Jadi semuanya penuh ke pura2 an ? Trus status ABBAS digaji USA ada buktinya gak ? Apa ini pun pura2 nya saja ?
--- On Thu, 12/6/12, Muskitawati <[email protected]> wrote: From: Muskitawati <[email protected]> Subject: [proletar] Sebagai Anggauta Peninjau Palestina Bukanlah Negara !!! To: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] Received: Thursday, December 6, 2012, 6:37 PM > Syiah <tamanbaru03@...> wrote: > Amerika Serikat mengulangi pernyataannya > memilih melawan usulan Palestina untuk > kenaikan status negara bukan anggota di > Perserikatan Bangsa-Bangsa. Yang ditentang Amerika hanyalah berdirinya Negara Palestina, jadi kalo melamar mau jadi peninjau bukan halangan malah merupakan anjuran Amerika dari dulu agar status Palestina bukan sebagai Negara tapi sebagai protektorat seperti Hongkong, Batam, Taiwan, Vatican maupun Monaco yang kesemuanya tidak berdaulat, tidak boleh membangun militer, hanya boleh ada polisi saja. Jadi waktu itu usulan Amerika tentu saja ditolak rakyat Palestina yang ber-cita2 merebut Israel mengenyahkan Yahudi dimuka bumi persis seperti yang diwajibkan dalam alQuran. Abbas yang digaji Amerika pura2 menolak usulan Amerika itu, dan setelah usulan melamar jadi Negara ditolak UN, barulah dia melakukan anjuran Amerika melamar hanya sebagai peninjau saja. Agar usaha Abbas melamar menjadi peninjau jangan ditolak rakyatnya, maka pemerintah Amerika harus pura2 marah, pura2 melarang, pura2 tidak setuju, karena apa2 yang disetujui Amerika pasti ditentang umat Islam didunia dan di Palestina. Begitulah sebabnya, karena ditentang Amerika, karena menentang Amerika dan Israel akhirnya Abbas didukung rakyatnya untuk melanjutkan melamar sebagai peninjau dan kemudian setelah berhasil, abbas mengadakan pesta besar pesta kemenangan bersama rakyatnya. Jadi yang sebenarnya menang itu adala Amrika dan Israel, karena dengan status peninjau, maka sampai kiamat pun tidak bisa ada Negara Palestina di UN. Jadi kalo ngebayangin status Palestina sebagai Negara di UN, sama saja ngebayangin status Vatican sebagai Negara di UN atau pulo Batam berubah statusnya menjadi Republik Batam. Palestina dengan status sebagai peninjau tidak akan punya hak apa2 tapi justru punya kewajiban2 yang antara melaporkan kegiatan2 pelanggaran HAM dan Demokrasi diwilayahnya. Jadi kalopun bisa terjadi perundingan dengan Israel, maka status Palestina bukanlah sebagai Negara, sehingga yang dirundingkan bukan sama sekali perbatasan Negara tapi perbatasan wilayah kependudukannya saja untuk ditarik pajak2nya. Jadi Abbas bohong, membohongi rakyatnya bahwa sebagai peninjau Palestina bias menuntut Israel sebagai penjahat perang melalui ICC (International Criminal Court). Karena ICC bukanlah organ dari UN, dan ICC ini tidak diakui oleh Amerika dan Israel. Tapi baru2 ini, ICC sendiri membuat pernyataan bahwa Palestina dengan status peninjau tidak bias melakukan penuntutan atas Negara. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
