Jadi sekali lagi: hadist itu TIDAK ditulis oleh orang Arab yang menjadi saksi peristiwa yang diriwayatkannya tapi ditulis oleh orang Parsia dizaman kalifah Abbasiyah artinya diluar Makkah atau Madinah, yang menulis mereka itu (Bukhari, Muslim dll.) mendengar dari orang yang nguping dari orang yang diceritain dari orang yang berkisah dst. dst.
Tanpa bukti tentu saja. Dengan kata lain: semua yang tertulis di kumpulan hadits itu MUSTAHIL ada yang sahih, MUSTAHIL ada yang bisa dipercaya. Semuanya cuma omong kosong doang. Jelasnya nabi Muhammad seperti yang diriwayatkan hadits itu TIDAK berbukti ada. Dan kita juga TIDAK tahu banyak tentang kehidupan di Makkah dan Madinah ketika sekte Nasrani unitarian yang kemudian menjelma menjadi agama Islam setelah kekuasaan dinasti Muawiyah dan Abbasiyah itu... Saya garis bawahi: salah satu sumber agama najis Islam itu hanyalah bualan orang Parsia yang ditaklukkan orang Arab lalu ikut-ikut memeluk ajaran sekte Nasrani unitarian itu.. Setelah itulah sekte agama Nasrani itu menjadi agama Islam yang berkembang hingga seperti yang kita kenal sekarang. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
