Tidak salah memang binatang purba bersel satu amuba juspig termasuk pemilik penyakit parah.
Selain kesepian, juga terbebani oleh pendapatan uang hasil dari menadahkan tangan menunggu belas kasihan pemerintah. Selain memiliki penyakit pikun ( sudah tidak memiliki lagi kemampuan berimprovisasi ) juga memiliki penyakit paranoid parah ( szipronia CMIIW mengenai istilah yg benarnya ), hal ini pernah diceritakan ke aku pribadi oleh seseoang teman yg "pernah bertemu" dengan binatang purba bersel satu amuba juspig. Dengan kondisi demikian maka hiburan satu satu nya adalah memutar kaset rusak dengan harapan mendapat dukungan dari jauh, sama halnya dengan mendukung Alex Aan masuk bui. Seperti halnya dimasyarakat, maka di kampung Prol sendiri akan tetap mendapat dukungan dari warga baru yg tidak tahu siapa dan apa maunya binatang bersel satu amuba juspig, selain menebar kebencian yg sebenarnya sudah jelas dikarenakan di sakit i oleh para temannya yg tidak peduli lagi, terutama setelah adiknya modar tidak ada yg melayat, sehingga sakit hati nya di lempar ke siapapun temannya yg pada umumnya beragama Islam. Tanpa peduli lagi mengenai perkembangan Masyarakat Indonesia. Kasihan ?.........cuhhhhh VIVAlife - Merasa sedih, tak bahagia, atau galau? Hati-hati keadaan emosi negatif seperti ini dapat membawa Anda pada kesepian. Dan penelitian terbaru mencatatkan jika kesepian ini dapat memicu penyakit Alzheimer atau pikun. Teori mengatakan bahwa kesepian merupakan faktor risiko kesehatan, karena kurangnya kemampuan seseorang untuk kontak dengan lingkungan. Adalah para peneliti dari Amsterdam Study of the Elderly yang kemudian melakukan penelitian pada 2000 orang, yang hidup tanpa gejala demensia. Mereka adalah orang yang tinggal sendiri dan tinggal dengan orang lain. Hasil menunjukkan, mereka yang merasa kesepian dua kali lebih besar mengembangkan demensia. Perasaan kesepian ini sebenarnya merupakan hasil dari penurunan mental yang pada akhirnya memengaruhi keterampilan sosial. Tak hanya itu, perasaan kesepian erat kaitannya dengan lemahnya sensitifitas seseorang pada lingkungannya. Hal ini pun terungkap pada peserta yang tinggal bersama orang lain. Dengan demikian, perasaan kesepian seseorang sangat memberikan peluang risiko demensia di kemudian hari. Namun ada cara terbaik untuk mengurangi risiko penyerangannya: berolahraga, makan makanan yang sehat, dan jangan merokok. "Usia masih tetap merupakan faktor risiko terbesar dari penyakit ini. Akan tetapi dalam penelitian ini, perasaan kesepian juga menjadi faktor risiko yang lebih tinggi dari kondisi lainnya," kata Dr. Simon Ridley, salah satu peneliti dari lembaga Alzheimer Inggris, seperti dikutip dalam Daily Mail. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
