artinya harus yahudi sendiri yang turun tangan. rs
On 21/10/2012 9:09 PM, Tawangalun wrote: > > Berikut kisah keluarga Yahudi yang masuk Islam disebabkan bersihnya > akidah Islam (Tauhid). Tetapi sayangnya malah masih ada disekitar kita > orang yang mengaku muslim tetapi merusak akidahnya dengan berdo'a > melalui perantara-perantara seperti kuburan dll. > > Pada tahun 1998, Joseph Cohen seorang Yahudi Ortodoks kelahiran AS, > hijrah ke Israel karena keyakinannya yang sangat kuat pada Yudaisme. > Ia kemudian tinggal di pemukiman Yahudi Gush Qatif di Gaza (Israel > mundur dari Gaza pada 2005). > > Cohen tak pernah mengira bahwa kepindahannya ke Israel justru > membawanya pada cahaya Islam. Setelah tiga tahun menetap di Gaza, > Cohen memutuskan untuk menjadi seorang muslim setelah ia bertemu > dengan seorang Syeikh asal Uni Emirat Arab dan berdiskusi tentang > teologi dengan Syeikh tersebut lewat internet. > > Setelah masuk Islam, Cohen mengganti namanya menjadi Yousef > Al-Khattab. Tak lama setelah ia mengucapkan syahadat, istri dan empat > anak Yousef mengikuti jejaknya menjadi muslim. > > Sekarang Yousef Al-Khattab aktif berdakwah di kalangan orang-orang > Yahudi meski ia sendiri tidak diakui lagi oleh keluarganya yang tidak > suka melihatnya masuk Islam. > > "Saya sudah tidak lagi berhubungan dengan keluarga saya, kita tidak > boleh memutuskan hubungan kekeluargaan, tapi pihak keluarga saya > adalah Yahudi yang fanatik dengan entitas keyahudiannya 'kami tidak > memiliki pilihan lain selain memutuskan kontak untuk saat ini', > kata-kata terakhir yang mereka lontarkan pada saya, mereka bilang saya > barbar," tutur Yousef tentang hubungan dengan keluarganya sekarang. > > Ia mengakui, berdakwah tentang Islam di kalangan Yahudi bukan > pekerjaan yang mudah. Menurutnya, yang pertama kali harus dilakukan > dalam mengenalkan Islam adalah, mengatakan bahwa hanya ada satu manhaj > dalam Islam yaitu manhaj yang dibawa oleh Rasulullah SAW yang kemudian > diteruskan oleh para sahabat dan penerusnya hingga sekarang. > > "Cara yang paling baik untuk membuktikan bahwa Islam adalah agama > untuk semua umat manusia adalah dengan memberikan penjelasan > berdasarkan ayat-ayat AlQur'an dan yang membedakan antara umat manusia > adalah ketakwaannya pada Allah semata," ujar Yousef. > > "Islam bukan agama yang rasis, kita punya bukti-bukti yang sangat > kuat, firman Allah dan perkataan Rasulullah SAW. Kita berjuang bukan > untuk membenci kaum kafir, kita berjuang hanya demi Allah semata, > untuk melawan mereka yang ingin membunuh kita, yang menjajah tanah air > kita, yang menyebarkan kemunkaran dan ideologi Barat di negeri kita > misalnya ideologi demokrasi," sambung Yousef. > > Ia mengatakan bahwa dasar ajaran agama Yahudi sangat berbeda dengan > Islam. Perbedaan utamanya dalam masalah tauhid. Agama Yahudi, kata > Yousef percaya pada perantara dan perantara mereka adalah para rabbi. > Orang-orang Yahudi berdo'a lewat perantara rabbi-rabbi mereka. > > "Yudaisme adalah kepercayaan yang berbasiskan pada manusia. Berbeda > dengan Islam, agama yang berbasis pada AlQur'an dan Sunnah. Dan > keyakinan pada Islam tidak akan pernah berubah, di semua masjid > diseluruh dunia, AlQur'an yang kita dengarkan adalah AlQur'an yang > sama," ujar Yousef. > > Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Yudaisme disisi lain berpatokan pada > 'tradisi oral' misalnya kitab Talmud yang disusun berdasarkan > informasi dari mulut ke mulut yang kemudian dibukukan. Para rabbi > sendiri, kata Yousef mengakui bisa saja banyak hal yang sudah orang > lupa sehingga keabsahan kitab tersebut bisa dipertanyakan. > > Yousef mengungkapkan, kitab Taurat yang diyakini kaum Yahudi sekarang > memiliki sebelas versi yang berbeda dan naskah-naskah Taurat itu bukan > lagi naskah asli. > "Alhamdulillah, Allah memberikan rahmat pada kita semua dengan agama > yang mudah dimana banyak orang yang bisa menghafal AlQur'an dari > generasi ke generasi. Allah memberkati kita semua dengan AlQur'an," > tukas Yousef. > > Meski demikian, ia meyakini bahwa dialog adalah cara terbaik dalam > berdakwah terutama dikalangan Yahudi. Ditanya tentang > kelompok-kelompok Yahudi yang mengklaim Anti-Zionis. Yousef menjawab > bahwa secara pribadi maupun dari sisi religius, ia tidak percaya > dengan yahudi-yahudi yang mengklaim Anti-Zionis. "Dari sejarahnya > saja, mereka adalah orang-orang yang selalu melanggar kesepakatan. > Mereka membunuh para nabi (selain nabi Isa, tentunya), oleh sebab itu > saya tidak pernah percaya pada mereka, meski Islam selalu menunjukkan > sikap yang baik pada mereka," paparnya. > > Yousef menegaskan bahwa pernyataannya itu bukan untuk membela > orang-orang Palestina ataupun atas nama seorang muslim. Pernyataan itu > merupakan pendapat pribadinya. "Allah Maha Tahu," tandasnya. > > Sebagai orang yang pernah tinggal di pemukiman Yahudi di wilayah > Palestina, Yousef mengakui adanya diskriminasi yang dilakukan > pemerintah Israel terhadap muslim Palestina. Ia sendiri pernah dipukul > oleh tentara-tentara Israel meski tidak seburuk perlakuan > tentara-tentara Zionis itu kepada warga Palestina. > > "Saya masih beruntung, penderitaan yang saya alami tidak seburuk > penderitaan saudara-saudara kita di Afghanistan yang berada di bawah > penjajahan AS atau saudara-saudara kita yang berada di kamp penjara AS > di Kuba (Guantanamo)." imbuhnya dengan rasa syukur. > > Shalom, > Tawangalun. > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
