Makanya beri semangat KPK ! Dan anda jangan lagi menulis seperti ini; ini hanya 
akan memungkinkan ketidak percayaan pada KPK; padahal KPK perlu sekali 
kepercayaan tersebut. Tulisan yang agak menuduh condong ke GOLKAR; jangan 
diajukan secara UMUM begini; dimana kepastian masih jauh. Mending suratin 
langsung KPK nya supaya menyadari.

OKEH !?

--- On Tue, 12/11/12, Yanto Murdiono <[email protected]> wrote:

From: Yanto Murdiono <[email protected]>
Subject: [proletar] KPK Adalah Anak Buahnya Aburizal Bakrie?: Studi Kasus 
Dugaan Korupsi Departemen Agama
To: [email protected], "Pers Indonesia" 
<[email protected]>
Received: Tuesday, December 11, 2012, 9:01 PM
















 



  


    
      
      
      
http://jurnal-korupsi.blogspot.com/2012/11/kpk-adalah-anak-buahnya-aburizal-bakrie.html

KPK Adalah Anak Buahnya Aburizal Bakrie? Studi Kasus Dugaan Korupsi Departemen 
Agama



Apakah karena dalam korupsi laboratorium bahasa Rp.18 milyar itu 

melibatkan petinggi partai Golkar yang berpengaruh? sehingga KPK 

terkesan enggan menangani kasus ini dengan alasan masih sibuk ngurusi 

korupsi Al Quran.

Padahal alat bukti untuk kasus laboratorium bahasa 

malah sudah lengkap karena sudah ada laporan hasil pemeriksaan BPK 

(Badan Pemeriksa Keuangan), sedangkan korupsi Al Quran yang masih rumit 

pembuktiannya, terkesan KPK malah sangat bersemangat.



Kalau hal 

semacam ini dibiarkan, bisa jadi makin kuat anggapan masyarakat, bahwa 

KPK sekarang adalah alatnya partai Golkar. Karena para komisioner KPK 

ini dulu bisa menjadi pimpinan KPK karena jasa dari Aburizal Bakrie. 

Sehingga kalau ada dugaan korupsi yang melibatkan Bakrie dan anak 

buahnya, maka KPK akan menyelamatkannya. Sebaliknya jika ada dugaan 

korupsi yang melibatkan lawan politik Bakrie,

 maka KPK akan menghajarnya habis2an, agar lawan politik jadu tunduk 

& patuh pada Bakrie



http://wanita-wanita-muslimah.blogspot.com/2012/07/wanita-muslimah-pt-offistarindo.html

PT Offistarindo Adhiprima vs KPK = KPK Takut Ungkap Korupsi? Padahal BPK Telah 
Ungkap Dugaan Korupsi Laboratorium Bahasa Departemen Agama Rp. 18M



Siapakah 

dibelakang perusahaan ini, sampai bisa membuat KPK takut? Jika hukum 

tidak bisa menjangkau, sangat setuju pernyataan Teten Masduki dari ICW, 

Bacok Koruptor



Kenapa KPK ragu dalam menangani 2 kasus yang secara bersamaan sedang

 ditelisiknya?



Untuk dugaan kasus

 korupsi proyek pengadaan Al Quran Rp.20M KPK langsung bergerak dan menetapkan 
tersangka, menggeledah dll.



Sedangkan

 untuk dugaan kasus korupsi proyek laboratorium bahasa Rp.18M yang sudah

 jelas ada temuan dan rekomendasi dari BPK (Badan pemeriksa Keuangan) 

sebagaimana berita koran tempo dibawah ini, KPK terkesan masih ragu2 

melangkah, dengan alasan masih sibuk ngurus korupsi Al Quran.



Ada apa?



Pertanyaan2

 semacam ini sebaiknya mendapat penjelasan yang tegas dan jujur dari 

KPK. Sehingga bisa menimbulkan dugaan di

 masyarakat bahwa KPK melakukan penanganan korupsi secara tebang pilih. 

Artinya KPK hanya merupakan lembaga untuk cari nama seolah2 lembaga ini 

melakukan pemberantasan

 korupsi, akan tetapi sebenarnya tidak. 



Jika pertanyaan tidak 

segera ditindak-lanjuti dengan action, yakni memeriksa intensif dugaan 

korupsi laboratorium bahasa tersebut, Lembaga KPK bisa dipandang 

masyarakat hanya merupakan alat menggiring opini bahwa di Indonesia ada 

sebuah lembaga yang bersih untuk memberantas korupsi, padahal sebenarnya

 tidak. Bahkan bisa saja dianggap bahwa KPK merupakan lembaga yang 

dijadikan alat untuk menjadikan seseorang sebagai pelaku dugaan tindak 

pidana korupsi, jika orang itu bukan merupakan bagian dari sebuah 

konspirasi (gangster) dimana bisa membuat kesan bahwa KPK hanyalah alat 

dari konspirasi (gangster) besar dan atau hanya menindak mereka2 yang tidak 
bisa memberi 

setoran besar.



Sudah saatnya KPK tidak hanya melakukan tindakan yang hanya bertujuan 
menciptakan pencitraan pada dirinya



Pertanyaan lain yang menggelitik, siapakah pemilik PT. OA (Offistarindo 
Adhiprima) agen tunggal alat laboratorium

 bahasa merk longsea yang diduga merupakan barang impor dari China yang di 
beberapa daerah di Indonesia di beri kesan sebagai produk lokal (lihat 
www.mediatek-lab.com) yang dalam berita koran tempo dibawah ini disebutkan 
tidak bisa memberi manfaat tapi dijual pada proyek pemerintah dengan harga 
mahal dari kepatutan? KOK BISA MEMBUAT KPK JADI RAGU-RAGU



Hal ini perlu ditelusuri, karena jika dilihat dalam www.mediatek-lab.com

 produk tersebut juga dijual pada proyek pemerintah melalui program dana

 alokasi khusus pendidikan yang merupakan program dari kementrian 

pendidikan nasional. Artinya alat laboratorium bahasa merk longsea ini 

selain ada dugaan korupsi di kementrian agama dan sudah tersebar di 

madrasah, bisa juga terjadi dugaan korupsi dikementrian pendidikan, dan 

sudah tersebar disekolah2 di Indonesia.



Untuk itu

 perlu diselidiki, apakah memang produk laboratorium bahasa itu diberi 

merk longsea, karena disana memang ada pabrik produk laboratorium bahasa

 dengan merk longsea, atau hanya merupakan produk impor serabutan, tidak

 jelas kualitasnya (abal2) lalu kemudian diberi merk asal2an, dengan 

nama longsea



__________________________________________________________



http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/07/05/ArticleHtmls/KASUS-KORUPSI-KEMENTERIAN-AGAMA-BPK-Ungkap-Kejanggalan-Proyek-05072012003014.shtml?Mode=0



KASUS KORUPSI KEMENTERIAN AGAMA 



BPK Ungkap Kejanggalan Proyek Laboratorium Madrasah 



"Seharusnya sudah ditindaklanjuti."



Pengadaan alat laboratorium bahasa untuk madrasah tsanawiyah pada 2010 

senilai Rp 18 miliar di Kementerian Agama diduga bermasalah. Badan 

Pemeriksa Keuangan meyakini proyek itu, “Berpotensi merugikan keuangan 

negara jika harga barang yang diterima di bawah nilai kontrak,” demikian

 tertulis dalam hasil audit proyek yang diperoleh Tempo kemarin. 



Proyek pengadaan alat laboratorium dan AlQuran tahun 2010-2011 ini 

tengah ditelisik Komisi Pemberantasan Korupsi. Anggota Komisi Agama di 

Badan Anggaran DPR dari Partai Golkar, Zulkarnaen Djabar, dan putra 

sulungnya, Dendy Prasetya, Direktur Utama PT Sinergi Alam Indonesia, ditetapkan 
sebagai 

tersangka kasus suap untuk kedua proyek tersebut. Mereka diduga menerima

 duit Rp 4 miliar. 



Hasil audit proyek yang ditandatangani akuntan register negara Acep 

Mulyadi pada 23 Mei 2011 menyebutkan pengadaan laboratorium besar 

kemungkinan tak sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 

tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah. Salah 

satu penyebabnya, situs help desk nasional dari CV AK (Adi Kersa?), pemenang 
tender 

proyek, di http://www.offistarindo.com, tak menyediakan fitur forum diskusi 
antarwarga 

madrasah. Selain itu, katalog produk, deskripsi, tujuan, dan manfaat 

bagi pengguna tak lengkap. 



Situs itu dimiliki oleh PT OA (Offistarindo Adhiprima?), agen tunggal peralatan 
laboratorium bahasa merek Longsea. Badan Pemeriksa juga menilai hasil pekerjaan 
dengan kontrak senilai Rp 

18,196 miliar itu tak bisa memberi manfaat sesuai yang diharapkan. 

Mereka menilai panitia pengadaan tak memahami peraturan lelang. Tim 

penerima dan pemeriksa barang juga lalai menjalankan tugas. 



Badan Pemeriksa merekomendasikan Kementerian Agama memberi sanksi 

kepada kuasa pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen, panitia 

pengadaan, dan tim pemeriksa barang. 



Anggota Komisi Agama DPR, Muhammad Baghowi, mendesak Kementerian Agama 

menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan. “Apalagi audit itu 

tahun 2011, se harusnya sudah ditindak lanjuti,” kata politikus Partai Demokrat 
ini. 



Wakil Menteri Agama Nasa ruddin Umar belum mengetahui hasil audit tersebut. 
“Saya tidak bisa menanggapi,” katanya. 



Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Johan Budi S.P., menolak 

menanggapi hasil audit. Ia mengatakan lembaganya masih menelusuri bahan 
pengadaan laboratorium madrasah tsanawiyah. 



Menurut Johan, komisinya masih fokus pada pengadaan Quran. “KPK terus 

mengejar data korupsi soal pengadaan laboratorium itu,” ujarnya. 



Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan semua informasi dan data BPK

 itu akan diverifikasi lembaganya. “Untuk menemukan relevansi bukti 

materiil,” ujar dia.



Note: konfirmasi pada pemilik PT OA (Offistarindo Adhiprima), Jl. Roa Malaka 
Utara no.38-38A, Tlp: 021-6915075, Jakarta Barat 11230) yang bernama Harri Lo 
melalui sekretaris pribadinya yang bernama Sari pada nomor HP 08129033919 belum 
mendapat jawaban. Demikian juga Adik Dwi Putranto, SH, direktur CV AK 
(Adikersa), Komp. Ruko Kutisari Surabaya, sebagai pelaksana proyek laboratorium 
bahasa, ketika dihubungi pada HP 081330168809 & Flexi 031-5018380 juga belum 
memberi tanggapan.



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    






  










[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke