Biarpun wilayah Gaza hancur lebur, tapi taktik politik Hamas boleh dikatakan berhasil. Dunia sudah tidak lagi mau memperhatikan Gaza yang diblokade total ini, akibatnya juga bantuan menurun, semuanya menjadi sulit. Negara2 Arab sedang sibuk dengan memberi bantuan kepada para perusuh di Syria dan mengabaikan Palestina. Pengikut Hamas pun mulai berpaling kepada Abbas yang kelihatannya masih memberi masa depan yang mungkin, sedangkan masa depan Hamas tampaknya memang suram dan gelap. Demikianlah, suasana seperti ini memang akan mematikan Hamas kalo cuma berdiam diri saja. Maka dengan simpanan roket2 yang terakhir, Hamas mulai melancarkan serangan tetapi balasan dari Israel yang begitu mematikan betul2 diluar perhitungan Hamas. Tapi tindakan Hamas yang berhasil menyarangkan roket2nya ke Tel Aviv dan Jerusalem ternyata membuat pengikutnya dan pengikut Abbas ter-kagum2, mereka semua beralih ke Hamas meninggalkan Abbas. Rencana Abbas untuk melamar menjadi anggauta UN terpaksa ditunda karena situasinya tidak menguntungkan kemungkinan besar akan ditolak lagi mengingat situasi di Gaza ini. Serangan Hamas ke Israel membawa kebanggaan bagi pengikut Hamas dan Abas dan balasan Israel malah membakar semangat untuk menolak gencatan senjata, akibatnya kehancuran yang dialami Gaza menjadi lebih parah lagi. Tapi semua ini memng dimanfaatkan Hamas untuk mendiskreditkan Abbas. Lalu bagaimana Abbas bisa melamar jadi anggauta UN kalo semua pengikutnya sudah pindah kepada Hamas ??? Abbas menyetujui two state solution, tapi Hamas menolaknya. Abbas setuju dengan perundingan damai, tapi Hamas menolaknya bertekad untuk berperang memusnahkan bangsa Israel. Abbas berniat untuk menjadi anggauta UN, tapi Hamas menolaknya. Demikianlah, Abbas ingin mengadakan pemilu tapi Hamas akan memboikotnya. Akibatnya Abbas jadi kehilangan legitimasi dalam mengajukan permohonan keanggautaan di UN. Ditambah lagi Menteri Lieberman di Israel menyerukan rakyat Palestina untuk memecat Abbas yang membuat Abbas jadi naik pitam. Abbas jelas tidak mungkin bisa bertahan lagi, dia harus segera mundur atau dimundurkan. Jadi biarpun Abbas nantinya mundur, namun bukan berarti Hamas bisa mengambil alih legitimasi yang pernah dimiliki Abbas. Hamas tercatat sebagai gerombolan terorist didunia Internasional sehingga tak mungkin mengambil alih jabatan Abbas sehingga kemungkinan akan kosong atau dikosongkan hingga waktu yang tidak bisa diramalkan karena memang Abbas sudah kehilangan pengikutnya. Ny. Muslim binti Muskitawati.
[Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
