Para analyst politik menilai serangan sporadis Hamas merupakan upaya menarik 
dukungan karena akibat move politik Abbas mendaftarkan diri sebagai anggauta 
UN, banyak pengikut Hamas lari menyebrang berpihak kepada Abbas, apalagi Abbas 
mendapat pengakuan Internasional sehingga semua bantuan financial hanya bisa 
diterima Abbas dan tidak ada yang memberinya melalui Hamas.
Seorang pemuda Arab Palestina menyatakan betapa bangganya dia kepada 
keberhasilan Hamas menembakkan roket ke Tel Aviv dan Jerusalem sehingga banyak 
menjatuhkan korban2.  Hamas menolak gencatan senjata karena Israel sudah 
dinyatakannya hancur lebur dan rakyat pendukung Hamas bagaikan histeris 
menyerukan untuk meningkatkan serangan meskipun kenyataannya hancur lebur 
diseluruh Gaza.
Akibat kejadian semua ini, Abbas membatalkan atau menunda keberangkatannya 
untuk mengulang registrasi menjadi anggauta UN penuh karena mandat dan 
legitimasinya makin lemah akibat terjadinya serangan Hamas ini.  Abbas mau 
damai solusi dua negara yang berdampingan, sebaliknya Hamas yang lebih banyak 
pengikutnya menolak perundingan damai, menolak solusi two states, dan tetap 
kepada missi tujuan utama politiknya yaitu melenyapkan Israel dari peta dunia 
dan membantai orang Yahudi se-banyak2nya.
> Lasma siregar <las032002@...> wrote:> Kapan MUI/FPI dkk memberangkatkan> 
> 'sukwanbanpur' (sukarelawan> bantuan tempur) atau 'laskar' ke Gaza?
Memang harus dikagumi akalnya Israel, dibabakan pertama ada tiga roket Hamas 
dibiarkan menghantam Tel Aviv dan Jerusalem.  Tujuannya sekedar untuk tunjuk 
sebagai pihak yang kalah.  Pasti Israel juga sudah kirim mata2 yang tugasnya 
cuap2 diwilayah Hamas.  Mereka menyebarkan berita bahwa roket2 Hamas berhasil 
meng-obrak abrik Israel, banyak korban2 jatuh, Israel minta gencatan senjata, 
serdadu israel lari terbirit ngumpet dirumah neneknya, dll beritanya yang pada 
hakekatnya membuat kebanggaan besar rakyat Palestina kepada pahlawan2nya dari 
organisasi Hamas ini.
Dari dulu, kalo Israel menyerang selalu dituduh serangannya tidak proportional, 
terlalu kuat untuk dihadapi Hamas.  Demikianlah sekarang dengan roket2 istimewa 
yang cuma beberapa ini berhasil menghunjam di Jerusalem dan Tel Aviv, maka 
serangan beladiri Israel kali ini bolehlah disebut sudah proportional karena 
korban2 yang jatuh dipihak Israel cukup banyak entah memang sengaja di 
banyak2in.
Kebanggaan Arab Palestina ini berimbas politik kepada Abbas, karena para 
pengikut Abbas banyak yang ber-bondong2 pindah mendukung Hamas karena Abbas 
cuma jual janji dan memeras rakyatnya saja serta korupsi besar2an.
Rencananya Abbas dibulan Novenber ini ingin mengulangi mendaftarkan diri 
menjadi anggauta UN.  Tapi akibat begitu hebatnya antusiasisme rakyatnya yang 
berbalik mendukung Hamas, maka Abbas merencanakan menunda keberangkatannya 
dikarenakan situasinya tidak menguntungkan bila berangkat membawa negara 
Palestina sementara rakyatnya mendukung Hamas semuanya.
Jadi cerita kemenangan Hamas dalam perang melawan Israel rasa2nya bukan hanya 
berasal dari Hamas saja, karena echo-nya di amplifikasikan juga oleh Israel 
sehingga berdengung keseluruh dunia.  Israel katanya meminta gencatan senjata, 
tapi rakyat Arab Palestina ini sambil meng-elu2kan Hamas menolak gencatan 
senjata.  Hingga Mesir turun menengahi untuk mendorong kedua belah pihak untuk 
gencatan senjata, ternyata Israel setuju tapi Hamas dengan tegas menolaknya.
Itulah perang yang terjadi pada 5 hari pertama.  Namun setelah itu, tanpa 
gembar gembor, satu demi satu pemimpin2 senior Hamas mati terbunuh "Iron Dome". 
 Setelah 5 hari pertama berlalu, Gaza jadi hancur lebur jadi puing2, tapi 
rakyat di Gaza terus mengumbar kebanggaan melarang Hamas untuk gencatan 
senjata, tapi kantor utama Hamas hancur lebur, semuanya hancur lebur sedangkan 
persediaan roket2 sudah menipis, kalo dalam 5 hari pertama Hamas bisa 
menembakkan 300-400 roket seharinya, setelah lewat 5 hari roket2 yang bisa 
ditembakkan Hamas hanya sekitar 10-20 saja, sementara roket2 yang jarak jauh 
masuk ke Tel Aviv dan Jerusalem sudah di intercept oleh Iron Dome sehingg tidak 
satupun bisa menembus kekedua kota ini.  Sedangkan roket2 lainnya hanya jatuh 
diperbatasan saja yang kosong melompong.
Israel sekarang pura2 budeg, Hamas mengirim pesan rahasia untuk gencatan 
senjata kepada Israel lewat Mesir, tapi ditampik oleh Israel karena katanya 
sudah ketemu utusan Hamas namun pihak Hamas menampik gencatan senjata.  
Akibatnya Mesir kirim utusan langsung ke Hamas agar segera melakukan gencatan 
senjata.
Kebetulan roket2nya pun sudah habis, sudah waktunya sekarang Hamas ber-kaing 
minta bantuan dunia untuk gencatan senjata.  Dengan taktik lihay Israel 
mengulur waktu, minta pertemuan langsung, segalanya dibikin ber-tele2, tapi 
serangan2nya betul2 lebih hebat daripada di Libanon, semuanya hancur lebur 
tidak ada yang tertinggal, rakyat West Bank yang tadinya rame2 masuk ke Gaza 
untuk membantu, sekarang balik badan lari kembali ke West Bank.
Abbas memperingatkan Israel, katanya kalo serangan ke Gaza tidak dihentikan, 
maka West Bank akan chaos karena semua rakyatnya balik badan pindah mendukung 
Hamas bukan lagi Abbas.
Jadi kesimpulannya jelas, tidak mungkin Israel menyerang tanpa persiapan 
matang, pemimpin senior Hamas sengaja disingkirkan, pemimpin2 muda akan 
menggantikannya, dan mereka semua adalah orang2 yang sudah ditraining Mossad.
Jadi bukan niat Israel untuk menumpas Hamas, selama Abbas diakui resmi oleh UN, 
maka Hamas tidak akan ditumpas melainkan dikembangkan untuk menggunduli Abbas.  
Bagi Israel lebih penting memberi dukungan rahasia kepada Hamas yang tidak 
diakui dunia daripada kepada Abbas yang secara politik membahayakan Israel.
Organisasi Hamas kacau balau, tidak ada kepemimpinan, tidak ada dana, dukungan 
yang ada cuma dari Iran, dan itupun mungkin hasil konspirasi Iran dengan Mossad.
Serangan ke Gaza akan melumpuhkan Hamas, menyingkirkan pemimpin senior 
menaikkan pemimpin muda untuk kemudian rakyatnya berpihak ke Hamas diwaktu 
pemilu untuk menyingkirkan Abbas.
Masa depan suram bagi Abbas, juga suram bagi Hamas, organisasi terorist Hamas 
boleh dikatakan hanya bayangan tidak ada pemimpinnya dan tidak mungkin bisa 
mendapatkan support atau pengakuan internasional karena tujuan perjuangannya 
bukan membentuk negara melainkan membangun syariah Islam yang dinamakannya 
negara Islam yang jelasnya tidak bisa disahkan menjadi nama negara.  Hamas 
tidak punya dana, faksi2 organisasinya saling bermusuhan, tidak ada yang bisa 
berkuasa dan menguasainya sehingga tidak bisa membentuk satu suara yang sama 
diantara faksi2nya.
Ny. Muslim binti Muskitawati.



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke