kecerdasan
==========
untuk mengukur kecerdasan bukanlah dengan ngadu main 
catur, main game, apalagi ngadu futsal, tapi dengan tes IQ.
walaupun banyak versinya, secara umum klasifikasi IQ 
menurut Wechsler adalah sbb.:

69 ke bawah: sangat rendah alias idiot (bleki & uplik sebelum sarapan)
70-79: batas idiot (uplik & bleki setelah sarapan)
80-89: rendah (uplik setelah jogging, musmus setelah minum cerebrovit)
90-109: rata2 manusia
110-119: lumayan tinggi tapi masih rata2
120-129: superior
130 ke atas: sangat superior atau jenius (madonna ada di rentang ini).

cuman tes IQ ini baru pengukuran kecerdasan "di atas kertas".
kecerdasan di luar kertas alias di kehidupan nyata tentu bisa 
berbeda dgn yg tertulis di kertas.
karena kecerdasan dalam menghadapi hidup jauh lebih penting 
daripada kecerdasan saat memecahkan persoalan matematika di kelas.

whatever, buat gua yg namanya kecerdasan itu adalah "kemampuan 
problem solving". semakin cerdas seseorang, maka kemampuan memecahkan 
masalahnya semakin tinggi. masalah apapun itu.
jadi, sekolahnya di mana, atau dapet nilai berapa, atau gelarnya 
sepanjang apa, buat gua belumlah bisa menentukan kecerdasan seseorang.
kecerdasan yg nyata akan terlihat saat orang itu tinggal di hutan 
sendirian, reaksi saat terjadi gempa bumi, atau saat harus memutuskan 
kawin dengan siapa.

orang yg pendidikan formalnya tidak tinggi tapi hidupnya sukses  
atau minimal tidak bermasalah (karena 'sukses' itu sangat relatif), 
jelas mempunyai kecerdasan yg tinggi (misal: dahlan iskan, liem 
sioe liong, eka cipta, dll.) karena kemampuan orang tsb dalam 
hal problem solving pasti sangat tinggi.
kemampuan problem solving yg tinggi akan membuat seseorang 
mempunyai kemampuan survival yg tinggi juga.
jadi jika dalam satu ekosistem hanya ada satu ekor monyet 
dan satu ekor buaya saja, gua yakin yg mati duluan itu pasti buaya.
(soalnya di natgeo wild gua pernah liat seekor baboon yg lolos dari 
maut setelah kepalanya dijepit mulut buaya).

selain dengan tes IQ, untuk menilai kecerdasan bisa juga 
dilakukan secara visual, yaitu dengan melihat gaya bicara/tulisan 
seseorang, atau melihat perilakunya di jalan raya.

catur
=====
gua bisa main catur tapi ngga jago.
kalau ada yg ngajak main catur online, supaya keliatan jago gua ngga 
akan bayar orang untuk jadi joki catur karena gua bukan henry ford, 
tapi gua akan jalankan chessmaster2000, diset pada level advance, 
dan semua langkah lawan catur akan gua masukkan ke chessmaster2000.
iya, itu program game kuno koq, bukan sekelas deep blue nya ibm 
yg pernah mengalahkan kasparov itu.
sementara lawan catur gua di sebrang sono keringetan melawan 'gua', 
gua santai2 aja main catur di depan layar sambil baca koran.

gua punya temen sma yg bener2 jago catur, sebut saja namanya gito.
maen catur sama si gito ini rada nyebelin, soalnya tiap gua mau 
melangkah pasti dia bilang gini "kalau lu ngga gerakin bidak ini, 
maka gua akan gerakin kuda ke situ, mentri lu bakalan mati". 
sialnya, apa yg dia ocehin itu emang bener semua. 
emang monyong bener tu anak.
saking jagonya maen catur, si gito ini bukan cuman bisa memprediksi 
sampai 100 langkah ke depan, tapi bahkan bisa memprediksi kapan gua bersin.

sebulan yg lalu kita reunian sma.
si gito kagak hadir, dan berdasarkan info dari temen deketnya, 
sang maestro catur ini jadi tukang sayur.
bukan bandar sayur, tapi tukang sayur yg dorong gerobak itu loh.
catur identik dengan kecerdasan? think again, kata iklan three.

saat reuni itu memang seperti saat2 "pembuktian". the moment of truth.
saat2 untuk membuktikan "apakah benar pinter di sekolah 
identik dengan sukses di dunia nyata".
dan jawabannya jelas tidak selalu benar.
temen gua yg tukang mabok dan rutin berantem itu, sekarang 
jadi direktur sebuah perusahaan ternama.
dan yg flamboyan, doyan cewek, nyontek mulu waktu ujian, 
sekarang jual beli mobil sport dan punya hotel.
lalu sang juara kelas, yg kuliah di jurusan fisika murni itu, 
yg kalo menjelaskan teori relativitas einstein lancarnya kayak baca 
text pancasila, ternyata hidupnya sungguh memprihatinkan.
rumah tangganya berantakan (cerai), dan pernah diusir dari rumah kontrakannya.
 
biliar
======
sejak sd sampe smp gua juara kelas terus.
dan sejak sma, nilai matematika gua di sttb mencatat rekor yg 
memalukan sepanjang sejarah: 6, dibaca ENAM. nilai pas2an supaya 
tetep ditulis dengan tinta biru.
tanpa tedeng aling2, dan bukan bermaksud cari excuse, gua dengan 
ini menyatakan dengan resmi bahwa penyebabnya adalah biliar.
ya, sejak kelas 2 sma gua kecanduan berat main biliar gara2 diajak 
temen gua, begajulan yg sekarang jadi pelaut (tapi kaya).
sampe2 gua pernah punya pengalaman buruk nyaris mati konyol dikeroyok 
preman yg lagi maen bilyar gara2 stik nya kesenggol, dan dia lagi tarohan.

untuk membuktikan bahwa angka 6 di ijazah sma itu adalah murni 
accident, hutang angka yg memalukan gua bayar waktu kuliah. 
nilai matakuliah matematika gua dapet angka 9,9 dari skala 1-10. 
walaupun dengan bantuan kalkulator casio fx3600p yg bisa diprogram 
buat ngitung integral dan regresi (semua mahasiswa boleh pake 
kalkulator selama ujian, yg ngga boleh itu pake mathcad), cuman 
gua yg dapet angka 9,9 itu.
gua sempet protes sama dosen gua, doktor maman jauhari (yg 
ternyata sekarang udah jadi profesor) kenapa gua cuman dikasih 
nilai 9,9 padahal gua yakin semua jawaban ujian akhir ngga ada yg 
salah. pak maman dengan entengnya bilang "nilai 10 itu adalah 
sempurna, dan hanya untuk dosen".
sempet kepikir buat bikin program untuk menebak undian 
berhadiah sdsb dgn teori regresi, tapi mental judi gua ternyata 
kurang tebel.

gua ngga suka main golf, mancing, berkuda, ice skating, 
terjun payung, karena.. ya ngga karena apa2.. males aja.

game
====
kalau waktu sma gua kecanduan biliar, maka sejak sd dan smp gua 
pernah kecanduan main game.
itu jaman game pac man dan space invader yg pake koin 50 perakan 
di "amusement center".
waktu kuliah, seorang dosen memberi tugas untuk membuat program 
apa aja, yg penting otentik.
ada yg bikin kalkulator (di jaman assembly dan pascal ngga gampang 
loh ternyata), text editor, dan komposi.. maksudnya program simulasi 
alat musik.
nah, berhubung gua waktu kecil terobsesi sama game, gua tanya dosen 
gua apakah boleh bikin game. dia bilang "boleh, tapi jangan 
yg biasa2 aja. bikin game yg pemainnya lebih dari 2 orang di 2 
komputer".
ini bener2 tantangan.
bikin game single player aja ngga gampang, karena jaman itu belum 
ada windows dan object oriented programming.
jadi gua kudu ngubek2 buku di toko text book bajakan di pelesiran, 
sederhana, sampe emperan cikapundung (beli buku asli di elvira dago 
ngga kesampean duitnya) untuk memahami video programming.
setelah bisa bikin objek dengan mode grafik yg bisa bergerak layaknya 
pesawat tempur di game space invader, lalu bikin algoritma untuk 
menembakkan peluru, selanjutnya gua kudu belajar komunikasi data 
pake rs232 supaya bisa dibuat multiplayer game.
ya, rs232, kabel komunikasi paling primitif yg saat itu lebih banyak 
dipake buat serial printer.
boro2 bluetooth, ethernet aja belum ada.

anehnya, udah belasan tahun ini gua ngga pernah main game lagi.
ngga tau kenapa, biarpun game sekarang luar biasa canggih 
dan sangat realistis, gua samasekali ngga tertarik buat main game lagi.
mungkin karena bini gua cantik.




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke