Setiap orang di Amerika bebas keluar masuk agama apa saja, sehingga populasi 
umat masing2 agama di Amerika selalu naik turun, selalu ber-ubah2, selalu tidak 
mungkin menetap, dan serinkali seseorang menganut dua atau tiga agama yang 
berbeda sekali gus sehingga jumlah populasi umat tidak bisa dihitung dari 
jumlah umatnya saja tanpa memeriksa populasi yang double ini.

Teman saya wanita katolik dan suaminya Islam, kalo hari Minggu bersama suaminya 
berdua ke Gereja Katolik, tapi hari Jum'at hanya suaminya yang ke Mesjid, tapi 
dalam pengajian dirumah sering si isteri jadi penyelenggara mengundang orang2 
Indonesia lain ke pengajian.

Ini cuma satu contoh saja kalo me-rangkap2 dalam menganut agama terutama dalam 
hubungan kekeluargaan suami isteri dan anak bisa ber-beda2 agamanya tapi bukan 
artinya harus ter-pisah2 melainkan malah mereka saling menambah kegiatannya 
beragama dari agama lain yang bukan agamanya.

Teman saya selatihan Kempo, suaminya adalah black American, tapi isterinya 
orang Jepang, keduanya menikah di Tokyo ketika berkenalan di Universitas disana 
sewaktu sang suami mengejar gelar masternya untuk Japanese Culture.  Kedua 
suami isteri ini menyandang Dan 2 Kempo.  Suaminya Kristen fanatic, si isteri 
penganut shinto, tapi sang suami lebih sering terlihat mempelajari agama dan 
ajaran Buddhis meskipun keduanya tetap merupakan aktivis Shinto Temple dan 
Baptist Church.

Masalah populasi dalam beragama sudah tidak penting sama sekali, karena dizaman 
dulu nabi Muhammad selalu berusaha meningkatkan jumlah populasi karena merasa 
tidak aman, karena merasa musuh2nya menjadi ancaman agamanya.  Tapi di Amerika 
sekarang, semua umat beragama sama2 dilindungi, tidak dibedakan, tidak ada 
agama yang superior, tidak ada agama yang paling mulia, tidak ada agama yang 
aseli atau agama yang palsu, tidak ada agama yang dari Allah dan agama lain 
yang dari bukan Allah, SEMUANYA SAMA, diperlakukan sama dan dilindunginya juga 
sama.

Lalu buat apa membicarakan populasi ????  Stupid bukan ????

Jadi yang paling meng-gebu2 memaksakan peningkatan populasi hanyalah Islam, 
akibatnya kehidupan dalam komunitas Islam jadi terbelenggu, umatnya saling 
mencurigai satu sama lain dicurigai murtad, dicurigai pindah agama, dicurigai 
musuh Islam, akibatnya kita sama2 tahu, mereka cuma saling membantai, bahkan 
terbukti banyak umat Islam merasakan kedamaiannya kalo hidup di negara2 
non-Islam.  Tapi hal ini tidak pernah mereka expressikan kepada umat sesama 
agamanya dengan mereka, hanya berusaha saling menjauh saja apabila mereka 
menyadari temannya diracuni oleh fanatisme.

Dan ini juga terjadi di Indonesia, partai2 Islam yang ngotot memaksa umatnya 
untuk hanya memilih partai2 Islam saja ternyata mengecewakan, meskipun sama2 
Islam mereka tidak mau memberi kesempatan ulama2 Islam menduduki legislatif 
atau terpilih sebagai presidennya.

Contoh saja kita lihat, Jokowi dan Ahok itu sama2 tidak terkenal, tidak ada 
yang tahu siapa orang2 ini, tetapi semuanya tahu Foke dan Fausi itu adalah 
orang NU, semua orang tahu kedua orang ini tokoh2 Islam yang memang ajarannya 
bikin rusuh, bikin harga2 naik, bikin hidup tidak tentram.  Maka yang 
dipilihnya adalah Jokowi dan Ahok yang mereka tidak tahu atau tidak kenal, 
sedangkan yang sudah mereka tahu pemimpin Islam tidak disukainya.  Yang penting 
bukan Islam, siapapun boleh dipilih.  Kira2 begitulah sikap para pemilih di 
Indonesia termasuk mereka yang muslimin.  Contohnya saja, umat Islam Ahmadiah 
yang sudah babak belum dianiaya sesama Islam mana mungkin masih mempercayakan 
pemerintahannya dipimpin oleh umat yang islam juga ????

Demikianlah di Amerika populasi umat tidak penting, bahkan agamanya itu sendiri 
juga sama sekali tidak penting, apalagi memang dilarang untuk disebarkan di 
sekolah2 seperti di Indonesia yang menjadi kacau dan pendidikannya ambruk.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke