http://penumpaskorupsi.blogspot.com/2012/11/ulah-mafia-buku-lks-kelas-3-sd-berisi.html
Ulah Mafia: Buku LKS kelas 3 SD berisi resep awet muda dengan cara mengisap 
ganja

Apakah ini ulah mafia pendidikan, yang mengeruk
 uang rakyat, uang negara dan sekaligus merusak masa depan anak bangsa 
negeri ini? Celakanya perusakan masa depan negeri ini dibiayai oleh uang 
rakyat & uang negara. Apakah negeri ini memang mau hancur, karena pejabat2nya 
memang membiarkan bangsa ini dirusak, hanya karena mendapat imbalan dari mafia 
atau jangan2 mereka jadi pejabat karena dibantu oleh para mafia? 

Analoginya, seperti kasus2 warga Indonesia yang diperkosa dinegara lain, tidak 
ada pembelaan yang konkret, malah
 terasa bahwa seolah2 para pejabat negeri ini mempersilahkan bangsa lain 
memperkosa & memperlakukan warga Indonesia dengan seenaknya sendiri,
 sehingga sepertinya bangsa ini oleh para pejabat dijadikan bangsa budak
 yang boleh diperlakukan seenaknya sendiri oleh negara2 lain.
Padahal para pejabat itu itu dapat gaji yang berasal dari uang negara, uang 
rakyat.

Dengan enteng & tanpa malu pengedar buku ini menjawab akan siap menarik buku2 
itu dari sekolah2 jika diminta oleh dinas pendidikan... sama seperti para 
mentri yang tersandung masalah selalu menyatakan akan siap mengundurkan diri 
jika diminta oleh Presiden, dengan alasan dia merupakan pembantu presiden dan 
hanya menjalankan tugas dari presiden serta hanya taat pada keputusan presiden..

Yang lebih fatal pengedar buku menyatakan bahwa yang protes & mempermasalahkan 
hanya 1 sekolah saja, ditempat
 lain tidak ada yang mempermasalahkan. Dengan tanpa melihat bahwa buku itu bisa 
mengajari anak menjadi pecandu narkoba..

Terlihat sekali bahwa berani beragumentasi asal bicara, karena sering terlihat 
bahwa aparat hukum tidak pernah berani pada para mafia ini.
Rakyat
 kecil mencuri sandal jepit untuk makan bisa digebukin & menginap 
dipenjara bertahun2, sedangkan para mafia menggarong ratusan milyar & merusak 
jiwa bangsa, aparat hukum seolah bingung dalam menindak.

Salam - (belum) Merdeka !!!
KPK - Kelompok Pejuang Kemerdekaan

http://www.merdeka.com/peristiwa/lks-kelas-3-sd-berisi-resep-awet-muda-dengan-isap-ganja.html

      
      
      Buku LKS kelas 3 SD berisi resep awet muda dengan cara mengisap ganja
 



 Belum lama ini, gambar bintang porno Miyabi nongol di lembar kerja 
siswa (LKS) di sekolah Jawa Timur. Kali ini ada LKS Bahasa Jawa kelas 3 
SD ada kata pesan yang tidak pantas.
 
 Dalam buku LKS Bahasa Jawa
 kelas 3 tersebut diceritakan, seorang kakek mempunyai mempunyai resep 
awet muda. Resep tersebut berupa kebiasaan madat atau mengisap ganja 
sebelum tidur, minum-minuman keras 2 botol dan menghabiskan rokok 2 
bungkus.
 Ajaran yang dianggap tak pantas 
dikonsumsi siswa SD tersebut terdapat dalam LKS Fokus Bahasa Jawa untuk 
kelas 3, yang diterbitkan oleh CV Sindunata Sukoharjo, Jawa Tengah. LKS 
yang dianggap bermasalah itu sudah digunakan selama setengah semester 
ini.
 
 Karena terjadi polemik, pihak penerbit siap menarik LKS. 
"Yang kami edarkan sejak pertengahan tahun ini sudah ada 5000 eksemplar 
di Jawa Tengah. Kami siap menariknya kembali jika ada perintah dari 
Dinas Pendidikan" ujar Manager CV Sindunata Sukoharjo Yatim Arohmah di 
kantornya, Senin (12/11).
 
 Yatim mengatakan, pihaknya sebenarnya
 mempunyai niatan baik dengan mencetak LKS tersebut. Yakni ingin ikut 
mencerdaskan bangsa sesuai visi dan misi pendidikan nasional. Yatim juga
 membantah jika pembuatan LKS tersebut tanpa pertimbangan matang.
 

 LKS yang dibuat CV Sindunata, menurut Yatim, bukan hanya beredar di 
Kudus saja. Namun sudah beredar di seluruh kabupaten/kota di Jawa 
Tengah, termasuk kota Solo.
 
 Di kota-kota atau kabupaten lain 
LKS yang beredar tidak bermasalah. Tetapi di Kudus oleh salah satu SD, 
LKS tersebut dianggap bermasalah.
 -----------------------------------------------
 


    
sebagian kecil contoh lain, ulah para mafia pendidikan perusak masa depan negeri

http://www.mediaindonesia.com/read/2012/06/06/325228/293/14/_Psikolog_Sesalkan_Buku_SD_Berbau_Pornografi
Psikolog Sesalkan Buku SD Berbau Pornografi Yang Diwajibkan Di Banyuwangi

MICOM: Isi empat buku yang berpotensi masuk sekolah di 
Jawa Timur dianggap tidak pantas untuk dikonsumsi sebagai bacaan anak 
oleh kalangan psikolog.













Pasalnya, buku fiksi tersebut dapat mendorong anak dalam perkembangan 
imajinasinya dengan mencobanya.













"Ini buku fiksi dan jika dibaca anak sekolah yang tengah 
mengembangkan imajinasinya, akan mendorong rasa ingin tahu anak yang 
berkembang liar. Akhirnya mereka mencobanya," tandas  Nur Ainy Fardana 
MSi, Psikolog asal Unair Surabaya kepada Media Indonesia, Sabtu (9/6).













Menurut kandidat doktor psikologi tersebut, buku fiksi yang 
menyampaikan pesan moral, tidak harus menyampaikan dalam kalimat yang 
vulgar tentang seks. 













Sebab, bukan pengetahuan ilmiah yang didapatkan, tapi justru rasa ingin tahu 
yang ditafsirkan macam-macam oleh anak.













Pendidikan untuk anak adalah pembangunan karakter. informasi 
proporsional dan seimbang. Padahal pengetahuan yang masuk ke pemikiran 
anak membentuk keyakinan dan memunculkan minat yang berlanjut pada peri 
laku anak.













"Untuk siswa SMA saja tidak boleh dibaca sembarangan, harus 
didampingi orang tua. Kalimatnya yang vulgar, tidak bisa ditelan 
mentah-mentah dan harus diolah. Sebab, kalau ditelan mentah-mentah, 
remaja akan menafsirkan itu hal yang lumrah, untuk membicarakan 
sekaligus melakukannya,? imbuhnya.













Seperti diberitakan, empat buku berbau pornografi akan masuk ke 
sekolah-sekolah di Jawa Timur. Dalam buku-buku tersebut terdapat dialog 
tentang  hubungan intim yang diperankan para tokoh.













Yang memprihatinkan, buku yang berbau porno tersebut justru 
diwajibkan oleh dinas pendidikan di daerah, seperti di Banyuwangi dalam 
sebuah tender lelang proyek. (OL-11)






_____________________________________________________________________





http://radiogayafm.blogspot.com/2012/06/buku2-porno-siap-dibagikan-untuk_06.html






Buku2 Porno Siap Dibagikan ke Perpustakaan Sekolah2 SD di Banyuwangi, Jawa Timur













Jika kita mencermati, tampaknya ada upaya sistematis untuk mengedarkan 
buku2 yang diduga bernuansa pornografi di sekolah2 SD di berbagai 
daerah. yang memprihatinkan, penyebaran buku porno ini bukan dibiayai 
oleh orang2 yang patut diduga ingin menghancurkan moral bangsa ini. Tapi
 pembelian buku2 porno ini dibiayai oleh uang negara, yakni dari APBN.







jadi si pelaku selain sukses merusak moral bangsa, juga mendapat 
keuntungan yang besar dari upaya perusakan moral bangsa melalui 
pembelian buku porno oleh uang negara dan dibagikan ke perpustakaan 
sekolah2 SD diberbagai tempat.















Setelah kejadian di Jawa Tengah, maka kalau kita mencermati di website 
LPSE kabupaten Banyuwangi, disana saat ini diadakan pengadaan buku untuk
 SD yang bernilai sekitar Rp. 7 Milyar. Dalam dokumen pengadaan (RKS) 
telah disebutkan judul buku yang harus ditawarkan oleh peserta yang akan
 mengikuti pelelangan pengadaan tersebut. Jadi peserta lelang harus 
menawarkan buku yang sudah disebut judulnya oleh dinas pendidikan dan 
panitia pengadaan. Jadi tidak boleh menawarkan judul buku yang lain,














Judul2 buku yang disebutkan itu beberapa diantaranya adalah mengandung 
pornografi sebagaimana berita media, dimana buku2 itu sempat beredar di 
Jawa Tengah. Dinas pendidikan, panitia pengadaan, maupun pejabat2 di 
Banyuwangi, ketika ditanya oleh masyarakat kenapa menutup pintu bagi 
judul buku yang lain untuk dibagikan ke perpustakaan sekolah2 SD di 
Banyuwangi, mereka selalu menjawab bahwa itu adalah merupakan hasil dari
 proses kajian, penelitian dan survey yang mendalam dll. Kalau mereka 
bersikukuh dengan argumentasi itu, artinya para pejabat di banyuwangi 
berpendapat 
bahwa buku2 porno itu adalah buku yang cocok untuk dibagikan di sekolah2
 SD di Banyuwangi.















Tentu saja ini mengejutkan dan sekaligus membongkar kebohongan serta 
kuat adanya dugaan rekayasa dalam pengadaan buku untuk perpustakaan 
sekolah2 SD di Banyuwangi. karena dari berita dibawah ini, penerbit buku 
itu sendiri kaget ketika tahu bahwa buku itu beredar untuk anak2 SD, karena 
memang sebenarnya untuk konsumsi remaja dan dewasa (pada sampul buku tertulis 
untuk remaja). Maka bagaimana bisa 
dinas pendidikan dan para pejabat di Banyuwangi menyatakan bahwa dari 
kajian dan proses pemilihan yang mendalam, akhirnya buku2 porno itu 
adalah yang dipilih untuk dibeli dan dibagikan untuk anak2 SD di 
Banyuwangi. Ada apa ini???















Kenyataan ini memperkuat dugaan adanya rekayasa yang melibatkan mafia 
pendidikan dan bekerjasama dengan pejabat2 di Banyuwangi, selain dugaan 
untuk mengeruk uang negara, ada misi tersembunyi dari para mafia 
pendidikan yang tidak disadari oleh para pejabat di Banyuwangi karena 
terdorong pikiran asal dapat bagian, yakni penghancuran moral anak2 
Indonesia sejak usia dini.















Dugaan ini belum tentu benar, maka ada baiknya masyarakat yang peduli 
pada pendidikan bisa melakukan cek kebenaran informasi pada orang yang 
diduga mengatur pengadaan buku perpustakaan SD di Banyuwangi, yang 
sering disebut2 sebagai mafia pendidikan di Jawa Timur yang merupakan 
agen dari sebuah konsorsium PT Darma Bhakti , yang diduga juga jadi dalang 
suplai buku porno 
untuk anak2 SD di kabupaten Kebumen Jawa Tengah, kabupaten Kuningan Jawa Barat 
dll. maupun kepada 
pejabat di 
Banyuwangi yang berwenang. Cek informasi bisa dilakukan kepada:







1. Rudy Budiman HP: 0811371218







2. Aka (operator dari Rudy Budiman) HP: 081357738393







3. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi (Bpk. Sulihtiyono) HP: 085336580059
4. Rony Nasrullah (PT Darma Bhakti) HP: 08111116089

http://www.suaramandiri.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1088:mafia-proyek-dak-pendidikan-sebut-marwan-effendy-sebagai-beking&catid=156:hukum-a-investigasi&Itemid=114
Mafia Pendidikan Sebut Marwan Effendi Sebagai Beking

suaramandiri.com (Surabaya) -  DAK (Dana Alokasi Khusus) pendidikan 
di beberapa kota di Jawa Timur terindikasi kuat menjadi ajang bancaan 
korupsi berjamaah antara birokrat dan rekanan dengan bantuan mafia 
pengadaan atau mafia proyek. Tidak tanggung-tanggung, mafia proyek yang 
menurut beberapa LSM teridentifikasi bernama Inggarwati dan Rudy Budiman
 menggunakan nama pejabat negara sekelas Marwan Effendy yang sekarang 
menjabat Jamwas (Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan) Kejagung yang 
diklaim sebagai beking.
Siaran pers yang dikeluarkan Panggung (Paguyuban LSM Tulungagung) 
menguatkan info bila sepak terjang mafia proyek itu cukup ampuh dalam 
memuluskan rekanan yang digandeng untuk dapat menjadi pemenang tender 
pengadaan DAK Pendidikan.
Tanggal 17 Agusutus 2011 lalu, Panggung menangkap basah adanya 
pertemuan Kepala Dinas Pendidikan (Bambang) dan Kepala Bagian Keuangan 
Kabupaten Tulungagung  (Fauzi) dengan Inggarwati dan Rudy Budiman di 
Hotel Elmi Surabaya. Karena merasa ketahuan sedang dibuntuti beberapa 
LSM dari Tulungagung, akhirnya pertemuan itu pindah di Hotel Majapahit 
Surabaya.
Hasil pertemuan di hotel Majapahit itu disepakati pekerjaan 
peningkatan mutu pendidikan akan diberikan kepada Inggarwati, Rudy 
Budiman, dan rekanan yang yang mewakili kepentingan DPRD Kabupaten 
Tulungagung. Setelah disepakati, maka pekerjaan akan mulai diatur agar 
orang atau rekanan lain tidak bisa mengikuti pelelangan.
Inggarwati menjamin, meski nanti mekanismenya menyimpang, tidak perlu
 kuatir jika dilaporkan  LSM. Karena dirinya diback-up pejabat tinggi 
Kejaksaan Agung. Sehingga nanti bila ada laporan dari LSM ke kejaksaan 
negeri ataupun kejaksaan tinggi, pasti aparat kejaksaan di Jawa Timur 
tidak akan berani memeriksa pekerjaan ini, sembari menyebut nama Marwan 
(Jamwas, red).
Dibeberapa daerah  peningkatan mutu pendidikan yang dibiayai dana DAK
 pendidikan yang dikerjakan Inggarwati, meski ada mekanisme yang tidak 
terlalu sesuai dengan aturan dan tidak sesuai dokumen pelelangan RKS 
serta barang yang dikirim tidak sesuai dengan spesifikasi dari 
Kementrian Pendidikan, terbukti aman – aman  saja.
“Inggarwati menyebut Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Mojokerto, 
Ngawi dan beberapa tempat lagi diluar Jawa Timur dirinya pernah mendapat
 jatah DAK Pendidikan. Yang penting bagaimana panitia mau memenangkan 
Inggarwati atau orang - orangnya. Karena selain punya backing dan 
menjalankan perintah dari oknum di kejaksaan agung yang bernama Marwan 
tadi untuk mencarikan dana operasional, juga aparat hukum di jawa Timur 
dan beberapa tempat lain telah menerima jasa baiknya, baik promosi 
jabatan ataupun juga mendapat setoran  rutin darinya,” ungkap aktivis 
LSM mengutip perbincangan Inggarwati dengan pejabat Pemkab Tulungagung 
di Hotel Majapahit. 
 
 Hal ini ditambahi Rudy Budiman yang 
mengaku suruhan Kadin Jawa Timur mencontohkan dirinya sebagai penyedia 
kain dan seragam untuk  pegawai negeri di hampir seluruh kabupaten di 
Jawa Timur. Sebab seperti pengadaan kain dan seragam pegawai negeri 
tersebut, meski bahan kain tidak sesuai spesifikasi dan mutu yang 
ditentukan, tapi terbukti aman – aman saja. Karena selain dibacking 
Ketua Kadin Jawa Timur, juga rutin memberi setoran memelihara aparat 
hukum.
Tidak hanya itu, kedua mafia proyek ini selalu mengiming – imingi 
pejabat yang berwenang dengan komisi senilai 25 – 30 % dari nilai 
proyek. Sampai berita ini dirilis, Inggarwati dan Rudy Budiman kompak 
melakukan aksi tutup mulut ketika dikonfirmasi terkait keterlibatan 
dalam mafia proyek DAK Pendidikan beberapa daerah di Provinsi Jawa 
Timur.  Yudha
Note: Liauw Inggarwati HP: 081333300888 ; 082143555553

http://jurnal-korupsi.blogspot.com/2012/11/mafia-rampok-uang-rakyat-dengan-modus_1.html
Analisis GETAR - Gerakan Tampar Koruptor
Studi Kasus Kredit Fiktif Bank Jatim 50 Milyar & Berkuasanya Para Mafia Perusak 
Negeri (Kasus Korupsi Dana Pendidikan di Barito Kuala, Kalimantan Selatan)

Baca koran yang sama yakni Jawa Pos edisi 27 Oktober 2012, ternyata pelaku 
pembobolan bank Jatim ini, diberitakan bahwa yang bersangkutan juga terjerat 
kasus korupsi dana DAK pendidikan di Kalimantan Selatan pada tahun lalu, 
tepatnya di Kabupaten Barito Kuala. Dan diberitakan menjadi target DPO.
Tapi yang aneh sekarang ini (tahun
 2012), sebagaimana berita kedua
 dibawah ini, 
 tindakan dugaan korupsi rupanya diulangi oleh komplotan mafia yang 
sama di tempat yang sama yakni  kabupaten Barito Kuala dan pada bidang 
yang sama
 yakni korupsi dana DAK pendidikan.

Padahal upaya korupsi 
bisa terjadi karena ada kerjasama dengan pejabat setempat. Dengan para 
mafia itu bisa dengan leluasa mengulangi lagi tindakannya di kabupaten 
Barito Kuala, ini
 mengindikasikan bahwa ada 3 kemungkinan.
yang pertama: pejabat kabupaten Barito Kuala tidak jeli & tidak waspada
yang kedua: memang ada dugaan kuat terjadi korupsi berjamaah antara komplotan 
mafia & pejabat di kabupaten Barito Kuala
yang
 ketiga: karena aparat hukum setempat terkesan ogah2an menindak para 
koruptor, maka koruptor bersikap arogan, seolah menjadi majikan dari 
aparat hukum setempat

Hipotesa: Apakah ini merupakan cermin pengelolaan masyarakat, bangsa & negara 
di seluruh Indonesia saat ini???
------------------------------------------------
Berita Pertama
http://jurnal-korupsi.blogspot.com/2012/10/mafia-rampok-uang-rakyat-dengan-modus.html
Mafia Pendidikan Rampok Uang Rakyat Dengan Modus Kredit Fiktif Bank Jatim 50
 Milyar

Harian milik Dahlan Iskan, Terbitan jawa Timur, yakni Jawa Pos 3 hari berturut2 
(24,25, 26 Oktober 2012) memberitakan
 kasus kredit fiktif yang menguras dana masyarakat di Bank Plat Merah/ Bank 
milik Pemerintah, yakni Bank Jatim sebesar
 Rp.50 Milyar. Dalam berita tersebut diberitakan bahwa Polisi dalam hal 
ini Polda Jatim telah menetapkan 13 tersangka, yakni 6 orang pegawai 
bank jatim & 7 orang & perusahaan pengaju kredit fiktif.

Dalam
 berita tersebut disebutkan otak dari kredit fiktif ini adalah Yudi 
Setiawan dengan memakai perusahaan PT. Cipta Inti Parmindo. Sedangkan 
perusahaan2 lain adalah perusahaan2 milik Yudi juga, dimana yang 
dijadikan pimpinan adalah anak, sopir, pembantu, pegawai dari Yudi. Dan
 diketahui semua kredit yang diterima dari bank jatim  pada perusahaan2 
itu semua dananya akhirnya mengalir ke Yudi atau PT Cipta Inti Parmindo.

Sekilas
 dari
 berita ini tidak ada yang aneh. Tapi jika ditelusuri sebenarnya banyak 
hal yang bisa membuat otak kita berkerut. Hal2 itu adalah:

1. 
Dalam berita yang ditahan hanyalah pegawai dari Bank Jatim, dengan 
alasan dikuatirkan akan mempersulit penyidikan. Tapi pemilik perusahaan2
 yang menerima uang tidak ditahan. Apa polisi tidak akan kesulitan 
melakukan penyidikan, jika perusahaan2 itu menghilangkan barang bukti 
atau pemiliknya lari keluar negeri? karena sampai sekarang juga  tidak 
ada uang hasil pembobolan yang disita ataupun rekening milik 
orang2/perusahaan2 itu yang diblokir dll. Apakah tidak terpikir untuk 
menyelamatkan uang negara yang dibobol?

2. Disebut2 pemilik PT. 
Cipta Inti Parmindo adalah otak dari kredit fiktif, tapi kenapa yang 
dinyatakan tersangka adalah hanya Yudi Setiawan? Padahal pengendali 
utama dari perusahaan ini adalah Liauw Inggarwati, yang sering 
disebut sebagai mafia pendidikan dan dalam akta perusahaan merupakan komisaris 
dari perusahaan
 ini. Apalagi kredit fiktif ini disebut2 dalam berita terkait dengan 
kegiatan dan proyek fiktif dunia pendidikan. seharusnya aparat hukum 
juga menyelidiki aliran uang yang mengalir ke Liauw Inggarwati, dan 
menyelidiki keterlibatannya, karena Yudi Setiawan (keponakan Liauw Inggarwati) 
hanyalah pelaksana
 yang dipasang sebagai Direktur perusahaan ini, dan yang bisa mengatur 
kemulusan kredit2 fiktif  dari bank plat merah ini adalah Liauw 
Inggarwati.

3. Melihat begitu gampangnya uang bank sedemikian 
besar diberikan secara cuma2 atau dipersilahkan dengan mudah untuk 
dikuras/dirampok, bisa diduga
 ini adalah pekerjaan para mafia. Dan para pejabat seperti dalam berita 
kasus ini diduga mendapatkan sedikit upah dan imbalan dari para mafia

4.
 Yang memprihatinkan kredit2 fiktif ini diambilkan dari dana KUR (Kredit
 Usaha Rakyat), yang seharusnya digunakan untuk memajukan ekonomi 
rakyat. Tapi malah diberikan untuk dihabiskan oleh para mafia. 

5.
 Untuk itu patut diselidiki apakah KUR diseluruh bank pemerintah yang 
dalam pernyataan menteri keuangan senilai puluhan trilyun benar2 
digunakan untuk memajukan ekonomi rakyat, atau sekarang menjadi kredit 
macet, karena uangnya sebenarnya tidak dipakai untuk memajukan ekonomi 
masyarakat, tapi malah dinikmati oleh para mafia dan dibawa lari, entah 
dibawa lari di dalam negeri atau keluar negri. Sedangkan di jawa Timur 
sendiri kredit KUR sudah berjumlah trilyunan, dan patut diduga 
berpotensi menjadi kredit macet, karena tidak tepat sasaran dan 
dijadikan bancakan oleh para mafia itu.

6. Yang harus diwaspadai pula, Liauw Inggarwati dengan operatornya Rony 
Nasrullah dari PT. Dharmabakti,
 juga sering diberitakan sebagai mafia pendidikan yang diduga 
bekerjasama dengan para pejabat didaerah dalam korupsi proyek2 
peningkatan mutu pendidikan, dengan modus mengurangi jumlah dan kualitas
 dari barang peningkatan mutu pendidikan, dan hal ini berdampak luas 
bagi kualitas pendidikan nasional. Kenapa hal ini bisa mulus terjadi, 
karena diduga sebelum proyek itu dilakukan para pejabat didaerah sudah 
mendapat insentif (uang sogok) dari Liauw Inggarwati, sehingga para 
pejabat itu menurut saja padanya. Dan meski pernah diperiksa dugaan 
korupsinya oleh para aparat hukum, tapi dengan mudahnya kasus itu 
lenyap, karena diduga para aparat hukum sudah disuap. Patut diduga uang 
suap pada para pejabat didaerah dan pada aparat hukum tersebut juga 
berasal dari kredit2 fiktif yang didapatnya dari bank pemerintah itu. 

7.
 yang harus khawatir sebenarnya adalah para pejabat baik itu dari bank 
pemerintah pemberi kredit fiktif, maupun pejabat2 daerah seperti Lamongan, 
Tuban, Mojokerto, Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, Mojokerto, Banyuwangi, 
Lumajang, Probolinggo, Magetan
 dll, karena dalam berita dinyatakan bahwa kredit fiktif itu berkaitan 
dengan proyek2 pendidikan didaerah2 tersebut. Karena dengan fakta yang 
ditahan sekarang adalah hanya para pejabat bank jatim, sedangkan para 
mafia bebas. jadi siap2 saja para pejabat didaerah yang masuk penjara 
sedangkan para mafia bebas. Sebagai Ilustrasi dalam korupsi pembangunan 
GOR Magetan yang sudah ada putusan kasasi dari mahkamah agung, para 
pejabat harus mendekam ditahanan, sedangkan Liauw Inggarwati meski sudah
 dinyatakan tersangka, tapi tidak pernah diperiksa, apalagi masuk 
penjara, tahu2 namanya lenyap. Demikian juga dalam kasus korupsi laptop 
di Jember sebesar Rp. 19 Milyar, meski sudah dinyatakan tersangka sejak 
tahun 2009, tapi tidak pernah diperiksa, sedangkan pejabat dan guru2 
sibuk berhadapan dengan aparat hukum. Mungkin Liauw Inggarwati baru akan
 diperiksa setelah masa kedaluwarsa, dan kasus ditutup karena 
kedaluwarsa. 

8. Jadi para mafia itu sangat dimanjakan, karena 
dengan beri suap sedikit (dalam berita, diduga oknum Bank jatim terima 
Rp. 20 juta), mafia mengeruk dana rakyat Rp. 50 Milyar. Dengan uang itu 
para pejabat didaerah dan aparat hukum disuap sedikit, lalu Liauw 
Inggarwati & Rony Nasrullah mengeruk lagi dana rakyat/ dana 
pendidikan sebesar ratusan milyar. Dan dijamin kebal hukum, sedangkan 
akibatnya kemungkinan besar hanya para pejabat itu yang dipenjara, 
sedangkan para mafia bebas dan bisa meneruskan aksinya ditempat lain. 
Yang paling menderita adalah rakyat.

Kita
 prihatin, berkali2 terulang lagi bahwa para pejabat pemerintah lebih 
suka jika uang negara/ uang rakyat diberikan secara cuma2 (mafia 
dipersilahkan merampok dengan bebas), daripada digunakan untuk membangun
 masyarakat bangsa & negara. Maka patut dipertanyakan apakah para 
pejabat itu masih merasa sebagai warga negara Indonesia atau mereka juga
 sudah punya kewarganegaraan negara lain. Sehingga kalau negara RI sudah
 hancur dirampok, mereka akan pindah ke negara lain itu.

Note Tim Pesisir:
Untuk informasi yang seimbang bisa meminta informasi ke:
Liauw Inggarwat ; HP: 081333300888 ; 082143555553
--------------------------------------------------------------------------
Berita Kedua
http://www.majalah-gempur.com/2012/10/dana-dak-dinpendik-14-milyar-barito.html
 Dana DAK Dispendik senilai 1.4 Milyar Di Barito Kuala Kalimantan Selatan, 
Rawan Dikorupsi
 
 Kalimantan, MAJALAH-GEMPUR. Com. Pengadaan TIK (komputer, hardware software)
 sebesar Rp. 1,4 Milyar yang dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) 
Dinas Pendidikan sebagaimana dalam LPSE Barito Kuala, rawan Dikorupsi.
 

 Untuk itu panitia pengadaan, PPK (pejabat pembuat komitmen) dan para 
pejabat di kabupaten Barito Kuala untuk waspada, agar para pejabat 
Barito Kuala tidak terjerat hukuman korupsi. Demikian himbauan yang 
disampaikan Koordinator LSM Bumi Seribu Sungai: Rony NP dalam suratmua 
yang disampaikan Bupati Barito Kuala, Kalimantan Selatan dan instansi 
terkait.

Menurut Rony, Kewaspadaan diperlukan, agar dalam penerimaan barang 
tidak tertipu, sehingga tidak terkena tindak pidana korupsi. Untuk itu 
barang yang dikirim kesekolah-sekolah, jangan terburu-terburu bahwa 
barang sudah diterima dinyatakan lengkap, sudah sesuai spesifikasi yang 
diatur dalam permendiknas tentang DAK Pendidikan maupun spesifikasi 
dalam dokumen pengadaan serta bisa berfungsi.
 
 Untuk itu sebelum
 barang dinyatakan lengkap, sudah sesuai spesifikasi yang ditentukan dan
 bisa berfungsi, maka perlu diperiksa dengan teliti. karena ada indikasi
 bahwa jumlah dan spesifikasi barang tidak sesuai dengan jumlah dan 
spesifikasi yang ditentukan.
 
 Jika tidak diteliti dengan seksama
 tentunya, jika sudah terlanjur dibayar memakai uang negara, sedangkan 
barang yang dikirim ternyata tidak sesuai dalam jumlah dan kualitasnya, 
bisa ada tuduhan bahwa para pejabat di Barito Kuala melakukan korupsi 
berjamaah. Dan jika penyedia barang setelah dibayar tentunya akan sulit 
dimintai pertanggung-jawaban.
 
 Hal yang perlu diperiksa Menurut 
Rony NP sesuai surat yang diterima MAJALAH-GEMPUR. Com adalah: Apakah 
hardware (komputer, laptop, printer dll) memang benar-benar sudah sesuai
 dengan jumlah dan spesifikasi yang ditentukan.
 
 Sebagai 
ilustrasi, saat ini diberitakan berbagai media bahwa beredar printer HP 
type 1000s yang antara isi dan kemasan tidak sama spesifikasinya. Apakah
 software baik itu software dari microsof memang benar-bemar asli dan 
sesuai ketentuan.
 
 Demikian juga software pembelajaran perlu 
diperiksa dan di-uji coba, apakah sudah sesuai jumlah dan 
spesifikasinya. Dan apakah memang bisa berfungsi. Karena saat ini ada 
indikasi beredar software pembelajaran yang ternyata banyak isinya yang 
tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan
 
 Pengadaan alat peraga 
siswa sebesar Rp. 2,37 Milyar yang dibiayai oleh DAK Pendidikan 
sebagaimana dalam LPSE Barito Kuala juga patut dicurigai. Dimana 
penyedia barang adalah CV Andalanku, yang beralamat di Jl. Jemur sari 
No.203 Blok B No. 15, Surabaya, Jawa Timur.
 
 Karena ada indikasi
 barang yang dikirim tidak sesuai dalam jumlah dan spesifikasi yang 
ditentukan. Apalagi terlihat dalam proses pengadaan, dimana peserta lain
 dinyatakan tidak layak dijadikan sebagai penyedia barang, dengan alasan
 tidak mempunyai syarat- syarat tertentu. Padahal CV andalanku juga 
tidak mempunyai syarat- syarat tertentu tersebut.
 
 Dan 
kualitasnya perlu diperiksa dan perlu diuji coba, apakah berfungsi atau 
tidak. Sebagai Ilustrasi, dalam peraga pendidikan untuk siswa, misalnya 
untuk cermin banyak yang bukan diberi cermin, tapi hanya potongan 
triplek yang ditempeli kertas mengkilat seolah seperti cermin. Dan dalam
 alat peraga yang berbentuk cerminparabola untuk fungsi memanaskan air, 
ternyata hanya bentuknya saja parabola pemanas air, tapi tidak 
berfungsi, karena memang dibuat dari bahan dan secara asal-asalan
 

 Kewaspadaan ini menurunya perlu diterapkan, karena sebenarnya 
perusahaan CV Andalanku dan CV Cahaya Anugerah, meski berbeda alamat 
adalah milik orang-orang yang sama. Mereka adalah anak buah dari mafia 
pendidikan Liauw Inggarwati.
 
 Untuk dicek kebenaran informasi 
ini, silahkan para pejabat Barito Kuala menghubungi pemilik-pemilik dua 
perusahaan itu: Kus Bachrul ; HP: 08165409271 ; 087839913133. Dwi Enggo 
Tjahjono ; HP: 08121677974 ; 087839913140. Nur Hidayati (istri Kus 
Bachrul) ; HP: 081231610974

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke