Sampai detik ini belum ada orang yg ngecek test DNA kpd kedua orang tuanya untuk membuktikan misalnya bahwa Genduk Mus betul2 anaknya Kasan dan Painem.Tapi wong Genduk wis percoyo mau apa,walaupun dulu ketika bayi Genduk gak ingat siapa yg ngehamili ibunya dan ibunya yg mana.Nah begitulah wong Islam percoyo bahwa Allah,surga dan neraka itu benar2 ada.
Tawangalun. --- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > > > Menarik nih. > > Dimas & Genduk Mus bicara pembuktian, Tawangalun > bicara pengakuan. > > Bagi yang berkecimpung di dunia spiritual, kenyataan > tentang kesatuan dua kondisi (spiritual-material, > ruang-waktu, abstrak-konkrit, baik-buruk, dst) bukan > hal yang asing. Bahkan dipahami sebagai kenyataan > yang paling nyata (untuk menghindari polemik tentang > 'paling benar'). > > Berbeda dengan kaum materialisme yang umumnya memisahkan > kedua kondisi ini lalu tetap berpihak ke wilayah materi. > Mereka cuma berani kecipak-kecipuk di tepi kolam spiritual. > Tak mau merenangi apalagi menyelaminya. Takut tenggelam > di sana hanya lantaran takut murtad kepada materialisme. > Sehingga mereka terlihat seperti orang yang tidak tau bahwa > selagi masih hidup tubuhnya senantiasa membutuhkan udara > yang abstrak.. > > Karena itu soal keberadaan Tuhan dsk (sorga; malaikat dlsb) > terlalu berlebihanlah naifnya kalau harus dibuktikan hanya > secara materi. Sebab, "Do'i" juga tidak cukup kalau hanya diakui > secara spiritual. > > Jadi (biar tambah bingung :) soal satu ini kalangan spiritual > - apapun agamanya dan siapapun tuhannya - tidak akan bicara > 'pembuktian' maupun 'pengakuan', tetapi bicara 'jawaban'. > > Iya dong, 'pembuktian' selalu membutuhkan rumus-rumus bikinan > orang lain untuk memperkuat 'bukti'. Begitu juga 'pengakuan', > selalu butuh dalil-dalil orang lain untuk membuatnya yakin. > Sedangkan 'jawaban', haruslah ditemukan sendiri. Cari, pikir, > simpulkan, susun sendiri rumusan dalilnya. Kalau nggak mau mencari > ya jangan bertanya. Berhenti berpikir lalu ngedisko aja terus > sampe sepatu jebol, telapak kaki kapalan. > > Supaya nggak terlanjur bingung, terutama bagi kaum materialis > nan fana, ambil saja contoh 'jawaban' seperti ini - contoh lainnya > boleh cari sendiri: > > Borobudur. > > Ada yang belum tau bangunan ajaib ini? > Sayang juga kalau tahu tapi belum pernah ke sana. > Menyentuhnya. > > Tapi, tahu atau tidak, pernah menyentuh atau belum, > yang pasti semua orang akan bilang Borobudur itu 'ada'. > > Bagaimana dia bisa ada? > > Ya karena ada yang membuat / membangun / menciptakan. > > Siapa yang membuat / membangun / menciptakan Borobudur? > > Buku-buku sejarah bilang, Wangsa Syailendra. > Sedangkan beberapa buku arsitektur menyebut sang arsitek > bernama Gunadharma. > > Nah, > perlukah orang 'melihat' keseluruhan dinasti Syailendra > maupun si Gunadharma ini untuk membuktikan dan mengakui > keberadaan sang pencipta / pembuat Borobudur? > > Yak, tull. > Itulah jawabannya. > > So, berdikarilah. > > Bertuhanlah atau mengateislah berdasarkan kemampuan sendiri. > Jangan cuma jadi bebek berbulu domba. > > > --- "Tawangalun" <tawangalun@> wrote: > > > La Islam itu untuk tahu bahwa Allah itu ada berdasarkan berita dari > > orang terpercaya yg disampaikan secara berantai pakai sanad,hal > > seperti itu hampir dilakukan semua orang. > > Misal Genduk Mus Bapaknya bernama Kasan dan ibunya bernama Painem. > > Apa dasar genduk yakin bahwa dirinya dari benihnya Kasan dan mrojol > > dari Painem.Tapi hanya berdasar orang yg terpercayalah akirnya > > Genduk berani bersumpah bahwa Bapaknya adalah Kasan dan ibunya > > Painem. > > La wong Islam yo ngono gak perlu rumit2 membuktikan Allah itu ada > > opo tidak cukup dari berita orang bergelar Al-Amin(Yg bisa > > dipercaya)yg pernah weruh Allah. > > La berita tsb disampaikan secara berantai dg sanad akirnya > > Tawangalun percoyo bahwa Allah,surga,neraka itu ada.Gak perlu > > Tawangalun harus lihat sendiri bisa percoyo kok.Opo kau kira Pak > > Guru SD pernah ke Tokyo? tapi ngapo kok dia percoyo Tokyo itu ada > > kan hanya dari berita terpercaya. > > > > Tawangalun. > > > > --- "muskitawati" <muskitawati@> wrote: > > > > > > Dimas Wuryanto <dimaswur@> wrote: > > > > Jadi bagaimana dia membuktikan bahwa > > > > sorga itu tak ada ? > > > > > > Begug lu..., apapun yang tidak ada tidak perlu dibuktikan karena > > > yang perlu dibuktikan hanya yang ada. > > > > > > Apakah anda punya uang... buktikan, bukan buktikan kalo tidak > > > punya uang. > > > > > > Inilah contoh orang yang tidak pernah makan sekolahan, > > > dibrainwash dengan dongeng2 Islamiah yang penuh dengan > > > kebohongan2. > > > > > > Bahkan Amerika yang menghabiskan dana ke Mars pun bertujuan > > > membuktikan adanya air, bukan membuktikan tidak adanya air. > > > > > > Mana mau Amerika mengeluarkan dana untuk penelitian dan > > > pembuktian tidak adanya air di planet Mars... bego bukan ??? > > > > > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
