Hallelujah....baik untuk ngurangin dosa2 dari VOC.


________________________________
 From: Nandi Han <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Friday, November 23, 2012 4:32 PM
Subject: [hakekathidupku] KESAKSIAN PELAKU KERUSUHAN MEI 1998
 

  

Berikut adalah kisah kesaksian Andryansah:
Awalnya saya mengenal Isa Almasih berawal dari kejadian yang hampir tidak masuk 
akal. Bermula dari kerusuhan mei 1998 pada waktu itu.

Sebelum saya mengenal Isa Almasih, saya di didik oleh orang tua saya maupun 
para ulama baik di bangku sekolah, musholla, maupun masjid bahwa orang di luar 
penganut Islam adalah kafir dan Islam merupakan ajaran yg paling benar dari 
segala kitab yang ada di muka bumi ini, dan yang paling utama. Apabila ada di 
antara kami yg dapat mengenyahkan penganut di luar Islam, adalah merupakan 
suatu pahala yg besar, sebab menurut apa yg telah mereka ajarkan kepada saya 
inti nya adalah penganut di luar Islam merupakan jamaah syaithon yang harus 
segera di musnahkan dari muka bumi ini. Dan bahaya yg paling besar pada saat 
itu adalah kaum nashara (Nasrani) yang selalu berkembang di Indonesia secara 
perlahan-lahan yang mana pada saat itu saya selalu di cekoki pelajaran yg 
terdapat di dalam quran maupun hadist. Begitulah bagaimana sikap saya yang 
bagaikan iblis semula sebelum mengenal Isa Almasih yang mulia di bumi maupun 
akhirat dengan kasihNya.

Dan pada suatu waktu tepatnya awal kerusuhan Mei 1998, saya bersama kawan-kawan 
saya (penganut Islam) mengendarai sepeda motor beramai-ramai dengan tujuan 
untuk menjarah toko-toko milik non muslim. Sebelum kami berangkat melakukan hal 
tersebut, sebenarnya saya enggan mengikuti mereka karena keluarga kami pun 
orang yg hidup di atas rata-rata dan hal tersebut sepertinya merupakan sesuatu 
yg memalukan. Dan pada saat itu saya telah menyelesaikan study di perguruan 
tinggi dan saya masih dalam status penggaguran dan hal inilah yg membuat saya 
mengikuti ajakan teman saya, terutama apalagi bila ada salah satu dari mereka 
berteriak mari kita hancurkan para kafir, hal inilah yg membuat semangat saya 
menggebu-gebu.

Sampai pada suatu saat kami telah sampai di depan toko yg bernama El-Shadai, 
dan kami yakin bahwa toko itu adalah toko milik kafir Nasrani. Dan akhirnya 
kamipun melempari toko tsb sambil meneriakan Allahuakbar bersama-sama dan 
meneriakan “kafir, keluar lu dari dalam toko lu!”

Pada waktu itu ada beberapa orang yg berhamburan keluar. Salah satu dari mereka 
mengendarai motor untuk melarikan diri dari kami. Kami melihat pria itu 
mengenakan kalung salib di lehernya. Lalu teman saya yang bernama Sultan (nama 
samaran) berseru kepada saya, “Ndry, mari kita kejar dia!”


Saya pun bergegas untuk membonceng teman saya. Sebelum saya membonceng motor 
kawan saya, saya mengambil sepotong besi. Dan akhirnya kami pun mengejar pria 
itu. Dan yg mana pada waktu itu keadaan di jalan sangat carut marut, tetapi 
pria itu tetap menancap gas. Mungkin saking takutnya berusaha menyelamatkan 
diri dari kejaran kami. Kawan saya pun mempercepat laju motornya. Berhubung 
motor yg kami tunggangi adalah motor king sedangkan pria tersebut menggunakan 
motor bebek, maka perlahan-lahan kami dapat menyusulnya.

Pada suatu saat pria itu membelokkan motornya pada persimpangan dengan 
cepatnya. Dan pada saat itulah kami tidak tahu darimana mobil tersebut datang. 
Seingat saya, kamipun akhirnya menabrak mobil tersebut dan saya serasa terbang 
di udara. Sesudah itu saya tidak sadar lagi.

Pada waktu saya sadar, saya melihat banyak kerumunan di sekitar saya. Dan 
dengan reflek saya mencari teman saya untuk melihat kondisinya. Lalu saya pun 
memisahkan diri untuk mencari teman saya dari kerumunan orang tersebut.

Tetapi saya tidak tahu mengapa orang tersebut masih berkerumun di tempat saya 
berada tadi. Lalu saya pun melangkah ke jalan, dan saya mendapati kerumunan di 
sisi jalan yang lain. Saya pun berpikir itu pasti teman saya. Lalu saya pun 
melangkah mendekatinya.

Tiba-tiba saya berhenti sontak di tengah jalan karena saya melihat di beberapa 
kerumunan teman saya, saya melihat teman saya jadi dua. Dan ada banyak orang yg 
berwajah bengis dan hewan kurus seperti anjing yg hendak memperebutkannya. Saya 
mengucek mata saya sebab saya pikir saya masih belum sadar. Setelah itu saya 
melihat teman saya yang ada dua tersebut. Salah satunya di seret-seret oleh 
mereka untuk keluar dari kerumunan tersebut. Dan teman saya itu berteriak, 
“Ndry, Ndry, tolong saya!” Saya pun tak berani melangkah karena saya takut. Dan 
saya tetap diam terpaku di tengah jalan raya tersebut.

Pada waktu itu ada sinar datang dari sebelah kanan saya. Waktu saya menoleh, 
ternyata mobil ambulance pas di samping kanan saya dan menabrak saya. Saya pun 
tersontak dan menyebut Masyaallah sambil memejamkan mata. Tetapi mobil itu 
serasa melintasi tubuh saya. Lalu sayapun membuka mata saya dan dengan reflek 
saya memegang tangan saya sendiri. Lalu saya pun melihat mobil ambulance 
tersebut berhenti pas di tempat saya jatuh tadi. Dan yang membuat saya terdiam 
seribu bahasa adalah ketika saya melihat tubuh saya dimasukkan ke dalam 
ambulance tersebut. Hal ini yg membuat saya seperti gila. Sayapun akhirnya 
berlari tanpa tujuan dan saya tidak berani mendatangi kerumunan di mana saya 
jatuh sebelumnya karena saya takut setelah melihat kejadian teman saya.

Tidak jelas kemana saya berlari, tiba tiba saya sampai di sebuah taman dan saya 
duduk sambil menangis. Apakah saya sudah mati? Saya terus mencubit-cubit tangan 
saya, tapi saya tidak merasakan apapun. Lalu saya menangis lebih keras. Dan 
sayapun tersungkur menangis di atas tanah. Dan pada saat saya tersungkur, saya 
melihat sepasang kaki di depan mata saya. Sayapun sontak mundur ke belakang 
karena saya teringat langsung apa yg dialami teman saya. Tapi pada saat saya 
mau bangun dan melarikan diri, saya seperti lumpuh tidak bisa bergerak. Dan 
saya pun memberanikan diri untuk menatap siapakah yg ada di depan saya. Tapi 
saya tidak bisa melihat wajahnya karena sangat silau. Dan hal itu membuat saya 
pasrah dan menundukkan muka.

Lalu orang yg berpakaian putih di depan saya itu pun bertanya kepada saya, 
“Nak, mengapa engkau menganiaya AKU?”

Lalu saya pun menjawabnya, “Setan, pergi kau jangan ganggu saya!”

Sayapun akhirnya mengucapkan ayat-ayat kursi untuk mengusirnya.

Lalu Dia pun berkata lagi “Nak, mengapa engkau menganiaya Aku?”

Sayapun masih melafalkan ayat kursi di bibir saya dan saya mengucapkan “Ya 
Allah, usirlah setan itu dari hadapanku.”

Lalu Dia berkata lagi, “Nak, apakah kesalahanKu hingga kau menganiaya Aku?”

Lalu setelah saya sadar ayat kursi tidak ampuh untuk menghadapi-Nya, sayapun 
tersungkur di bawah kakiNya dan menangis tersedu-sedu dan akhirnya akupun 
menjawabnya, “Saya tidak tahu kenapa saya melakukannya. Maafkanlah saya.”

Dan saya pun meraung-raung di bawah kakinya. Dan Diapun berkata, “Bangunlah. 
Jangan takut. Peganglah tanganKu.” Dan sayapun berdiri di depanNya sambil 
menundukkan muka saya (dan pada waktu itu sayapun masih berpikir bagaimana cara 
melarikan diri dariNya). Sepertinya Dia tahu pikiran saya, dan Dia berkata 
lagi, “Jangan takut akan Aku karena Aku lembut dan murah hati.”

Dan akhirnya saya pun memberanikan diri untuk menatapNya. Saya merasakan 
kesedihan yg ada di hati saya menjadi sirna seketika dan saya pun memberanikan 
diri untuk bertanya kepadaNya, “Siapakah kamu sesungguhnya?”

Lalu Dia menjawab, “Akulah yang selalu di perdebatkan oleh banyak anak manusia. 
Akulah jalan yang lurus. Akulah yang telah membangkitkan orang dari kematian.”

Setelah saya mendengar Dia berkata “Akulah yang telah membangkitkan orang dari 
kematian”, sayapun langsung tersadar bahwa Dialah Isa Almasih atau Yesus 
Kristus yang banyak sekali dipuja puja oleh kaum Nasrani sebagai TuhanNya. Lalu 
sayapun tersungkur di bawah kakiNya kembali dan pada saat itu secara tak sadar 
saya memperhatikan kakiNya yg mempunyai tanda berlobang bekas luka. Saya pun 
berkata “Ya Nabi Isa, ampunilah segala sesuatu yang pernah saya perbuat 
terhadap pengikutMu. Ampunilah saya.”

Dan sayapun menangis kembali karena merasa berdosa terhadapNya. Lalu dia pun 
berkata, “Mengapa kamu menganiaya mereka?”

Sayapun menjawabNya, “Saya tidak tahu. Atau mungkin karena mereka menganggapMu 
sebagai Allah dan menduakan Allah?”

Lalu Dia pun berkata “Segala apa yang ada padaKu adalah milik BapaKu yang di 
Sorga. Dan segala apa yang ada pada BapaKu di Sorga adalah MilikKu juga, karena 
olehNya segala kekuasaan baik di bumi maupun di sorga telah dise rahkanNya 
kepadaKu. Karena Aku dan Bapa adalah satu. Begitu juga kau, kau sekarang adalah 
milikKu.”

Sayapun masih menangis di bawah kakiNya pada saat Dia menerangkan tentang siapa 
diriNya sebenarNya, yaitu Dia adalah Allah itu sendiri. Lalu sayapun berkata, 
“Ya Isa Allahku, ampunilah segala sesuatu yang pernah saya lakukan.”

Di sinilah saya pertama kali menyatakan Isa adalah Allah saya. Lalu Isa Almasih 
berkata, “Pulanglah dan beritakanlah tentang Aku, tentang apa yang pernah kau 
lihat. Aku akan menyertai kalian semua hingga zaman akhir.”

Dan pada saat itu pula sontak saya terbangun. Ternyata saya sudah berada di 
Rumah Sakit, tepatnya di ruang ICU kurang lebih selama 2 minggu dalam keadaan 
koma. Pada saat saya terbangun, saya langsung menangis dan menyebut, “Ya Isa, 
ya Tuhanku, ampunilah saya.”

Pada saat itu ibu dan saudara-saudara saya sedang menunggu di luar dan bergegas 
masuk saat mendengar suara saya. Tetapi kebanyakan dari mereka heran mengapa 
saya menyebut Isa sebagai Tuhan saya. Banyak di antara mereka yg menganggap 
saya kerasukan iblis membaca ayat kursi bersama sama. Ini membuat saya tertawa 
terpingkal-pingkal setiap saya mengingat mereka melakukan hal tersebut. 
Akhirnya sayapun dibawa pulang ke rumah setelah kondisi saya membaik. Pada saat 
itu merupakan kegoncangan iman yg terbesar dalam hidup saya, tentang apa yg 
pernah saya percayai sebelumnya, yg selalu penuh dengan kekerasan, iri, dan 
dengki. Dan saya mengingat tentang pertemuan saya dengan Tuhan kita Yesus 
Kristus, betapa baiknya Dia terhadap saya. Dia tahu saya telah menganiaya 
pengikutNya, seharusnya Dia memenggal kepala saya, tetapi Dia malah mengampuni 
saya dan mengembalikan Roh saya menyatu kembali denganjiwa dan tubuh saya. 
Padahal ibu saya pernah berkata bahwa pada saat
 saya di rumah sakit dokter telah mengatakan bahwa saya telah mengalami 
pendarahan otak dan mustahil bisa di sembuhkan. Dan sekalipun saya sembuh, saya 
akan mengalami kelumpuhan total. Banyak para dokter yg merasa aneh pada 
kejadian saya yg ajaib.

Dan apabila mereka bertanya saya hanya menjawab Isa atau Yesus Kristus lah yg 
menyembuhkan saya. Kadang-kadang hal ini membuat mereka yg belum menerima Yesus 
di dalam hatinya menganggap saya kerasukan iblis. Begitu juga saudara-saudara 
saya maupun bapak saya sendiri. Sehingga sering bapak saya mengundang para kiai 
maupun dai untuk mengkotbahi saya.

Lalu saya bertanya kepada mereka, “Sudahkah kalian pernah merasakan kematian?”

Merekapun jawab, “Belum.”

Lalu sayapun bilang kepada mereka, “Percayalah kepada Isa, karena Isa lah yang 
menyelamatkan saya dari kematian.”

Akhirnya banyak dari antara mereka yg pergi dengan hati yg dongkol.

Untungnya bapak saya merupakan muslim yg liberal. Akhirnya sayapun menceritakan 
tentang semua kejadian yg pernah saya alami pada waktu itu. (mungkin bapak saya 
mendengarkannya dengan cara masuk kuping kiri, keluar kuping kanan). Akhirnya 
bapak saya berkata, seandainya apa yg saya alami itu memang benar, maka bapak 
akan mengucap sukur kepada Nabi Isa yg telah menyelamatkan saya. Dan sayapun 
selalu berdebat dengan bapak saya. Sampai akhirnya saya berkata kepada bapak 
saya, “Sungguh apa yang semua saya alami adalah benar karena saya melihatnya 
dengan kepala dan mata saya sendiri.”

Dan bapak sayapun bilang, “Bagaimana mungkin kamu melihatNya, orang pada saat 
itu bapak bersama ibumu selalu menunggui kamu di rumah sakit? Kapan kamu keluar 
dan bertemu denganNya? Tahukah kamu ndry, semua itu karena ridho Allah, titik!”

Pada waktu itu saya pun bingung menjawab pertanyaan yg dilontarkan bapak kepada 
saya. Ibu saya pun menangis dan memeluk saya ketika melihat kami berdebat 
dengan keras dan menyuruh saya diam dan meninggalkannya. Tanpa sebab saya 
berkata kepada bapak, “Ya benar, Isa Almasih adalah Tuhan saya sekarang ini. 
Pelangi adalah saksi apa yg pernah saya katakan.”

Lalu bapak saya tertawa menyindir kepada saya, “Di musim kemarau begini mana 
mungkin ada pelangi?”

Dan sayapun akhirnya pergi meninggalkan tempat saya berdebat dengan ayah saya 
itu dan menuju pintu rumah untuk pergi keluar. Pada saat saya di luar rumah 
sayapun menangis dan berbicara sendiri, “Ya Isa Tuhanku, mengapa begitu 
keraskah hati bapak saya seperti batu?”

Lalu saya pun mendongak ke atas langit, dan anehnya saya melihat pelangi. Lalu 
saya menangis dengan penuh suka cita, dan sayapun lari kembali ke dalam rumah 
untuk menemui bapak saya. Dan saya memanggilnya untuk menunjukkannya.

Setelah bapak saya melihat pelangi tersebut diapun diam seribu bahasa. Dan 
setelah kejadian itu bapakku seperti mengalami kegoncangan iman, seperti yg 
pernah saya alami sebelumnya.

Sayapun mulai mencari lebih dalam tentang siapa Isa Almasih sebenarnya melalui 
Al-Quran maupun hadist, dan saya menemukan hal-hal yg membuat saya terharu. 
Misalnya ayat surat-surat di bawah ini:
(Maryam, 19:19) Hanya Isa Anak Maryam yang langsung masuk Syurga kerana Dia 
suci.
(Al Imran, 3:45) Bahkan Dia (Isa Almasih) terkemuka di dunia dan di akhirat.
(Al Fatihah, 1:6) “Indinash shiraathal mustaqiim” Artinya: Tunjukilah kami 
jalan yang lurus 
(Az Zukhruf, 43:61) “Wa innahu la’ilmu lis saa’ati fa laa tamtarunna bihaa wa 
tabi’unni haadzaa shiraathum mustaqiim.” Artinya: Dan sesungguhnya Isa itu 
benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat kerana itu janganlah kamu ragu 
tentang hari kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus.
(Az Zukhruf, 43:63) “Wa lammaa jaa-a ‘Isa bil bayyinaati qaala qad ji’tukum bil 
hikmati wa li ubayina lakum ba’dhal ladzii tathtalifuuna fiihi fat taqullaaha 
wa athii’u.” Artinya: Dan tatkala Isa datang membawa keterangan. Dia berkata 
sesungguhnya Aku datang membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian 
yang apa kamu perselisihkan tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan 
taatlah kepadaKu.
(An Nisa, 4:171) “Inamal Masihu ‘isabnu Maryama rasullahi wa kalimatuhu.” 
Artinya: Sesungguhnya Isa Al Masih putra Maryam itu utusan Allah dan FirmanNya.
(Hadis Anas bin Malik hal.72) “Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu.” Artinya: 
Isa itu sesungguhNya Roh Allah dan FirmanNya.
(Maryam, 19:17) ”arsalnaa ilaihaa ruuhanaa fa tamatstsala lahaa basyaran 
sawiyya.” Artinya: Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di 
hadapannya menjadi Manusia yang sempurna.
(Hadis Ibnu Majah) “Laa mahdia illa isabnu Maryama.” Artinya: Tidak ada Imam 
MAHDI selain Isa putra Maryam.
(Al Anbiyaa, 21:91) “Wallatii ahshanat farjahaa fa nafakhnaa fiihaa mir 
ruuhinaa Wa ja’alnaahaa wabnahaa ayatal lil ‘aalamiin” Artinya: Ingatlah kisah 
seorang perempuan yang memelihara kehormatannya (Maryam) lalu Kami tiupkan 
kepadanya Roh Kami (Roh Allah) dan Kami jadikan dia dan Anaknya tanda (kuasa 
Allah) bagi semesta alam.
(Maryam, 19:33) “Wa salaamu ‘alayya yauma wulittu, wa yauma amuutu, wa yauma 
ub’atsu hayaa.” Artinya: Dan sejahtera atasNya pada hari Dia dilahirkan, pada 
hari Dia wafat, dan pada hari Dia dibangkitkan hidup kembali.”
(Al Imran, 3:55) “Idz qaalallahu yaa Isa, innii mutawafiika, wa raafi’uka 
ilayya, wa muthahhiruka minal ladzinaa kafaruu, wa jaa’ilul ladzina tabauka 
fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil qiyamati.” Artinya: Ingatlah tatkala Allah 
berfirman; Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanMu, dan mengangkatMu 
kepadaKu, dan akan menyucikan Engkau dari orang-orang kafir, dan menjadikan 
orang-orang yang mengikutiMu di atas mereka yang kafir hingga hari kiamat.”
(Al Baqarah, 2:253) “Wa aatainaa ‘isabna Maryam bayyinaati wa ayyadnaahu bi 
ruuhil qudusi.” Artinya: Dan Kami berikan kepada Isa putra Maryam, beberapa 
mujizat serta Kami perkuat Dia dengan Roh Kudus.
(An Nisa, 4:156) “Wa bi kufrihim wa qaulihim ‘alaa Maryama buhtaanan 
‘azhiimaa.” Artinya: Dan kerana kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan 
mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zinah).
(Al Imran, 3:45) “Idz qalatil malaikatu yaa Maryama innallaaha yubasyiruki bi 
kalimatim minhus muhul masihu ‘isabnu Maryama wajihan fiddun-yaa wal akhirati 
wa minal muqarrabiin.” Artinya: Ketika malaikat berkata, hai Maryam 
sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan Kalimah daripadaNya namanya Al 
Masih putra Maryam, terkemuka di dunia dan di akhirat dan orang yang paling 
dekat pada Allah.

Dan sayapun akhirnya menelusuri dan mencari segala hal tentang Isa Almasih 
Tuhan kita. Akhirnya sayapun berpikir bahwa saya harus mendapatkan Injil itu 
sendiri untuk memahami siapa Isa Almasih itu sesungguhNya. Ada keinginan yang 
sangat kuat di hati saya untuk mendapatkannya (Injil). Lalu saya pun teringat 
akan toko yang pernah kami (saya bersama kawan saya dulu) rusakkan, yaitu toko 
buku El-Shadai, lalu sayapun pergi kesana.

Pada saat saya sampai di toko tersebut, toko itu masih kelihatan rapi, baik 
kaca-kacanya yg dulu kami lempari dengan batu hingga pecah, telah rapi 
terenovasi kembali. Lalu sayapun menghampiri toko tersebut dan akhirnya saya 
berbicara dengan salah satu penjaganya, “Mbak, apakah Anda menjual Injil?”

“Ya.” jawabnya.

Lalu penjaga itu pun mencarikan Injil tersebut. Lalu dia pun menyerahkan kepada 
saya Kitab Perjanjian Baru. Lalu saya bertanya lagi kepadanya, “Apakah ini 
Injil Isa Almasih punya?”

Mbak penjaga itupun berkata sambil tertawa kecil, “Iya, Perjanjian Baru itu 
adalah Injil.”

Lalu mbak itu pun berkata kepada saya, “Apakah kamu non Kristen?”

Sayapun bingung menjawabnya. Karena agak takut oleh sebab sebelumnya, 
seandainya mbak itu tahu apabila saya muslim mungkin dia akan benci kepada 
saya, pikir saya dalam hati. Akhirnya dengan berat hati sayapun menjawabnya, 
“Ya, saya muslim.” sambil saya menundukkan muka.

Lalu mbak itu pun berkata, “Ah itu tak masalah bagi kami.” sambil tersenyum. 
Hal ini yang membuat saya heran kenapa mereka yg begitu ramah bisa kami benci 
tanpa sebab sebelumnya? Lalu sayapun bertanya kepada dia, “Mbak, adakah 
buku-buku tentang kisah nabi-nabi menurut Kristen?”

Lalu mbak itupun mencarikannya. Sesudah itu sayapun mananyakan harga totalnya 
untuk membayar buku-buku tersebut. Dan sebelumnya saya pun berta nya kepadanya, 
“Mbak, apakah ada di antara pegawai toko ini yang celaka pada saat kerusuhan 
sebelumnya?”

Mbak itupun menjawab saya, “Pada waktu kejadian tersebut toko ini telah kami 
tutup lebih awal kira-kira jam sepuluh pagi.”

Lalu saya bertanya lagi, “Apakah ada yg menempati toko ini sebagai tempat 
tinggal?”

“Ah tidak mas,” jawabnya, “hanya satpam yg menjaga toko-toko di sekitar kami. 
Itupun juga mereka hanya menjaga di luaran saja untuk keamanan sekitarnya.”

Hal ini yang membuat saya sangat bingung dalam hati. Seingat saya waktu kami 
merusak dan menjebol toko ini pada waktu petang hari masih ada beberapa orang 
yg di dalamnya, sedangkan mbak itu bilang toko telah tutup sejak jam 10 pagi 
dan tidak ada satupun penghuni yg menempatinya. Lalu siapakah di antara mreka 
yg kami kejar pada waktu itu? Hal ini yang membuat saya heran hingga sekarang. 
Seandainya apabila saya menemui pria yg kami kejar-kejar dulu, mungkin saya 
akan berlutut untuk meminta maaf kepadanya.

Dan akhirnya sayapun kembali kerumah, dan sayapun mulai membaca Injil satu 
persatu di kamar saya. Saya sangat terenyuh, sedih, dan bangga pada saat saya 
membaca kisah Injil, betapa mulianya segala sesuatu yang pernah diperbuat oleh 
Isa Almasih / Yesus Kristus. Begitu pun juga ucapan-ucapanNya yang bagaikan 
pisau belati langsung menusuk hati mengajarkan tentang kasih yang tulus, 
kerendahan hati, maupun keselamatan. Hal ini yang belum pernah saya peroleh 
sebelumnya semenjak saya hidup di muka bumi yang mana sebelumnya saya 
menganggap diri kami sebagai muslim adalah yg tertinggi dari golongan lain 
kafir yang mana para golongan kafir itu harus tunduk kepada kami, yaitu para 
penganut Islam, sebab ada di quran yg mengatakan, “hanya penganut Islam lah 
yang masuk Sorga” dan hal ini sangat tidak masuk akal. Bagaimana mungkin 
nabi-nabi sebelum Muhammad bisa disebut Islam, karena mereka pun tidak pernah 
sekalipun mengucapkan kalimat syahadat? Dan juga pada saat
 saya mengalami kejadian yg aneh di mana roh saya berpisah dengan tubuh saya 
pada waktu kecelakaan dan mengalami koma, kenapa yg menemui saya justeru Isa 
Almasih / Yesus Kristus? Dan akhirnya sayapun menyerahkan diri saya sepenuhnya 
untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan saya dan Juruselamat saya. Pada 
tanggal 27 Oktober 2000 saya pun dibaptis dalam nama Bapa, Putera dan Roh 
Kudus. Halleluya. Saya telah menerima kasih karuniaNya. Baik susah maupun senang

Tuhan Yesus selalu menyertai saya.

Amin

Solo, Indonesia, 3 Mei 2006

Nama asli saya Ahmad Andryansah bin Abdul Jalil dan saya akhirnya mengganti 
nama saya menjadi Christian Andryansah, dan saya menghapus nama Ahmad karena 
nama tersebut selalu mengingatkan saya akan kekejian.

 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke