kemaren baru dari money changer.
ngantrinya kayak antrian sembako, abis ngambil nomer antraian,
saya baru dipanggil 2 jam kemudian.
rupanya libur panjang akhir tahun ini makin banyak orang indo yg berlibur ke 
luar negri.

pas liat kurs, buset deh, semua mata uang asing naik drastis.
baru kali ini saya liat SGD melampaui angka 8000 perak. padahal 
terakhir ke singapur beberapa thn yg lalu masih sekitar Rp 6.600an.
euro nyentuh 13.000 perak, swissfranc dan AUD  diatas 10.000. 
cuman USD yg masih anteng dibawah 10.000, masih 9.600an.
kayaknya kalo maen valas (Rp vs ...) akhir tahun kayaknya asik juga hehe.

--- In [email protected], "Teddy S." <teddyr@...> wrote:
>
> Rupanya kuatnya dollar dan ekonomi Australia menjadi daya tarik bagi sex, 
> obat bius dan rock and roll.
> 
> Pertumbuhan ekonomi Australia termasuk kecil bila dibandingkan dengan 
> negara-negara berkembang, hanya sekitar 3,1% per tahun, tapi ini merupakan 
> yang tertinggi bila dibandingkan dengan banyak negara maju yang ekonominya 
> rata-rata masih empot-empotan. Sekarang ini pendapatan rata-rata orang yang 
> bekerja penuh di Australia adalah A$ 70.000 per tahun dengan nilai tukar 
> dollar Aussie kebanyakan lebih tinggi daripada dollar AS dalam dua tahun 
> belakangan ini. Atasan saya malah belum lama ini bilang dalam suatu rapat 
> bahwa pendapatan sekitar A$ 220.000 per tahun akan bisa didapat dengan mudah 
> bagi kami asal mau bekerja di pertambangan-pertambangan.
> 
> Keadaan ini merupakan daya tarik utama bagi wanita-wanita penghibur dan 
> pembawa konser rock untuk terbang masuk dan keluar disamping semakin 
> agresifnya pengedar obat bius mencoba memasukan barang-barang mereka ke 
> Australia.
> 
> Harga 1 kg kokain AS$ S2.400 di Kolombia, AS$ S12.500 di Mexico dan AS $ 
> 33.000 di AS. Harganya menjadi lebih dari  A$ 200.000 di Australia.
> 
> Konser macam Bruce Springsteen harganya lebih dari A$ 200, padahal konser 
> yang sama harganya cuma AS$ 90 di Connecticut.
> 
> Wanita-wanita penghibur umumnya berdatangan dari Thailand, Korea dan RRC 
> dengan biaya pelayanan A$ 150 per jam di Sydney dan biayanya jadi dua kali 
> lipat kalau di tempat-tempat penambangan. Pendapatan mereka bisa mencapai A$ 
> 4.000 per minggu, hal mana sekitar tiga kali lipat pendapatan rata-rata orang 
> bekerja di Australia. Ada dari mereka yang sampai keliling dunia dalam 
> menjajakan profesinya.
> 
> 
> Read more: 
> http://www.smh.com.au/national/magnet-for-sex-drugs-and-rock--roll-20121230-2c152.html
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke