Miliuner Ini Kehilangan Rp 36 Miliar Tiap Hari Selama 7 Bulan
Angga Aliya - detikfinance
Selasa, 09/10/2012 10:53 WIB

Jakarta - Anda tahu dengan permainan Zuma atau Poker di jejaring
sosial? Game yang sempat populer itu besutan perusahaan bernama Zynga
yang diprakarsai oleh Mark Pincus.

Tak banyak orang yang kenal dengan miliuner asal Amerika Serikat (AS)
ini, kecuali Anda benar-benar penyuka game, media sosial dan informasi
teknologi (IT). Kini, sebenarnya ia bukan lagi miliuner seperti sedia
kala. Apa alasannya?

Saat game-game besutan perusahaanya laku di pasaran, atau puncaknya
sekitar awal tahun ini ketika saham Zynga (ZNGA) diperdagangkan di
atas US$ 14,50 per lembar, saham milik Pincus sebanyak 94,5 juta
lembar bernilai US$ 1,3 miliar (Rp 12 triliun).

Kini, seperti dikutip dari CNBC, Selasa (9/10/2012), hanya dalam waktu
tujuh bulan alias setengah tahun lebih sedikit, kekayaannya merosot
menjadi hanya US$ 250 juta (Rp 2,25 triliun) saja. Ini berarti,
kekayaannya hilang Rp 90 triliun dalam tujuh bulan, setara Rp 36
miliar setiap harinya, atau Rp 1,8 miliar setiap jam.

Nilai asetnya di saham Zynga sudah melorot lebih dari 80%. Tapi ia
bukan pemegang rekor dalam hal kehilangan harta dalam waktu singkat.
Rekor itu saat ini masih dipegang oleh Eike Batista, miliuner asal
Brasil yang kehilangan US$ 6 miliar (Rp 54 triliun) hanya dalam waktu
48 jam saja.

Pada posisi kedua ada Sheldon Adelson yang hartanya merosot US$ 25
miliar (Rp 225 triliun) hanya dalam beberapa bulan menjelang krisis
ekonomi global tahun 2008 lalu.

Dalam hal ini, Pincus masih beruntung. Ia punya kesempatan untuk
menjual 16,5 sahamnya kepada publik saat harga sahamnya masih berada
diperdagangkan double digit dan meraup dana sekitar Rp 200 juta (Rp
1,8 triliun).

Ia juga masih punya rumah mewah senilai Rp 16 juta di San Francisco
dan villa di Aspen. Pincus juga punya beberapa saham di berbagai
perusahaan, salah satunya Facebook.

Tetap saja, kehilangan harta besar-besaran di industri jejaring sosial
ini merupakan lampu kuning bagi investor. Ambil contoh, Mark
Zuckerberg yang kehilangan lebih dari US$ 9 miliar, atau koreksi saham
Groupon yang cukup dalam.

Industri teknologi, terutama media sosial saat ini seperti supernova,
menyala dengan hebat sebelum akhirnya habis terbakar.

--- On Mon, 10/8/12, wawan <[email protected]> wrote:

> From: wawan <[email protected]>
> Subject: [proletar] Kisah powertel...
> To: [email protected]
> Date: Monday, October 8, 2012, 3:22 AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> 
>   
> 
> 
>     
>       
>       
>       Ini saya kisahkan perusahaan teknology yg ada di
> indonesia dan bernasib cukup tidak baik
> 
> 
> 
> Powertel dimiliki orang solo, bapaknya dulu jagoan di bursa
> saham dan pemilik bank piko, anaknya  sepulang sekolah dari
> luar negeri mendirikan powertel, dan powertel sempat IPO
> meski sahamnya hancur hancuran, saham powertel hancur, salah
> satunya akibat kesalahan memilih teknologi, boss-nya tidak
> terlalu menguasai teknologi dan hanya punya uang banyak,
> anak buahnya yg main...
> 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke