seperti gua pernah bilang sebelumnya, definisi cerdas itu sebenernya lebih deket ke "kemampuan problem solving" yg akhirnya berujung pada "kemampuan survival". kemaren gua liat di natgeo ttg octopus alias gurita. ternyata ini spesies bukan cuman punya kemampuan mimikri yg menakjubkan hingga bisa punya teknologi stealth yg membuat para scientist menganga ter heran2.
http://www.youtube.com/watch?v=PmDTtkZlMwM tapi juga punya kemampuan problem solving yg luar biasa. dalam sebuah eksperimen si gurita ditaro dalam akuarium, dan di dalem akuarium ada sejenis kepiting yg dikurung dalam toples transparan yg tertutup. kepiting ini memang makanan kesukaan si gurita. dan yg menakjubkan, si gurita berhasil membuka tutup toples dan mengambil kepiting di dalemnya. sebuah kemampuan problem solving dan survival skill yg luar biasa! http://www.youtube.com/watch?v=ocWF6d0nelY lalu apa hubungannya dengan sasis yg kata si uplik cerdas itu? setelah keluar dari perusahaan minyak, sasis jualan jamu (herbalife). dia promosi jamu di sana sini, di apakabar dan di proletar, juga di internet sampe bikin blog sendiri lengkap dengan foto2 culunnya itu (untuk ke-pede-annya gua kasih skor 100 deh). bodohnya, dia juga 'jualan' atheism/agnotism di internet termasuk di facebooknya. dan seperti yg lain2nya (wawan, uplik, dll.), para atheist/agnostic ini seringkali melecehkan orang yg percaya tuhan. kenapa gua bilang bodoh, karena si sasis di milis2 pake nama asli, lalu jualan jamu sambil melecehkan captive marketnya sendiri. itu salesman tolol namanya. dan keliatannya kemampuan survival dia di jakarta juga makin berkurang hingga akhirnya harus ikut transmigrasi ke kalimantan. http://bto.depnakertrans.go.id/pp/peserta.php?pid=sasis jadi begitulah, cerita ttg sasis vs gurita. gimana dengan uplik? kalo uplik disuruh main catur lawan gurita, kita sudah bisa memperkirakan siapa yg bakalan menang di langkah ke duapuluh lima. --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote: > > > > Sassis yang cerdas bilang kira-kira gini (dan saya sering mengutip > omongannnya - diluar kepala: orang Nasrani udah biasa diskusi, yang adalah > dialog, sedangkan orang islam biasa khotbah yang adalah monolog... > > > --- In [email protected], "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@> wrote: > > > > aepwrti kata sasis 12 tahun lalu di prol . . . > > > > umat kriaten itu sudah terbiasa dialog, sedang umat islam itu bisanya cuman > > monolog doang. > > > > god blessing you kang sur . . . > > salam, > > pinpin. > > > > --- In [email protected], "suryana" <gsuryana@> wrote: > > > > > > Sepertinya teman kantor bukan menang menang an, melainkan pasif, lha umat > > > Kristen/Khatolik secara tidak langsung " diharapkan tidak berdebat agama > > > dengan agama lain " > > > Mengapa hal ini bisa terjadi, karena debat agama, membutuhkan waktu tidak > > > sedikit, semisal utk menjadi seorang romo, saja membutuhkan waktu minimal > > > 5 > > > tahun, dan yg dipelajari bukan saja Alkitab ( lama dan baru ), juga > > > sejarah, > > > adat istiadat, hukum ( alakadarnya ), politik ( alakadarnya ). > > > Sedang umat Khatolik lebih parah lagi, tidak banyak yg memahami Alkitab > > > seperti umat Karesten sok tahu, dimana main comot ayat per ayat doangan. > > > aku > > > saja paling ogah orat oret agama, padahal di kampung ku aku suka di sebut > > > Muslim yg baik ( biarpun mereka tahu aku bukan Muslim ), semua karena > > > dari > > > tingkah laku. > > > > > > Di Prol aku memaki ke warga Karesten tertentu yg suka sok tahu, apalagi > > > agama yg dianutnya beda dengan apa yg didiskusikan. > > > Semisal aku kecewa ke Gabriel yg bermain ayat Alquran, karena ayat tsb > > > pada > > > intinya tidak bisa dibaca secara letterlik ( seperti apa yg ditulis oleh > > > kang Pin Pin ), terlalu rumit dan rumek diskusi agama, karena yg > > > menguasai > > > sampai dalemannya tidak banyak yg tahu. > > > > > > Semisal Romo Mangun, utk menjadi seperti Romo Mangun maka membutuhkan > > > waktu > > > bisa puluhan tahun, Mother Teresa saja baru bisa diakui Vatican setelah > > > puluhan tahun berkarya di India, dan sepeninggal Mother Teresa, para > > > murid > > > Mother Teresa kena bombardir masyarakat India, karena dituduh melakukan > > > kristenisasi, semua disebabkan murid Mother Teresa tidak memahami maksud > > > dan > > > tujuan Mother Teresa membantu masyarakat miskin, sama halnya Romo Mangun, > > > setelah meninggal tidak memiliki penerusnya secara langsung, disebabkan > > > utk > > > mampu menjadi seorang Romo Mangun membutuhkan banyak pengetahuan, tidak > > > asal > > > bantu. > > > ----- Original Message ----- > > > From: "Dimas Wuryanto" <dimaswur@> > > > > > > > > > Tapi Rah yang Humoris maaf beribu maaf yah. Kalau kukatakan beberpa > > > katholik > > > dan Protestan di kantorku tak ada yang bisa menang TARUNG karo aku. > > > Dan sejak kekalahan2 mereka; tak ada yang beraani lagi bejaban dengan aku. > > > Adu LOGIC. > > > Yah memang sih umat Islan buaaanyak yang bodoh2; tapi tak kurang juga > > > yang > > > CERDAS ! Jangan under estimate. > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
