kepada Bung Karno. Barulah setelah Suharto memerintahkan Kol. Latif untuk menarik pulang semua pasukan Diponegoro yang menjadi figuran itu, Sukarno kemudian dikembalikan ke Istana di Jakarta untuk memenuhi janjinya mengundurkan diri dan menunjuk Suharto sebagai penguasa sementara dalam mengamankan negara ini. Namun waktu yang diberikan kepada Sukarno disalah gunakan dengan menunjuk Jendral Pranoto sebagai pengganti jendral2 yang dibunuh. Akibatnya Suharto menggerakan pasukannya untuk menangkap Jendral Pranoto dan semua menteri2 kabinet Sukarno untuk kemudian menciptakan SP 11 Maret yang mengakhiri kekuasaan Sukarno, untuk kemudian mengirimkan Sukarno dirawat di RS Gatot Subroto hingga tidak pernah lagi keluar dalam keadaan hidup. Peralihan kekuasaan berakhir secara konstitutional. Tapi kenapa tidak pernah ada koran2 yang memberitakan bahwa Omar Dhani melarikan diri sendiri ke Kamboja, lalu kenapa Sukarno tidak mau mengumumkan kalo dirinya diculik, kesemuanya itu ada tujuannya, dari pihak Sukarno adalah harga diri, kewibawaan, dan figur nasional yang ingin tetap melekat sampai mati. Tapi dari pihak Suharto yang juga sama2 tidak mau memberitakan kenyataan sebenarnya karena berhubungan konstitutional dan menutupi keterlibatan Amerika dan Inggris dengan dirinya agar tidak dianggap sebagai pengkhianat bangsa tentunya. Jadi memang, baik Sukarno maupun Suharto keduanya sama2 menutupi kejadian2 sebenarnya karena alasan2 yang ber-beda2, sedangkan Omar Dhani juga menutupi kejadian yang sebenarnya demi melindungi harga dirinya juga baik sebagai panglima maupun sebagai bangsa dan nasionalisme. > Wal Suparmo <wal.suparmo@...> wrote: > Pasukan Tjakrabirawa hampir 2 tahun > lamanya (sampai terjadi G30S) > mengawal Bung Karno yg datang dirumah > Bu Haryati sekian kali seminggu mulai > jam 1600 sampai magrib. LetkolUntung > jam 1600 masih di kantor saya ketika > menjemput Brigjen Supardjo dan mereka > terus ke Senayan bergabung dgn Bung > Karno yg sore itu berpidato di > Senayan( 30 Sept.) Tidak salah, pasukan Cakrabirawa masih eksis hingga tanggal 1 oktober 1965, tapi pada tanggal 2 Oktober, semuanya sudah ditawan, jadi tahanan Suharto, dan lebih dari separoh ditembak mati pada saat penculikan Bung Karno dimalam 30 September. Ada pasukan yang tidak dikenal menculiki para jendral dan membunuhinya, kalo sudah dikatakan pasukan tidak dikenal, artinya tidak dikenal oleh komandan Cakrabirawa, tidak dikenal oleh Suharto, tidak dikenal oleh Nasution, tidak dikenal oleh LetKol Untung, dan juga tidak dikenal oleh Bung Karno. Hanya pasukan khusus Amerika-Inggris yang mampu nge-jam komunikasi militer Indonesia, karena pada saat penculikan semua komunikasi mati. Jadi dengan senjata modern serta strategy militer yang tinggi, cukup satu pleton pasukan asing dari Malaysia yang bisa jadi semuanya berasal dari Indonesia namun dilatih di Amerika, Inggris maupun di Malaysia menerobos masuk ke Jakarta dengan bantuan Suharto untuk bisa menculik Sukarno serta membunuhi jendral2nya lebih dulu. Jadi Sukarno diculik pada malam tanggal 30 September 1965 bersamaan dengan pembunuhan para jendral2nya sementara LetKol Untung dipedaya sedang berpidato di RRI mengumumkan "Dewan Revolusi". Kemudian setelah mengumumkannya di RRI, dia sendiri mendadak dikejar mau ditangkap sehingga dia sendiri keheranan dan melarikan diri ke Jawa. Sewaktu RI masuk menjadi anggauta PBB, Sukarno diwajibkan menanda tangani perjanjian bahwa semua jendral di Indonesia hanya bisa menjadi jendral apabila sudah memiliki certification dari Westpoint. Itulah sebabnya semua jendral2 yang dibunuh adalah lulusan Westpoint, tidak satupun panglima di Indonesia yang bisa diangkat Sukarno menjadi panglima tanpa dididik di Westpoint. Itulah sebabnya apabila panglima2 militer di Indonesia dibunuhi, maka semua tentara dan gerakannya seperti orang2 buta tidak bisa mengenal mana teman dan mana musuh. Semua gerakan militer di Indonesia hanya mampu dikendalikan oleh para panglima militer yang lulusan Westpoint. Jadi kalo anda mau mengetahui cara2 Amerika-Inggris menggerakan G30S, maka anda harus mempelajari kudeta2 dinegara2 lain seperti di Afrika, Vietnam, Cina (Revolusi Kebudayaan), di Panama, disemua negara2 Amerika Latin, barulah kemudian anda bandingkan cara2nya dengan yang di Indonesia. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
