Kalau landasan mandat Inggris itu gak syah sebab Inggris itu penjarah seperti Londo njarah RI,jadi bisa batal demi hukum. Kenapa gak dikembalikan kejaman Raja Salahudin yg menguasai wilayah Yerusalem dan sekitarnya.Juga ketika diperintah Salahudin semua pemeluk Islam,Kristen dan Yahudi semua mendapat jaminan keamanan. Tapi Genduk pasti gak setuju ,ya sudah kalau wong Islam hanya bisa nunggu Imam Mahdi nanti kalau Dia sudah njedul bersama Yesus Amerikapun gak akan bisa berkutik.Opo tuan2 gak percoyo bahwa Musa AS dulu bisa menyudahi perbudakan Bani Israel oleh Adikuasa Mesir sendirian,nah sejarah akan selalu berulang nanti hal tsb akan berulang lagi.
Tawangalun. --- In [email protected], Muskitawati <muskitawati@...> wrote: > > Ada tiga dasar yang bisa melandasi penyelesaian konflik Israel-Palestina, dan > hanya satu yang harus dipilih karena satu sama lainnya sama sekali > bertentangan. > Jadi, menurut anda landasan mana yang harus digunakan untuk menyelesaikan > masalah Israel-Palestina ini ???? > 1. Landasan agama Islam2. Landasan agama Yahudi.3. Landasan Mandat Inggris. > Landasan Islam:Israel Palestina berdasarkan agama Islam tidak ada bukti2 > bahwa dulu ada kerajaan Palestina, tapi memang pernah ada kerajaan daud yang > dianggap sama sebagai Israel. Tapi meskipun tidak pernah ada kerajaan > Palestina, tapi wilayah ini pernah dijajah oleh orang2 Arab yang beragama > Islam. Tapi penjajahan oleh orang2 Arab yang beragama Islam inipun kemudian > bisa dikalahkan lagi dan berganti penjajahnya yang terakhir adalah kerajaan > Inggris. Jadi secara singkat, cara2 Islam sama sekali tidak bisa digunakan > sebagai landasan penyelesaian konflik Israel-Palestina, apalagi yang > dinamakan bangsa Palestina pun bukanlah bangsa Arab karena orang2 Palestina > bukan beragama Islam tapi beragama menyembah dewa dewi Philistine. > Landasan Yahudi:Meskipun Israel sekarang asalnya memang berpenduduk orang2 > Yahudi yang beragama Yahudi bersama orang2 Palestina yang menyembah dewa dewi > Filistine, namun kerajaan yang definitif milik orang Yahudi hanya sekali > sewaktu dikuasai raja Daud. Tapi yang dinamakan kerajaan waktu itu tidak > bisa disamakan dengan negara dizaman sekarang. Kerajaan itu ada pemiliknya > yaitu si tuan tanah, sedangkan yang dinamakan negara adalah milik rakyat yang > menduduki tempat ini. > Singkatnya, landasan Islam atau landasan Yahudi tidak bisa digunakan sebagai > pokok pemikiran penyelesaian konflik masalah Palestina. > Landasan Mandat Inggris:Landasan inilah yang paling cocok dijadikan pedoman > dalam penyelesaian konflik Israel Palestina. Karena Inggrislah yang memiliki > segala bukti2 tentang sensus penduduk diwilayah ini, dan Inggris jugalah yang > menyerahkan semua documentasi mengenai sejarah, sensus, maupun latar belakang > penduduk2 yang datang dan mendiami wilayah ini. > Semenjak Inggris pertama kali masuk menduduki atau menjajah wilayah yang > dipersengketakan ini, belum ada alQuran. Karena alQuran yang masuk kemudian > kewilayah ini adalah alQuran yang dicetak Inggris di Eropah untuk kemudian > disebarkannya di-negara2 jajahannya. > Dari dokumentasi Inggrislah terbukti wilayah Palestina ini memang didiami > oleh orang Yahudi dan orang Arab. Oleh karena itulah mereka disebut pihak > Inggris sebagai Palestine Jews dan Palestine Arabs. Kemudian Inggris pernah > menjanjikan bahwa setelah perang dunia usai, wilayah ini akan dibagi dua > menjadi Jews Palestine dan Arabs Palestine. Tapi karena kehancuran Inggris > pasca perang dunia kedua, maka mandat Inggris ini kemudian diserahkan kepada > United Nation untuk pelaksanaannya. > United Nation telah membagi dua wilayah Palestina ini menjadi Jews Palestine > yang kemudian menjadi negara Israel, dan Arabs Palestine yang kemudian > menjadi kerajaan Jordania. > Jadi orang2 yang mengaku sebagai orang Arab Palestina yang kemudian mau > merebut Israel untuk dijadikan negara Palestina bukanlah orang dari wilayah > ini, mereka datang kemudian bersama serangan negara2 Arab yang menentang > pembagian wilayah ini. Mereka paling banyak berasal dari Mesir, Libanon, > Syria, Jordania dan sebagian kecil dari Israel sendiri. > Jadi mereka sekarang mengaku bahwa mereka berasal dari Israel, mengaku diusir > dari Israel, dan kesemuanya pengakuan2 ini sama sekali tidak ada bukti2nya. > Israel bersedia menerima mereka kembali, mengembalikan tanah mereka kembali, > memberi ganti rugi segalanya apabila memang mereka bisa menunjukkan > bukti2nya. Ternyata mereka tidak ada bukti2nya, malah sebaliknya bukti2 yang > mereka miliki malah tanda2 pengenal yang berasal dari Mesir, Jordania, > Libanon, dan Syria, tidak satupun ada yang dari Israel. > Jadi mereka semua tidak berhak menuntut apapun selain kembali saja masing2 ke > tanah air mereka sendiri sesuai dengan surat2 yang mereka miliki. > Jadi pada akhirnya, Mesir bersedia bertanggung jawab atas semua kejadian ini > dengan antara lain memaksa Hamas untuk menghentikan serangan2nya yang datang > bersamaan dengan habisnya amunisi Hamas sehingga memerlukan bantuan Mesir > dalam mempertahankan keberadaannya sendiri. > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
