http://www.foxnews.com/story/0,2933,80875,00.html
--- In [email protected], Ballast Yo <yo.balast@...> wrote: > > sudah menjadi rahasia seluruh dunia. > ya, semua bangsa dunia faham bhw amrik, inggris dan sekutunya nyata2 > memborbardir irak, membunuhi rakyatnya dan jg mengganti rezim penguasa sesuai > selera dgn cara barbar. > alasan keberadaan 'senjata pemusnah massa" adl omong kosong. > > berapa juta kali lagi, dunia hrs menulis. > berapa triliun kali bangsa dunia hrs mengungkapkan kegelisahan pelanggaran > ham ham ham ham ini. > tapi... > tapi para jurnalis ham, para penggiat ham hanya bengong. > bener-bener ham tulul. > yg hanya dimanfaatkan oleh orang2 utk mencari dolar dan jaminan buah peler > hari tua... > bahkan rela utk menjual tanah airnya sekalipun > > apalagi...yg cmn nongkrongin milis > sungguh perbuatan nista. > > > > == > Komandan militer diharapkan untuk memberitahu penyelidikan atas perang Irak, > yang akan dibuka pada hari Selasa, bahwa invasi tersebut tidak memiliki > perencanaan yang baik dan persiapannya disabotase oleh pemerintahan Tony > Blair dalam upaya untuk menyesatkan publik. > > > Mereka begitu terkejut oleh kurangnya persiapan setelah invasi yang mereka > percaya bahwa anggota dari pemerintah Inggris dan AS pada saat itu dapat > dituntut untuk kejahatan perang dengan pelanggaran kewajiban yang digariskan > dalam konvensi Jenewa untuk menjaga keamanan penduduk sipil dalam suatu > konflik, lapor kantor berita Guardian. > > Langkah yang diambil oleh Pemerintahan Blair untuk menyembunyikan rencana > invasi dan semarah apa komandan militer pada apa yang mereka sebut kegagalan > "mengerikan" pemerintah muncul ketika Sir John Chilcot, ketua penyelidikan, > berjanji untuk menghasilkan sebuah keterangan "penuh dan mendalam" tentang > bagaimana Inggris ikut terseret ke dalam konflik. > > Bukti baru telah muncul tentang bagaimana Blair menyesatkan anggota parlemen > dengan menyatakan pada tahun 2002 bahwa tujuannya adalah "pelucutan senjata, > bukan perubahan rezim". Dokumen yang ada menunjukkan pemerintah ingin > menyembunyikan maksud yang sebenarnya dengan memberi "sejumlah kecil" > informasi dari pejabat. > > Dokumen-dokumen yang bocor kepada Sunday Telegraph adalah " laporan > pasca-operasional" dan dokumen-dokumen "Lesson Learned" yang disusun oleh > tentara dan komandan lapangan. Mereka merujuk kepada sebuah operasi > "terburu-buru" yang menyebabkan "resiko signifikan" untuk pasukan dan > "kegagalan parah" di masa sesudah perang. > > Satu komandan mengatakan pemerintah "melewatkan kesempatan emas" untuk > mendapatkan dukungan dari warga Irak. Lainnya berkomentar: "Itu bukan seperti > kolonialisme tahun 1750-an di mana militer harus melakukan semuanya sendiri". > Seorang, menggambarkan rantai suplai, menambahkan: "Saya tahu pasti bahwa ada > satu kontainer penuh ski di gurun". > > Beberapa pasukan yang dikerahkan di penerbangan sipil ke negara-negara > tetangga Irak dengan peralatan mereka "yang dibawa oleh bagasi tangan". > Produk dianggap berbahaya, termasuk pisau lipat dan gunting kuku, disita dari > mereka. > > Diwawancarai untuk laporan sesudah perang yang disusun oleh Kementrian > Pertahanan, Brigadir Bill Moore, komandan dari Brigade 19, ditanya: "Apakah > Anda menerima tingkat yang benar nasihat untuk pembangunan bangsa Anda > hadapi?" Dia menjawab: "Kami sama sekali tidak punya saran apa pun. Kurangnya > saran dari FCO (Foreign and Commonwealth Office), Home Office dan DFID > (Department for International Development) itu mengerikan." > > Laporan "Lesson Learned" menyatakan: "Jangan sekali lagi kita mengirim > tentara yang tak diperlengkapi dengan baik ke medan tempur". Namun, banyak > kegagalan yang diceritakan dalam dokumen yang bocor dan bukti yang diberikan > dalam komite di Commons, terutama yang berkaitan dengan peralatan, telah > diulang di Afghanistan. > > Secara signifikan, dokumen-dokumen mendukung apa yang sebelumnya diakui oleh > para pejabat, bahwa tentara tidak diizinkan untuk mempersiapkan dengan baik > invasi ke Irak pada tahun 2002 agar parlemen dan PBB tidak waspada bahwa > Blair sudah bertekad untuk pergi berperang. > > Dokumen-dokumen itu menambahkan: "Di Whitehall, rezim keamanan operasional > internal, di mana hanya sejumlah kecil perwira dan pejabat diizinkan untuk > terlibat (dalam persiapan invasi Irak) terkendala perencanaan yang lebih luas > untuk operasi tempur dan fase-fase berikutnya secara efektif sampai 23 > Desember 2012." > > Blair telah berjanji pada George Bush bahwa ia akan bergabung dengan invasi > pimpinan Amerika ketika, hingga akhir Juli 2002, ia menyangkal di hadapan > anggota parlemen bahwa persiapan yang sedang dilakukan adalah untuk aksi > militer. Dokumen yang bocor mengungkapkan bahwa "dari bulan Maret 2002 atau > paling lambat Mei ada kemungkinan yang signifikan dari operasi Inggris > berskala besar ". > > Dokumen bocor pada tahun 2005 menunjukkan bahwa, hampir setahun sebelum > invasi, Blair secara pribadi bersiap-siap untuk menempatkan Inggris dalam > perang dan menggulingkan Saddam Hussein, meski peringatan dari penasihat > dekatnya bahwa hal itu tidak bisa dibenarkan. Mereka juga menunjukkan > bagaimana Blair berencana untuk membenarkan perubahan rezim sebagai tujuan, > meskipun ada peringatan dari Lord Goldsmith, Jaksa Agung, bahwa "keinginan > untuk perubahan rezim bukanlah dasar hukum bagi aksi militer." > > Chilcot mengatakan ia dan timnya tidak akan segan-segan membuat kritik > terhadap individu atau organisasi jika mereka dibenarkan. Tapi ia menekankan > penyelidikan bukanlah pengadilan hukum yang dibentuk untuk menentukan isu > bersalah dan tidak bersalah. > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
