Di dunia Islam dinyatakan Israel menerima perjanjian gencatan senjata dari Hamas. Tapi dalam wawancara CNN, Netanyahu menyatakan bahwa tidak pernah menanda tangani gencatan senjata. Dalam pertemuan di Mesir, Hamas menyatakan bersedia gencatan senjata dengan Israel dengan syarat yaitu blokade dicabut, pendudukan diakhiri, dan persyaratan ini ditolak Israel yang mendasari kondisinya dengan "security" jangka panjang bagi Israel. Oleh karena itu tidak pernah ada penanda tanganan perjanjian gencatan senjata. Israel memang bersedia menghentikan serangannya hanya karena Hamas telah menghentikan serangannya karena kehabisan roket2nya yang dihancurkan oleh Israel dalam Operasi yang disebutnya "Pillar of Defense". Sehari setelah dihujani roket2 Hamas, Israel memberi response membalas serangan2 Hamas yang mengakibatkan kematian Ahmad al-Jabari, seorang tokoh senior terpenting dalam organisasi Hamas dalam pengadaan roket2 melalui penyelundupan dan assembiling senjata2 itu. Terbunuhnya Ahmed al-Jabari ini menyebabkan Hamas meningkatkan serangan2 roketnya ke Israel hingga menimbulkan kerusakan cukup parah di Tel Aviv dan Jerusalem. SekJen Ban Ki Moon dan presiden Mesir Musri meminta Israel menghentikan serangan2nya, dan Israel bersedia menghentikan serangan2nya apabila Hamas lebih dulu menghentikan serangan2 roketnya ke Israel. Tapi Hamas menolaknya dan dengan dukungan para pengikutnya malah meningkatkan serangan2nya. Tidak ada jalan lain bagi Israel untuk membalas serangan2 itu dan mengerahkan Iron Dome-nya untuk membela diri. Serangan2 Israel ditujukan terhadap penghancuran supply dan amunisi penimbunan senjata2 dan roket yang dimiliki Hamas sehingga dalam waktu singkat, Hamas kehabisan roket2nya. Diduga Hamas memilik simpanan 12 ribu roket2 yang kemudian digunakan untuk menghujani Israel dengan roket2 selama 8 hari ini adalah 1200 roket2, dari jumlah ini hanya 400 roket2 saja yang berhasil di intercept oleh Iron Dome karena hanya roket2 jarak jauh menghujani Tel Aviv dan Jerusalem saja yang di intercept, sedangkan roket2 jarak menengahnya dibiarkan jatuh di-tempat2 kosong dekat dengan perbatasan. Pada hari kelima, Hamas hancur total, bahkan gedung kantor Hamas pun hancur total tidak bisa lagi ditempati. Hamas mengirim pesan kepada presiden Mesir Musri untuk meminta Israel melakukan gencatan senjata. Israel baru menghentikan serangan2nya setelah Hamas menghentikan serangannya. Israel tahu bahwa Hamas sudah kehabisan amunisi dan supplynya sehingga meminta gencatan senjata. Israel menduga bahwa Hamas memerlukan waktu yang sangat lama untuk kembali mendapatkan supply-nya dimasa depan. Tujuan operasi "Pillar of Defense" yang dilancarkan Israel memang ditujukan untuk menghancurkan terowongan2 penyelundupan senjata2 selama ini disertai penghancurkan gudang2 roket milik Hamas yang menyebabkan terbunuhnya Ahmed al-Jabari pemimpin utama Hamas dalam pengadaan roket2 tsb. Dibandingkan dengan operasi "Lead Cast", kehancuran Hamas sekarang ini paling parah bahkan lebih parah daripada kehancuran Hesbolah di Libanon. Jadi bisa dibayangkan, penghancuran Hesbolah di Libanon berhasil menghentikan gangguan Hesbolah ke Israel lebih dari 10 tahun. Maka kehancuran Hamas di Gaza pun telah mencapai target operasi "Pillar of Defense" yang dilancarkan Israel baru2 ini. Namun keduanya, baik Hesbolah dan Hamas sama2 merayakan kemenangan perang bersama rakyatnya meskipun kenyataannya mereka hancur lebur, luluh lantak oleh serangan2 Israel. Baik Hezbolah maupun Hamas memerlukan dukungan rakyatnya sehingga tidak perlu ragu atau malu menyatakan kemenangan ini agar dirayakan rakyatnya secara besar2an diatas reruntuhan rumah2 mereka. PM Netanyahu menyatakan, Israel tidak memerlukan gencatan senjata, karena setiap serangan akan selalu dibalas. Meskipun serangan Israel telah dihentikan, Israel akan tetap memblokade ekonomi dan mewaspadai setiap penyelundupan ataupun kegiatan2 yang mengancam keamanan Israel dengan serangan2 penghancuran kembali. Jadi bohong ya kalo menyatakan Hamas menang ??? Apanya yang menang blokade dan pendudukan Israel tidak akan pernah diakhiri ??? Baru bisa dianggap Hamas menang apabila berhasi merebut Israel dan membantai dan mengusir Yahudi ketengan laut seperti pernyataan Hamas sebelumnya. Tapi anehnya dalam pernyataan Hamas baru2 ini kepada jurnalis CNN Amantapur, bahwa Hamas bersedia mengakui Israel apabila Israel mengakui Palestina dibawah Hamas. Jadi memang semua ini cuma persaingan Hamas dan Abbas sementara pengikut Hamas dinyatakan lebih banyak daripada Abbas. Ny. Muslim binti Muskitawati.
[Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
