--- In [email protected], "teddysrachman" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Aziz Senni, 29, grew up in the high-rise towers of Mante-la-
>Jolie, 40  kilometres west of Paris and one of 300 French towns
>where young men have rioted and burnt in the past two weeks.
...

Towers of mante-la-jolie itu kan bukan sembarangan tpt.
Supaya jelasnya apa itu Mante la Jolie, ada baeknya di
kasih penjelasan terlebih dahulu.

Tempat itu mirip-mirip ghetto. Pertama sebelum menjadi
ghetto, datang satu dua keluar arep. Si pribumi bule
rasain tak bagitu sedap. Lama kelamaan datang lagi ke-
luarga arep dan tambah banyak.

Si pribumi merasakan tambah tidak sedap. Parkir mobil
yg biasanya aman-aman saja, kini mulai digerayangi arep-
arep.

Ibu anu kaget bahwa kaca spion mobilnya disamber orang.
Pak anu jengkel bukan maen radio yg ada didalam mobil
digasak orang, berikut kaca mobil dijebol.

Dokter anu mulai was-was bahwa tempat kerja dia mulai
digasaknya hingga peralatan yg mahal pun lenyap. Toko-
toko semakin gelisah karena barang-barang mulai lenyap
dari etalase. Kedai kopi mulai tempat yang tidak aman
lagi karena arep-arep itu mulai mengacau. Tempat disco
bukan lagi sebuah tempat yang nyaman utk kencanan, karna
arep-arep mulai mengganggu perempuan pribumi. Jika si
arep ditolak, si arep mulai bilang rasis lah dsb.

" Habis arep itu bau kambing selain tak tau cara" kata
si Nancy, perempuan pribumi.

Tempat Mante la Jolie semakin tidak sedap. Pribumi mulai
meninggalkan tempat itu satu demi satu, dan arep semakin
bertambah.

Efek lain yakni daerah sekitar Mante la Jolie semakin
merugikan banyak msayarakat pribumi. Tanah permeternya
anjlok mrnurun. Harga rumah amblas menjadi setengahnya.
Yg dulu pribumi masih harepin jual rumah sejuta perak,
sekarang harganya turun jadi 500 perak, itu kalao ada
yg mau beli.

Kendaraan umum semakin berkurang karena banyak resiko
yang tidak sedap terjadi terhadap si sopir bis. Si arep
naek bis tanpa mau bayar tiket, kalau ditegor si arep
bilang rame-rame " eloe rasis, eloe rasis ! ".

Saru daerah semakin banyak arep, segalanya pada mbrol.
Hargan tanah dan rumah ambrol, dan terutama juga ke-
amanan semakin rawan. Kota menjadi kotor dan kacau
balau. Grafiti muali timbul dimana-mana, perempuan
berjilbab muali merajai jalanan, pengangguran semakin
meledak dan kantor asisten sosial, antrian menjadi sangat
panjang dipenuhi oleh arep-arep yang tidak mau bekerja
kerjaan mereka menta duit.



















------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke