Dulu sekali, penduduk sedikit masalah sedikit. Sekarang semakin banyak penduduk ya otomatis semakin kompleks masalah.
Dulu kemana2 mungkin ga perlu paspor, tapi inget demikian juga dengan para perampok. Saya ga percaya sama yg namanya dulu lebih bagus atau sekarang lebih baik. Kita hanya bisa happy setelah kita mengenal unhappy. Hanya itu jalan satu2nya. --- In [email protected], safin _blanc <pandan.wangi558@...> wrote: > > suatu ketika dua tiga thn yg lampau, disamping saya dibatasi aisle duduk > pengusaha libya terbang rendah dengan pesawat kecil (beechcraft) terbang > rendah diatas libya.. dibawah warna buminya coklat muda menyilaukan mata, > nggak ada ijonya sedikitpun kecuali titik2 kecil semak belukar yg merana .. > .. > + apa ada orang disitu, ya? tanya saya.. > - ya, tentu saja ada, kata silibya.. > + bagaimana manusia bisa hidup tanpa air, tanpa tumbuh2an utk dimakan.. > - dibawah permukaan itu ada air, dong.. binatang ternak juga banyak utk > dijual, utk beli beras, gandum, sayur.. > + tapi apa orang2 disana kerasan? > - kerasan, kan disitu memang tempat tinggalnya .. > + kok bisa? > - rumah saya disitu.. ktnya tersenyum, ramah.. > + ooo,... kamu betul2 tangguh, tough .. jadi kenapa orang banyak yg pindah > keluar (negri)?.. > - wah panjang ceritanya.. orang banyak bertengkar, api kecil disiram > minyak, apa nggak terbakar.. > + siapa yg siram minyak?.. > .. > dia cuman kedipkan matanya yg lucu, bening.. > .. > - dulu, dulu sekali, daerah ini ... dari cordoba, casablanca sampai iran > sekarang, keselatan sampai afrika ujung paling selatan, keutara sampai > kazakhstan.. kami bepergian nggak pake paspor... sekarang? .. sdh jadi > empat puluh dua negara dengan paspor masing2... > .. > kembali matanya berkedip kedip.. > .. > .. > > 2012/10/18 Harry Adinegara <sans_culotte_30@...> > > > ** > > > > > > Sering aku jadi "judeg"(boso Jowo-ne).....ngak masuk ke akal , kalau > > terima berita soal sesama warga yang sudah sempat manggon disini > > (Australia), tapi anehnya seringkali mengambil sikap yang "bermusuhan" > > terhadap negara tuan rumah (host country). Anehnya malahan sebagian besaar > > punya sikap antipati, mau memaksa kemauannya agar diterima oleh negara > > tuan rumah, sampai2 melakukan tindak kriminil. Ya benar mereka ,tamu2 ini > > kan tidak di-undang ini, yang punya sikap mbalelo ini ,mereka datang dari > > negara2 Islam. Banyak kejadian dari soal pakaian, soal makanan soal > > hubungan antar warga banyak terjadi friksi dengan penduduk setempat. Maunya > > membawakan dirinya sendiri. > > > > Merujuk ke asal musual problim ini, aku kadang2 bertanya dalam hati....lha > > kenapa imigran2 ini, yang asal dari negara2 Islam tidak ber-migrasi saja ke > > semenanjung Arab, misalnya negara Arab Saudi, negara2 Imirat yang semuanya > > kaya2 dan pastinya bisa menanggung imigran2 ini dengan pekerjaan dan > > kehidupan disitu? Kenapa koq malah, mati2-an sekalipun naik perahu yang > > bocor2 mau menyabung nyawa datang ke negara kapirun seperti Australia sini. > > Kan ngak cocok, apalagi mereka tahu bahwa negara tuan rumah itu negara > > kapirun yang perlu di-jauhi bahkan bila ada kesempatan dimusnahkan saja. > > Kenapa ya?.....Judeg aku ngrasak-e wong2 iki. Wong tamu koq mau memaksakan > > kehendapnya kepada tuan rumah, ya ngak cocok dengan nalar sehat kan? Minta > > ampun deh! > > > > Harry Adinegara > > > > > > > > > > ________________________________ > > > > Subject:Fw: Happy / Unhappy > > > > > > > > > > I got this eye opener email I want to share with you: > > > > Happy vs. Unhappy Muslims > > > > I have to admit, I've never heard it put this way. It's plain > > and simple!!! > > > > Many Muslims today are not happy! > > > > They're not happy in Gaza > > They're not happy in Egypt . > > They're not happy in Libya .. > > They're not happy in Morocco . > > They're not happy in Iran ... > > They're not happy in Iraq . > > They're not happy in Yemen .. > > They're not happy in Afghanistan > > .They're not happy in Pakistan .. > > They're not happy in Syria . > > They'renot happy in Lebanon .. > > > > So, where are they happy? > > > > They're Very happy in Australia ... > > They're happy in New Zealand > > They're happy in the UK > > They're happy in Canada . > > They're happy in the US . > > They're happy in France . > > They're happy in Germany ... > > They're happy in Italy . > > They'reappy in Sweden .. > > They're happy in Denmark . > > They're happy in Norway........... > > > > So, they're happy in every country that is not > > Muslim. > > > > And who do they blame? > > > > Not Islam. > > Not their leadership. > > Not themselves. > > NO!!! THEY BLAME THE WESTERN (Christian) COUNTRIES THEY ARE HAPPY IN! > > > > AND THEY WANT TO CHANGE THEM TO BE LIKE THE COUNTRY THEY JUST FRIGGING > > CAME FROM WHERE THEY WERE UNHAPPY !!!?? > > > > Well Bugger Me, have I missed something > > here?? > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
