Teringat akan ungkapan Deng Shiauping: "to be rich is glorious" dan
pengejawantahannya yang bisa dilihat secara riil dalam segi kemajuan ekonomi
Tiongkok dan meningginya martabat negara ini, mau tak mau aku tergeletik akan
kemanjuran ungkapan (filsafat) ini.
Apakah etis apabila ungkapan ini diterapkan di aplikasikan dengan cara2 non
etis dan melanggar hukum dan bernuansa tidak tahu malu, dan dilakukan at all
cost?
Tidak ada seorang individupun yang tidak ingin jadi kaya, begitupun negara
manapun tidak ada yang tidak ingin jadi kaya.
Jadi tidak bisa disangkal bahwa tanpa ungkapan Deng Shiauping ini, filsafat
semacam ini bisa kita anggap sebagai filsafat yang bernuansa universil. Tidak
ada seorang individupun yang mau hidup kere di dunia ini. Bahkan ajaran2 agama
manapun tidak ada yang mengajarkan: "jadilah anda seorang kere"! Apalagi
apabila kita renungkan orang kere, atau jatuh jadi rang kere, komplikasinya
banyak sekali, selain berdampak kritis terhadap kesehatan sendiri, kena stress,
juga ,orang kere bisa mengambil opsi: jadi penjahat.
Jadi sebetulnya dilihat dari sudut manapun, dari sudut primordial ataupun
realita hidup, jadi kaya,"to be rich is glorious" ,sebaliknya jadi kere harus
dihindari karena kemiskinan adalah kesengsaraan neraka dunia!
Resep yang aku suguhkan untuk jadi kaya, jadi kaya meng-"kilat" cepat ibarat
samberan gledek ada dua opsi, terutama apabila sampeyan berdiam di Indonesia.
Bukan suatu ocehan tapi ini berdasarkan realita hidup. Aku tidak senang
memberikan acuan tanpa bukti yang berdasarkan realita.
Langkah pertama:
Raihlah kedudukan di jenjang tangga birokrasi Indonesia. Tambah tinggi
kedudukan sampeyan tambah "basah" lahan sampeyan dan akan ber- prospek
kekayaan akan datang lebih besar dan lebih cepat datangnya.
Contoh riilnya:
Baru saja ada berita kalau Konglonya Bakrie, dalam 1 tahun semenjak dia Ical
jadi mentri Ekuin konglonya dapat laba Rp 1.914 triliun/kwartal ke-3, naik
133,4% dibandingkan th 2004. Laba operasinya menghasilkan Rp160 milyar, naik
616% dibanding dengan kerugian tahun 2004 yang berjumlah Rp39 milyar. Jadi ini
bukti otentik kalau jadi birokrat di Indonesia, bisa mengusung sampeyan jadi
kaya meng_"kilat" Bagaimana kabarnya pak pul yang meraih rejeki sampai Rp 800
milyar-an itu, yang nota bene ada bukti hitam diatas bukti di account banknya?
Langkah kedua:
Carilah cara yang epektip untuk jualan kaidah2 yang bernuansa primordial.
Tambah gampang dicerna oleh peng-animo-nya tambah cepat datangnya rejeki.
Maklum di era serba tak menentu ini dan di era dimana orang bisa kena serangan
bom secara mendadak , maka kaidah2 yang berbau primordial akan jadi penenang
jiwa.
Contoh riilnya:
Banyaknya didirikan gereja dan masjid yang tak lain adalah suatu bentuk ,
konsep pop-nya: mengambil keuntungan dalam kesempitan.
Bukan rahasia lagi apabila kita kembali melacak berita2 lama yang memberitakan
bahwa departemen agama(Depag) disitu sarangnya korupsi segedubrak.
Untuk sementara aku batasi dulu sampai dua langkah ini sebelum aku bisa
menemukan langkah2 berikutnya bagaimana individu bisa menjadi kaya mendadak di
negara kita. Harap sampeyan2 bersabar, aku perlu mengadakan survey sebelum
melangsir tulisan. Aku tidak mau memberitakan tanpa ada bukti otentik, menjaga
jangan sampai ada orang yang menuduh aku memberitakan analisa dan kabar tanpa
bukti. Simpe as that.
Harry Adinegara.
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Find a local business fast with Yahoo! Local Search
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/