Dan khurafah najis al-Mushaf susunan orng Arab primitif yang dijadikan kitab 
suci oleh orang-orang dungu kayak anjing serta tidak punya harga diri seperti 
Abbas Amin, arra_s, ayub yahya, Ballast Yo, Dipo, PAREWA PAREWA, Pinpin, 
rezameutia, Roman Proteus safin _blanc Tawang itu membual bilang gunung itu 
pasak bumi...

___  

http://www.faktailmiah.com/2012/10/14/pemicu-letusan-gunung-berapi-teridentifikasi.html


Diposting Minggu, 14 Oktober 2012 jam 11:03 pm oleh Gun HS

Pemicu Letusan Gunung Berapi Teridentifikasi

Minggu, 14 Oktober 2012 - "Pengadukan magma muda yang panas ke dalam magma tua 
yang dingin tampaknya menjadi peristiwa yang umum sebelum letusan-letusan besar 
tersebut terjadi."

Para ilmuwan telah berhasil mengidentifikasi pemicu berulang ledakan gunung 
berapi terdahsyat di muka bumi.

Kawah gunung berapi Las Cañadas di Tenerife, Kepulauan Canary, telah 
menghasilkan setidaknya delapan kali letusan besar sepanjang 700.000 tahun. 
Peristiwa-peristiwa bencana alam tersebut menciptakan pijar ledakan setinggi 
lebih dari 25 kilometer dan memuntahkan material awan panas (piroklastik) 
sejauh 130 kilometer. Bahkan, letusan terkecilnya pun memuntahkan material 25 
kali lebih banyak daripada letusan Eyjafjallajökull, Islandia, di tahun 2010.

Dengan menganalisis nodul-nodul kristal (bebatuan beku yang terbentuk dari 
akumulasi kristal dalam magma) yang ditemukan di dalam endapan piroklastik, 
para ilmuwan menemukan bahwa percampuran pra-erupsi di dalam ruang magma – di 
mana magma tua yang lebih dingin bercampur dengan magma muda yang lebih panas – 
tampaknya menjadi pemicu berulang letusan berskala besar.

Nodul-nodul ini memerangkap dan mempertahankan magma akhir di bawah gunung 
berapi segera sebelum terjadinya letusan. Dr. Rex Taylor, Dosen Senior Ilmu 
Kelautan dan Bumi di Universitas Southampton, menyelidiki nodul dan magmanya 
yang diperangkap untuk melihat penyebab terjadinya letusan. Ia menemukan bahwa 
nodul-nodul tersebut menyediakan rekaman perubahan-perubahan yang terjadi di 
sepanjang lorong magma hingga ke saat gunung berapi meletus.

Dr. Taylor mengatakan: "Nodul-nodul ini istimewa karena tercabik-cabik dari 
ruang magma sebelum akhirnya benar-benar memadat — nodul-nodul ini bersifat 
lunak, seperti bola pasir yang basah. Tepi-tepi kristal dalam nodul bertumbuh 
dari magma yang sangat berbeda, menunjukkan adanya peristiwa pencampuran 
besar-besaran yang terjadi segera sebelum erupsi. Pengadukan magma muda yang 
panas ke dalam magma tua yang dingin tampaknya menjadi peristiwa yang umum 
sebelum letusan-letusan besar tersebut terjadi."

Diagram ini menunjukkan pengembangan berulang pada ruang magma Las Cañadas. 
(Kredit: Tom Gernon)

Penulis pendamping dalam studi, Dr. Tom Gernon, Dosen Ilmu Kelautan dan Bumi di 
Universitas Southampton, mengatakan: "Analisis pada nodul-nodul kristal dari 
gunung berapi tersebut mendokumentasikan proses dan perubahan-perubahan akhir 
segera sebelum erupsi – yang memicu terjadinya bencana letusan gunung. 
Keberadaan nodul yang sangat lunak dalam endapan piroklastik menunjukkan bahwa 
ruang magma mengosongkan diri selama letusan, dan ruang ini kemudian runtuh ke 
dalam dirinya sendiri membentuk kawah."

Gunung berapi Las Cañadas merupakan sebuah Volkano Dekade IAVCEI (Asosiasi 
Internasional Vulkanologi dan Kimiawi Interior Bumi) — yaitu, diidentifikasi 
oleh masyarakat internasional sebagai layak studi dalam upaya menerangi sejarah 
letusan-letusannya yang destruktif serta jarak kedekatannya dengan wilayah 
berpenduduk.

Dalam gambar adalah para mahasiswa Southampton yang tengah menyisir area 
penelitian di atas gunung berapi Las Cañadas. (Kredit: Barry Marsh)

Dr. Gernon, yang berbasis di Pusat Ilmu Kelautan Nasional kampus Southampton 
bersama dengan Dr. Taylor, menambahkan: "Temuan kami akan terbukti sangat 
berharga dalam penilaian masa depan terhadap bahaya dan risiko di Tenerife 
serta di tempat-tempat lainnya. Skala letusan yang kami deskripsikan ini 
berpotensi menyebabkan kehancuran di pulau padat penduduk Tenerife dan dampak 
besar perekonomian bagi masyarakat Eropa yang lebih luas."

Makalah ini dipublikasikan dalam edisi terbaru jurnal akses terbuka Scientific 
Reports.

Kredit: Universitas Southampton
Jurnal: Michael J. Stock, Rex N. Taylor, Thomas M. Gernon. Triggering of major 
eruptions recorded by actively forming cumulates. Scientific Reports, 2012; 2 
DOI: 10.1038/srep00731


© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah

                
                
                





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke