Radityo yang pandai dan banyak pengetahuannya ini
sudah membuktikan bahwa "otoritas agama kristen berada dibalik
kekejaman Nazi..."
Ia juga dengan berbukti menjelaskan "ngga pernah itu Vatikan
meminta maaf atas keterlibatan mereka dalam pembantaian Yahudi"
Jadi jelaslah apa yang dicuap-cuapkan oleh Jusfiq dan komplotannya
bahwa otoritas kristen telah meminta maaf cuma dusta belaka...
Itu jelas bukan yang pertama!!!
Paus Alexander IV bahkan memberi perintah yang jelas kepada
bangsa Portugis dan Spanyol untuk menjajah negara-negara di barat
dan Timur...atas nama G3
Armada Portugis, Spanyol, juga Belanda menerakan Salib di kapalnya
sebagai tanda restu gereja atas penjajahan yang mereka lakukan...
Jauh sebelum itu, gereja juga sudah berselingkuh dengan penguasa dan
kemudian menjual surat penghapusan dosa ...
Jadi persengkongkolan jahat antara Gereja dan penguasa, pembunuh jutaan orang
serta kaum kapitalis bukanlah cerita sekarang saja...
Kolaborasi Bush dan fundametalis kristen yang rajin menindas dan membunuh
adalah kontinuitas yang wajar ....
Munafik yang katanya telah minta maaf...
radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Jangan salahkan Nietzche! - Re: License to Kill God
Untuk Mang Ucup 'the drunken priest',
Saya tertarik mengikuti rangkaian tulisan Anda. Kadang ada pendapat Anda
yang saya setuju, ada pula beberapa opini yang tak bisa saya amini.
Saya juga sudah buka situs Anda di www.mangucup.net. Cukup kaget juga,
Anda ternyata dulunya adalah seorang pengusaha kursus komputer yang namanya
pernah berkibar di Indonesia berjuluk Yusuf Randy. Betul begitu, Mang?
Oke, lupakan sosok Yusuf Randy. Saya cuma ingin sedikit berkomentar tentang
tulisan
Anda yang bertajuk 'License to Kill God'. Menurutku, alur penulisannya bagus
dan menambah wawasan, tapi Anda saya nilai telah 'salah arah' dengan
memutar-balikkan fakta dan alur sejarah. Terus terang, itu amat saya sayangkan.
Anda yang telah sekian lama
mukim di Eropa mustinya mampu menyerap dan menyelami secara bijak denyut
segala kejadian baik di masa lampau maupun masa kini. Anda yang sudah
makan asam garam kehidupan mustinya mampu memilah mana sumber informasi
yang benar dan mana yang tidak. Kini tak ada lagi tempat buat seseorang
untuk bisa bebas meliuk-liukkan kasunyatan pada lembaran sejarah. Apalagi
kalau tujuannya agar masyarakat ketakutan pada sebuah rezim atau pada
sosok Tuhan, sehingga para politikus bebas bermain, juga pendeta dan para tokoh
agama tetap punya pekerjaan. Bukankah di masa lalu itu kerap terjadi? The Dark
Age
yang pernah melanda Eropa, misalnya. Ibarat keledai, mustinya takkan terantuk
batu kedua kali.
Begini ya Mang, sebagian masyarakat yang hidup di zaman kini tak mau menelan
mentah-mentah apa yang diucap dan apa yang ditulis oleh pemuka agama dan
orang-orang
yang mengaku beragama ABCDE hingga Z. Contohnya, kini banyak orang yang sepulang
dari misa atau jumatan, lalu googling di internet, sekadar untuk membuktikan
benar atau tidak apa yang baru saja diuarkan oleh sang pengkotbah. Risikonya
tinggi lho Mang kalau terbukti itu sekadar bualan. Minggu depannya mereka akan
mangkir ke gereja dan tempat-tempat ibadah lainnya karena merasa dibohongi.
Andai Gallup bikin poll tentang sumber-sumber informasi yang layak dipercaya,
saya yakin Google, Wikipedia dan mesin pencari lainnya akan menempati urutan
pertama dibandingkan isi khotbah dari pendeta dan sejenisnya.
Nietzche tidak tulalit
Mang, Anda telah begitu gegabah menuding almarhum Friederich Nietzche ngawur
dan tulalit. Itu tandanya Anda telah melecehkan dunia ilmu pengetahuan, karena
karya-karyanya justru jadi 'bacaan wajib' para mahasiswa di berbagai belahan
bumi sejak dulu hingga kini. Terus terang, saya bukan bermaksud membela
Nietzche, dia juga bukan siapa-siapanya saya. Tapi saya sekadar ingin
meluruskan yang bengkok. Anda seolah jadi wakil Tuhan (atau malah jadi Tuhan?)
karena sudah tahu bahwa Nietzche yang filsuf besar dan pemikir ulung itu masuk
neraka jahanam. Anda juga bilang, ia dikutuk Tuhan atas derita dan sakitnya
sebelum ajal menjemput. Kapan Tuhan pernah berbisik di telinga Anda kalau ia
kena kutukan? Pernahkah Tuhan mengirim malaikat ke rumah Mang Ucup? Memang
benar, si Nietzche sempat sakit
selama beberapa tahun. Lalu ia wafat di tahun 1900, diduga terserang penyakit
kanker otak........
"In 1879 Nietzsche resigned his professorship - or was forced to give up his
chair - due to his headaches and poor health."
Ingat lho Mang, di masa dulu nama penyakit belum beragam seperti zaman
kini mengingat dunia kedokteran belum semaju sekarang. Bisa jadi ia stress lalu
sakit-sakitan karena tekanan dari otoritas kampus agar ia hengkang dan
menanggalkan gelar keprofesorannya. Kalau membaca situasinya, justru
kemungkinan besar ada campur tangan otoritas agama yang meminta pengelola
perguruan tinggi menendang Nietzche karena dituding telah mengejek Tuhan.
Nietzche, Hitler, dan Luther
Kembali soal Hitler. Betul, Hitler dengan Nazi-nya telah membantai sekira 6
juta kaum Yahudi dan ras non-Arya di Eropa. Tetapi apa benar
pemikiran-pemikiran Nietzche telah mengilhami Hitler, sehingga ia musti ikut
dipersalahkan? Kalau toh benar, bagaimana dengan ribuan mahasiswa di seluruh
dunia yang menelaah pemikiran-pemikiran Nietzche? Apa mereka
lalu menjadi Hitler-Hitler baru? Saya yakin, jawabnya adalah tidak. Mayoritas
dari
mereka malah menjadi makhluk arif bijaksana yang mampu memahami apa makna dari
segala perbedaan, dan mampu menyelami secara mendalam apa arti hidup di dunia
ini -
walau mungkin sebagian kecil dari mereka ikut-ikutan Nietzche: tak mengakui
akan eksistensi Tuhan.
Mang, Kalau Anda sebut Hitler kena pengaruh kuat dari Nietzche, tolong
cuplikkan dari pidato-pidato Hitler yang menyebut Nietzche mengilhaminya untuk
membunuhi orang Yahudi. Yang saya tahu, berulang kali dalam pidatonya di
berbagai kesempatan, Hitler justru selalu menyebut Martin Luther-lah yang
memberi inspirasi kepadanya untuk membasmi Yahudi. Luther adalah tokoh agama
kelahiran 1482 yang amat anti-Semit. Dua tahun sebelum meninggal, Luther
menorehkan sikap kerasnya yang anti-Semit dalam sebuah tulisan. Ia amat
menyayangkan kenapa orang Yahudi tak dibasmi saja sejak dulu. Berikut salah
satu
cercaan Luther terhadap Yahudi (dikutip dari buku "Martin Luther: Hitler's
Spiritual Ancestor"
karya Peter F. Wiener):
"It is our own fault that we have not avenged the sacred blood of our
Saviour and the innocent blood of countless Christians and children,
spoiled since the demolition of Jerusalem until now; it is our own
fault that we have not annihilated the Jews but placidly let them stay
where they are in spite of all their murders, their curses, blasphemies,
lies, violations, and that we even protect their schools, their
dwellings, their persons and property."
Luther's antisemitic laws consist of seven paragraphs only. Here they are:
1. Set fire to their synagogues and schools; and what will not burn, heap earth
over it so that no man may see a stone or relic of them forever.
2. Pull down and destroy their houses since they perpetrate the same nefarious
things in them as in their schools. Pack them all under one roof or stable,
like the gypsies, that they may know that they are not lords and masters in our
land as they boast.
3. Deprive them of all their prayer-books.
4. Forbid their rabbis henceforth to teach.
5. Deprive them of the right to move about the country.
6. Forbid them the business of usury, and take from them all their belongings.
7. Hand the strong young Jews of both sexes flail, axe, mattock, spade,
distaff, and spindle; and make them work for their bread in the sweat of their
brow, like all the children of Adam. Confiscate their property and drive them
out of the country. (W53, 525 abridged).
It will be found, at close inspection, that Luther's laws are much more
strict, or at least as severe, as those of Hitler. Very often he repeated his
order, "The Jews have to be expelled from our country. Or he gave the
Christian advice. "The Jews deserve to be hanged on
gallows seven times higher than ordinary thieves" (W53, 502).
Itulah sebagian pemikiran Luther yang selalu dikutip Hitler.
Die hard creationist vs scientist
Gerakan anti-Semit sudah tumbuh di Eropa sejak awal-awal tahun Masehi.
Seiring bertambahnya tahun, gerakan itu kian mengkristal. Jadi kalau Hitler
telah membantai orang Yahudi, jangan salahkan Nietzche yang Anda sebut sebagai
pembunuh Tuhan, tapi salahkan Luther yang Kristen fundamentalis namun teracuni
oleh virus jahat rasialis. Kalau saya boleh menilai, jalan pikiran Mang Ucup
mirip Harun Yahya atau Michael Behe yang 'die hard creationist': selalu
menyalahkan para ilmuwan, dan mengklaim hanya ajaran agamalah yang paling
benar. Nietzche, juga Charles Darwin dan Karl Marx adalah sebagian ilmuwan
kelas dunia yang dicap 'orang berbahaya' oleh kaum kreasionis, baik ICR
(Kristen) maupun Harun Yahya. Mereka dituding sebagai 'penggoyah iman' - bukan
'penggoyang iman' macam joged ngebornya Inul Daratista.
Mustinya Luther dan Hitler-lah yang pantas masuk ke neraka, bukan Nietzche
yang humanis dan cinta damai. Kenapa? Karena mereka berdua membenci bangsa dan
agama rivalnya walau di masa lampau pernah seakar: Yahudi. Jesus bukan
dari ras Arya, tapi ia Yahudi. Muhammad pun yang mengaku keturunan Ismael
adalah orang Arab. Keduanya seinduk: kaum Semit. Kalau saya buka kembali
catatan sejarah, pada 3 Januari 1521, Paus Leo X mengasingkan Luther dari
Gereja Katholik. Lalu 25 tahun kemudian, tepatnya pada 18 Februari 1546,
Luther yang memimpin reformasi Protestan meninggal dunia pada usia 62 tahun.
Hitler dan Soeharto
Namun ada juga penilaian bahwa sikap anti-Semit Luther tersebut wajar,
terkait kecenderungan yang meluas di Eropa saat itu. Kalau sempat nonton film
The Merchant of Venice akan terlihat potret buram ketimpangan sosial di Eropa.
Tapi kecenderungan tersebut juga buah diskriminasi yang orang Yahudi hadapi
sejak abad-abad pertengahan. Apa yang dulu terjadi di Eropa melebihi sikap
diskriminasi pemerintah Orde Baru dan sebagian bangsa Indonesia terhadap etnis
Cina. Tak heran kalau orang-orang Yahudi larinya ke bisnis keuangan,
perbankan, jasa non-keuangan, jual beli dan
lainnya. Mereka akhirnya menjadi sebuah kekuatan ekonomi global seperti sekarang
ini: Wall Street, NYSX, SSX, JSX, Chicago Bourse, Mercantile Commodity
Exchange, Microsoft, dan lainnya. Itu semua adalah hasil cetak konstruksi
sosial dari sebuah
sejarah yang amat panjang, termasuk diskriminasi tersebut. Sikap anti-Semit
Hitler juga amat dipengaruhi konteks sejarah saat itu.
Perlu pula dicatat, sebelum Hitler berkuasa, dia pernah merekayasa suatu
kerusuhan sosial dengan bantuan SS yang berujung pada sikap anti-komunis di
sebagian negara Eropa. Permainan ini persis seperti pernah dilakukan Soeharto
ketika akan berkuasa dengan terlebih dahulu menginjak bangkai-bangkai komunis.
Penting juga ditelusuri, apakah Soeharto mencontek langkah Hitler, atau
konseptornya sebenarnya sama, yaitu CIA? Pada dua kejadian tragis itu, AS
selalu jadi 'dewa penolong'.
Elisabeth Foerster-Nietzsche dan seorang Gendis
Elisabeth Foerster-Nietzsche, adik perempuan Nietzsche, memang pernah bekerja
untuk
Hitler, itu bisa dimaklumi mengingat Hitler adalah seorang kepala negara yang
bisa merekrut siapa saja untuk menjadi abdinya, asal punya ras Arya tentu
saja. Toh di masa itu orang-orang Jerman butuh pekerjaan yang layak setelah
didera perang berkepanjangan.
Jadi rasanya tak perlu dikait-kaitkan soal hubungan kekerabatan. Coba telusuri,
mungkin saja Elisabeth seorang Lutheran sejati. Andai Nietzsche masih hidup,
mungkin saja dia akan memprotes keras tindakan Hitler, walau risikonya besar:
dibantai tentara SS! Lalu apakah Hitler masih punya hubungan kekerabatan
dengan Luther? Walahualam. Coba telusuri di rerindangan pohon trah mereka.
Sekadar sebagai pembanding, ini saya beri secuil contoh kejadian di Indonesia.
Di bulan puasa lalu, ada seorang perempuan muda yang cantik menawan bernama
Gendis (bahasa Jawa: gula). Hampir seminggu sekali dia menyambangi kawasan
yang dihuni orang-orang
papa di Ibu Kota dengan membagikan sembako. Dia bilang kepada wartawan
bahwa tak ada maksud politis apapun di balik niat baiknya itu. Ia juga mampu
menepis isu tentang bapaknya yang dikabarkan serong dengan seorang selebritis.
Kalau sepanjang hidupnya kelak ia ternyata tumbuh menjadi sosok perempuan tanpa
cela, apa ia harus ikut dipersalahkan atas ulah kakek neneknya yang telah
menyengsarakan bangsa Indonesia? Kebetulan Gendis itu adalah cucu Soeharto - Bu
Tien, dan Gendis itu putri kesayangan pasangan Bambang Tri Hatmodjo dan
Halimah. Kalau toh nantinya Pak Harto harus
diadili dan dihukum mati, apa Gendis juga musti ikut diadili dan dihukum mati?
Kalau menurut paham agama, kalau kakeknya berdosa, apa cucunya yang tak tahu
apa-apa juga ikut-ikutan kena dosa?
Hitler pemeluk Katolik tulen
Saya pernah baca di sebuah artikel, bahwa tindakan Hitler justru diam-diam
didukung oleh kalangan gereja. Vatikan bungkam dan diam seribu bahasa selama
bertahun-tahun lamanya atas pembantaian jutaan kaum Semit itu. Padahal Hitler
dan ribuan pasukan Nazi itu adalah serombongan domba yang musti diasuh sang
penggembala. Entah siapa dulu yang menjabat sebagai kardinal di Jerman.
Tentu Anda tahu, Hitler adalah seorang pemeluk Katolik tulen. Sampai akhir
hayatnya, Hitler tak pernah mencopot label itu, dan tak pernah pasang label
lain. Andai Hitler itu
WNI, di KTP-nya pasti jelas tercantum apa agamanya. Saat ia mati tetap sebagai
pemeluk Katolik, bukan atheis. Ibarat kata pepatah: "Harimau mati meninggalkan
belang, Hitler mati meninggalkan aib maha besar. Sedangkan Nietzche mati? Ia
tinggalkan karya-karya besar!"
Satunya-satunya otoritas agama yang berteriak keras menentang langkah Hitler
justru gereja Protestan di Belanda pada 1943. Namun terlambat, karena jutaan
nyawa sudah keburu melayang. Sebelumnya, sekelompok penganut Protestan
diam-diam bikin gerakan bawah tanah untuk membantu menyelamatkan orang-orang
Yahudi agar terlepas dari dera siksa Nazi. Juga ada seorang pendeta Protestan
bernama Dietrich Bonheofer yang berusaha membunuh Paus, namun gagal.
Nah, apa Mang Ucup pernah dengar atau pernah baca artikel tentang permintaan
maaf dari
Vatikan karena tak mampu mencegah tindakan brutal dan biadab seorang domba
perindu surga yang haus akan pujian Tuhan bernama Hitler? Entah apa reaksi
dunia Islam tentang tindakan Hitler, apakah mereka ikut mensyukuri atas
terbunuhnya jutaan umat Yahudi atau mencela habis-habisan? Saya belum punya
catatan itu, barangkali ada yang punya? Ada yang bilang, diam itu emas, tapi
ada juga yang bilang bahwa sikap diam itu bisa bermakna menyetujui.
Kalau Hitler bertindak jadi manusia superhero yang mewakili sosok 'Tuhan',
bukan Nietzche penganjurnya, karena dia tak pernah menabalkan diri jadi Tuhan,
walau ia dengan tegas pernah mempertanyakan keberadaan Tuhan. Nietzche hanyalah
seorang 'free thinker' yang menjadi pengajar di sebuah perguruan tinggi.
Mungkin gajinya pas-pasan, hanya cukup untuk makan seadanya, bayar rekening
listrik dan air, bayar cicilan rumah plus beli buku-buku. Lain hal kalau ia
seorang penguasa dan politikus macam Hitler, Idi Amin, Marcos, Soeharto, SBY,
Jusuf Kalla dan Bush, ia bisa berkongkalikong dan main lirik-lirikan dengan
otoritas agama untuk mewujudkan mimpi dan ambisinya.
Anda mustinya tahu latar belakang yang sebenarnya kenapa Hitler membantai
jutaan kaum Semit (tak cuma Yahudi, tapi juga Gipsy dan lainnya). Penyebabnya
adalah gerakan anti-Semit yang sudah lama mengakar di Eropa itu berlabel
sentimen ras. Otoritas agama ikut bermain dengan mendiamkannya karena secara
tak langsung gerakan itu menguntungkan buat mereka. Kalau terjadi sesuatu,
misal perekonomian merosot, dengan gampangnya kaum Semit-lah yang dituding
sebagai penyebab utamanya. Tercatat pada 1933, Nazi, partai yang didirikan
Hitler, menyalahkan Yahudi sebagai sumber kemiskinan, pengangguran, dan
kekalahan Jerman dalam PD I. Sejak saat itu, toko dan jasa yang dikelola warga
Yahudi mulai diboikot. Orang Yahudi juga dilarang masuk sebagai pegawai
negeri. Tepat di tahun itu, Hitler menang pemilu parlemen. Ia menjadi kanselir
alias perdana menteri. Presidennya adalah Paul von Hindenburg. Tapi, setelah
Hindenburg meninggal pada 1943, Hitler menyatukan jabatan kanselir dan
presiden. Ia menyebut jabatannya adalah 'fuehrer' alias pemimpin. Muncullah
seorang diktator baru.
Andai Jerman tak meloloskan Hitler yang asal Austria menjadi warganegaranya
pada 1932, mungkin tragedi 'holocaust' yang sangat tak berperikemanusiaan
itu bisa dihindari. Begitu pula seandainya almarhum Soekarno menendang
Soeharto sejak awal atau memindahkan dia ke daerah terpencil di Irian
Barat, kejadian G-30-S takkan pernah terjadi. Yah, semua sudah terlambat,
karena mesin waktu ternyata cuma ada di film-film Hollywood.
Yahudi, kaum yang terlunta-lunta
Hitler kemungkinan besar sudah memendam dendam membara terhadap kaum Yahudi
sejak
kecil, terpengaruh lingkungan keluarga dan di sekolahnya, atau mungkin
juga terpengaruh khotbah bernada kebencian di rumah ibadah. Kalau Mang Ucup
ada waktu, coba telusuri jejak masa kecil Hitler, lalu kunjungi kota
tempat ia lahir. Bahkan jauh sebelum terjadi pembantaian Yahudi oleh Hitler,
nasib kaum
Yahudi sungguh tak enak dan tak nyaman. Mereka selalu jadi kelompok pecundang,
yang terusir dan teraniaya. Tak cuma nyawa meregang, tapi juga harta ikut
melayang. Pada 66 - 70 M, bangsa Yahudi memberontak dari penjajahan Romawi.
Pemberontakan gagal, kuil
Yahudi di Yerusalem dihancurkan. Pada 132, Yahudi memberontak kembali,
dan gagal lagi. Yahudi dilarang masuk Yerusalem, lalu nama kota itu diubah
menjadi Aelia Capitolina, dan nama provinsi diganti dari Yudea menjadi
Syria-Palaestina.
Nasib Yahudi kian terancam, ketika pada 312 Constantine sang penguasa imperium
Romawi memeluk Kristen, dan Kristen ditabalkan menjadi agama resmi. Bayangkan
dua kekuatan besar bersatu: kekaisaran dan otoritasagama. Percik-percik
kebencian terhadap kaum Yahoo (sebutan yang lagingetrend untuk Yahudi) timbul
tenggelam. Ratusan tahun kemudian, kekhawatiran itu terbukti. Tepatnya pada
periode 1095 - 1291 terjadi Perang Salib Pertama. Tentara Kristen membunuh
puluhan ribu orang Yahudi sepanjang perjalanan dari Eropa ke Yerusalem. Selama
hampir 200 tahun lamanya Paus menjadi komandan tentara Perang Salib
untuk melawan Islam dan Yahudi. Pada 16 Maret 1190, Tentara Perang Salib mulai
membantai warga Yahudi di Inggris. Pada 1290, Yahudi diusir dari Inggris.
Mereka baru diizinkan masuk lagi pada 1655. Pada 1306 - 1394 Yahudi
berulang-ulang diusir dari Prancis, tapi bisa kembali lagi asalkan membayar
sejumlah uang. Pada 1349, sebanyak 2.000 orang Yahudi dibakar di Strasbourg,
Jerman. Pada 15 Maret 1391 muncul gerakan anti-Yahudi
di Sevilla, Spanyol. Tanggal 12 Januari 1493 adalah batas waktu terakhir
bagi Yahudi di Sicilia (Italia) untuk meninggalkan pulau itu. Pada 31 Desember
1492 sekitar 100.000 orang Yahudi diusir dari Sisilia. Di tahun itu juga
Spanyol mengusir orang Yahudi dan muslim. Mereka pindah ke Afrika Utara atau
Turki Osmani, di mana mereka umumnya dapat hidup dengan damai. Pada 1496
Portugal dan Jerman mengikuti langkah Spanyol, mengusir Yahudi. Sebagianbesar
pindah ke Polandia. Sejak itu, separuh Yahudi dunia tinggal di Polandia.
Pada 1497, pemerintah Portugal yang didukung gereja memaksa orang Yahudi untuk
memeluk agama Kristen. Pada 1502, umat Islam dan Yahudi di Granada, Spanyol,
dipaksa berpindah agama menjadi Katolik. Pada 1601, otoritas gereja
memerintahkan pembakaran buku-buku berbahasa Ibrani di Roma. Pada 1670, Kaisar
Leopold I mengusir orang Yahudi dari Wina. Pada 1935, orang Yahudi dilarang
mendaftar sebagai tentara Jerman. Dalam salah satu rapat umum di Nuremberg,
dikeluarkan undang-undang untuk menjaga kemurnian
ras Arya. Keputusannya, dilarang menikah antara orang asli Jerman dan
keturunan non-Jerman seperti Yahudi. Pada 15 Februari 1936, orang Yahudi di
Jerman dilarang melakukan semua pekerjaan profesional. Hanya kerja kasar yang
diizinkan untuk mereka. Pada 12 Februari 1938, Jerman menduduki Austria. Atas
permintaan Partai Nazi Austria, pada 12 Maret tahun yang sama Jerman mencaplok
negara tetangganya itu. Sementara itu di Jerman, warga Yahudi diwajibkan
menambah nama Israel (untuk laki-laki) dan Sarah (perempuan) di nama mereka.
Huruf "J" juga mesti dipasang di baju mereka. Tanda "J" juga dicapkan di paspor
mereka. Jerman juga mengeluarkan aturan bagi warga Yahudi berusia di atas enam
tahun untuk memakai kalung bintang Daud.
Puncak kengerian terjadi. Berawal pada 7 November 1938, ketika seorang pemuda
Yahudi-Polandia menembak mati dua diplomat Jerman di Paris. Pemuda itu marah
atas perlakuan Nazi terhadap orang tuanya. Penembakan itu memberi alasan Nazi
menyerang orang Yahudi. SS, pasukan khusus Nazi, melakukan "Malam Menghancurkan
Kaca". Toko-toko dan kantor milik warga Yahudi dipecahkan. Sekitar 100 orang
Yahudi tewas, dan sisanya, 20 ribu orang, dikirim ke kamp konsentrasi yang baru
dibuat. Pada 17 Maret 1942 kamp konsentrasi Yahudi Belzec dibuka di Polandia
dan langsung dipadati 30 ribu orang Yahudi lokal. Pembunuhan terus berlangsung
hingga mencapai angka korban sekira 6 juta orang. Untunglah, pasukan Sekutu
mampu menyetop tindakan brutal pasukan Nazi. Pada 27 Januari 1945, pasukan
Sekutu membebaskan kamp Yahudi dan non-Yahudi Eropa dari kamp Nazi di akhir PD
II. Auschwitz merupakan kamp yang menyimbolkan karakter dan ideologi Nazi yang
melakukan aksi anti-Semit.
Kasihanilah Yahudi
Rupanya sudah suratan takdir Yahudi menjadi bangsa yang terlunta-lunta
sepanjang zaman. Andai sejak dulu bangsa Yahudi punya negara sendiri, nasibnya
tak akan memilukan seperti itu. Sedangkan Israel sendiri baru berdiri
di tahun 1948 (toh hingga kini tetap saja direcokin). Apakah itu juga karena
terpengaruh
Nietzche? Bukan, tapi karena terus munculnya rivalitas agama berbalut politik
dan sentimen ras. Mustinya, umat Kristen dan Islam berterima kasih terhadap
pengorbanan besar bangsa Yahudi, karena bangsa dan agama mereka telah
terpinggirkan. Tanpa itu semua, agama Kristen dan Islam tak akan mengglobal
seperti sekarang.
Para Nabi kaum Semit menangis di surga
Sekadar saran, andai Mang Ucup kelak jadi pendeta, saat berkhotbah mustinya
Anda selalu berseru dan berseru tentang pentingnya umat beragama untuk menjaga
perdamaian dan saling tolong menolong, bukan cuma slogan Tuhan itu Esa, Tuhan
itu ada, juga bukan cuma janji-janji surga dan ancaman kobaran api neraka.
Jemaah pasti akan percaya kalau Mang Ucup bilang bahwa Adam, Eve, Cain, Abel,
Seth, Enoch, Noah, Hud, Salih, Abraham, Sarah, Hagar, Ishmael, Isaac, Loth,
Jacob, Joseph, Jethro, Job, Moses, Aaron, Yehezkiel, David, Solomon, Elijah,
Elisha, Jonah, Zecharia, Ezra, John the Baptist, Jesus, Maria, Mohammed, Siti
Khadijah dan lainnya beramai-ramai menangis di surga bak paduan suara.
Sementara di neraka, Nietzche juga pasti ikut menangis meraung-raung, karena
menurut Mang Ucup dia telah membunuh Tuhan dan pantas masuk neraka. Orang Jawa
bilang, "Nietzche kuwi uwis matheni Gusti Allah, saiki slirane nyemplung ning
intiping nroko....."
Para nabi mulia dan kerabatnya yang satu sama lain saling bersaudara itu
sedih sesedih-sedihnya menyaksikan dari jendela surga dengan memandangi seisi
Bumi, ternyata umat pemeluk agama yang pernah mereka tebar dan bangsa-bangsa
keturunan
mereka kok malah saling cakar-cakaran dan berbunuh-bunuhan hanya karena
perbedaan agama, walau awalnya berinduk sama. Mereka semua mengakui Tuhan Yang
Maha Esa, tapi bentuk keeesannya berbeda-beda. Kitab suci mereka juga sebenarnya
serupa, namun tak sama. Itulah mungkin yang dulu bikin sosok intelektual
sekaliber Nietzche jadi bingung, menganggap agama warisan kaum Semit ternyata
tak punya sumbangsih apa-apa terhadap perdamaian dunia, tapi malah bikin bumi
gonjang-ganjing tiap detiknya. Itu terus berlangsung hingga kini, dan mungkin
hingga hari kiamat tiba - karena ini sudah menjadi masalah yang tak bakal
terselesaikan dari zaman ke zaman (unsolvable problem). Orang-orang yang putus
asa dan lalu lepas harapan pasti akan membatin dan memunculkan beragam tanya.
Untuk apa agama diciptakan? Kenapa Abraham yang sudah punya Sarah kok mengawini
Hagar dan perempuan lain? Kalau sudah ada Taurat, kenapa lalu dimunculkan Injil
dan kitab suci lainnya? Dengan munculnya berbagai agama yang diklaim turun
dari langit, kenapa kehidupan di bumi bukannya kian damai?
Sekadar renungan
Nah, agar kejadian-kejadian mengenaskan itu tak lagi terulang, kita semua perlu
menyadari
akan bahayanya rasisme, termasuk bangsa Indonesia perlu belajar keras
dari sejarah peradaban bangsa-bangsa di dunia. Buka mata, buka telinga
selebar-lebarnya. Harapan saya, tak ada lagi sentimen agama, tak ada lagi
sentimen ras, tak ada lagi sentimen kesukuan, dan lain sebagainya. Kalau
beragam pikiran busuk itu tetap kita pendam dan kita
pelihara, suatu saat akan kembali meletup peristiwa besar yang bakal
menimbulkan korban jutaan nyawa. Kalau kita semua tak waspada, tragedi seperti
yang pernah terjadi di era Hitler akan kembali terulang dalam kemasan lain,
entah di belahan bumi mana, mungkin juga di negeri tercinta Indonesia (karena
bibit-bibitnya terus bersemai dan ada yang menyemai).
Salam sejahtera untuk semua,
Radityo Djadjoeri
e: [EMAIL PROTECTED]
___________________________________________________________
License to Kill God
Oleh Mang Ucup
Banyak pembaca yg menilai bahwa tulisan saya akhir2 ini menyesatkan
pembacanya, se-akan2 saya memproklamasikan Nietzsche sebagai
pengganti Allah dan mang Ucup yg jadi nabinya! Itu tidak benar.
Saya menulis tentang Nietzsche, karena saya ingin membuktikan bahwa
apa yg ditulis oleh dia itu ngawur tulalit tulen, bahkan sangat
menyesatkan sekali sehingga mengorbankan jutaan jiwa. Nietzsche
boleh ber-koar2 sampai tuh mulut berbuih di api Neraka, bahwa Tuhan
itu sdh mati, tetapi fakta dan kenyataannya; bukannya Tuhan yg mati
melainkan Nietzsche sendirilah yg telah habis dimakan cacing dan
jadi debu, sedang Tuhan sendiri masih tetap hidup!
Sejak manusia diciptakan sudah banyak sekali orang yg mencoba untuk
membunuh Allah maupun para penyembah-Nya, tetapi kenyataannya Allah
itu semakin hidup, bahkan penyembah-Nya pun menjadi bertambah banyak
ribuan kali lipat ganda. Dan mereka yg berhasrat untuk membunuh
Allah selainnya semuanya sudah mati, mereka juga telah kena kutuk
terlebih dahulu, sehingga akhirnya jadi gila. Nietzsche sebelas
tahun jadi gila sebelumnya ia mati, begitu juga dgn Raja Herodes
Agung, dimana ia bukan hanya membunuh istrinya melainkan tiga orang
putera2 kandungnya sendiri dibunuh olehnya, demikian juga dgn Raja
Nero.
Doktrin Uebermensch (manusia paripurna super human) telah
dimanfaatkan oleh Hitler, dimana ia menilai bahwa orang Eropa Utara
asli yg berambut pirang dan bermata biru termasuk ras Aria. Mereka
menamakan dirinya sebagai Herren-volk, dimana bisa diartikan sebagai
bangsa Tuhan (Herren = Tuhan dlm bhs Jerman) atau bangsa kaum
juragan.
Maka tidaklah heran apabila Hitler mewajibkan rakyatnya untuk selalu
mengucapkan salam hormat dgn sebutan Heil Hitler". Heil itu diambil
dari kata Heilig" Holy, suci atau kudus, maka dari itu juga
sebutan untuk The Salvation Army" (Bala Keselamatan) dlm bhs
Jermannya adalah Heilsarmee = Tentara Suci, karena Hitler sudah
menilai dirinya sebagai Sang Juruselamat.
Tokoh atau pemeran utama yg mengindoktrinasikan Nazi dan Hitler dgn
doktrin Uebermensch adalah Elisabeth Foerster-Nietzsche atau adik
kandungnya dari Friedrich Nietzsche sendiri. Ia meninggal dunia di
th 1935 th, pada saat pemakamannyapun Hitler turut hadir. Untuk
merealisasikan doktrin tsb Hitler dan antek2nya telah membunuh lebih
dari enam juta orang.
Sejarah telah membuktikan bahwa manusia tidak akan mampu
menciptakan uebermensch (super human) entah ini melalui kloning
ataupun manipulasi Gen sekalipun juga, karena kemampuan/kekuasaan
ini berada di tangan Tuhan sepenuhnya, percobaan untuk menjadi Allah
hanya akan mengakibatkan malapetaka bagi umat manusianya sendiri.
Begitu juga dgn keinginan untuk membunuh Tuhan, mungkin kita akan
mampu mendelete dan menghapus Tuhan di dlm pikiran kita, tetapi
selama kita masih hidup, mau atau tidak; kita akan selalu di
konfrontasikan dgn keberadaan-Nya, entah itu melalu bencana alam
maupun segala macam mukzijat dan berkat-Nya.
Mang Ucup percaya kepada Tuhan Yesus, atau Allah yg telah menjelma
menjadi manusia, walaupun Yesus adalah Allah, tetapi Ia juga
merasakan semua penderitaan yg dialami oleh setiap manusia, dimana
Ia juga merasakan lelahnya dari pekerjaan, rasa lapar dan haus, rasa
sewot, sakit dan sedih, bahkan rasa takut. Yesus tidak ingin
dibedakan daripada manusia2 lainnya, bahkan Ia juga bisa dibunuh
mati ! Jadi tidaklah salah apabila Nietzsche menyerukan "Allah sudah
mati dan kita semua yg membunuhnya. Dia Mati berdarah melalui pisau
kita, siapakah yg akan menghapus darah tsb dari kita?" Kitalah yg
sebenarnya layak dinobatkan dgn julukan sebagai God Killer, karena
Ia harus mati untuk menebus dosa2 kita.
Tuhan Yesus memang telah dibunuh mati, tetapi "License to Kill God"
pada saat itu telah diberikan kepada manusia oleh Allah
sendiri. "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh
karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.,"
Walaupun demikian karena Tuhan Yesus itu adalah Allah maka Ia, yang
telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah
dibangkitkan menurut Roh," Pada saat hal ini terjadi, akan genaplah
firman Allah yang berbunyi, "Maut telah ditelan dalam kemenangan."
Hai maut, mana kemenanganmu? Mana sengatmu? Karena dosa, yaitu
sengat yang mengakibatkan maut, akan lenyap semuanya;
Bagi mereka yg percaya bahwa Tuhan itu sudah mati sebaiknya jauh2
hari dari sekarang daftar diri ke rumah sakit jiwa, karena antrean
disana cukup panjang, mengingat dgn naiknya harga BBM, pasien yg
sakit jiwa pun semakin hari semakin bertambah. Tetapi bagi mereka
yg percaya bahwa Allah itu hidup maka mereka mempunyai harapan dan
juga mempunyai masa depan. Itulah kepercayaan yg mang Ucup imani.
Dgn ini saya akhiri oret2an mengenai Friederich Nietzsche dgn ucapan
banyak terima kasih atas kesabarannya dan juga permohonan maaf
kepada para pembaca yg secara langsung ataupun tidak langsung pernah
merasa tersinggung oleh oret2an saya yg sebelumnya.
Maranatha
Mang Ucup The Drunken Priest
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net
---------------------------------
Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS
Visit your group "proletar" on the web.
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/