Inilah yang Membuatku Tak Percaya Agama Oleh Imran Hossain (asal Bangladesh)
[EMAIL PROTECTED] 2005/10/11 Terkadang aku berpikir kenapa dalam hati aku percaya akan hal yang berbeda sekali dengan yang dipercayai kebanyakan sanak-saudara dan kawan2ku. Aku punya nilai2ku sendiri. Aku selalu ingin menikmati kebebasan pribadiku, melihat semua orang berderajat sama, dan melakukan sesuatu yang lebih baik di dunia yang luas ini. Akan tetapi, ajaran Islami di masa kecil berusaha keras untuk menekan pikiranku. Aku bingung untuk memilih antara pikiran2ku dan Islam. Aku mengakui bahwa aku harus berterimakasih pada ayahku yang tidak pernah menyuruhku untuk menjalankan agama Islam, tidak sekalipun, dan kakak perempuankulah yang pertama kali menanamkan benih keraguan di benakku tentang Muhammad dan hal2 yang tak masuk akal dalam Qur’an. Hari ini aku akan memaparkan pandangan2ku tentang Islam yang membuatku menjadi orang yang tak percaya agama. Seorang hujur (guru agama Islam) disewa untuk mengajarku ketika aku berusia 10 tahun. Dia mengajarku bahasa Arab supaya aku bisa baca Qur’an. Dia mengajarku bagaimana sembahyang dan melakukan puasa. Aku sembahyang dan puasa tapi tidak merasakan apapun. Semuanya terasa hanya sekedar upacara2 agama bohong2an belaka. Hujurku biasa memberikan kuliah setiap kali datang dan dia membuatku percaya pada Allah dan Muhammad. Dia mengajarkan bagaimana untuk menolong Ummah (persaudaraan Muslim) dan jangan berkawan dengan non-Muslim, terutama orang2 Yahudi. Hujurku berkata hanya orang2 Muslim saja yang layak pergi ke surga dan non-Muslim adalah musuh Allah. Karena itu kita perlu bertempur bagi Islam sampai akhir. Ini pula yang kudengar dari orang2 Muslim lainnya. Meskipun dengan adanya penanaman bibit2 kebencian ini, aku tetap saja diberitahu terus-menerus bahwa “Islam adalah agama penuh damai.” Setelah beberapa tahun, pertanyaan2ku mulai mengetuk pikiranku. Pertanyaan2 utamaku adalah: Mengapa aku menjadi korban kebencian jika aku lahir di sebuah keluarga non-Muslim? Apa yang salah dengan non-Muslim tak berdosa dan kenapa Allah membuang mereka ke neraka untuk selamanya? Mengapa Allah membuat tembok diantara kami dan mereka? Jika kita begitu membenci non-Muslim, mengapa kita mengatakan bahwa Islam adalah agama penuh damai? Kukira aku mestinya salah mengerti tentang Islam. Aku menyadari bahwa aku harus tahu tentang Islam yang sebenarnya untuk menghilangkan salah pengertian ini. Aku mengunjungi banyak ahli2 Islami untuk menanyakan pertanyaanku dan menemukan jawaban2 yang aneh. Kebanyakan orang2 Muslim adalah orang yang baik. Akan tetapi, harus kuakui jelas kebanyakan mereka bicara tanpa otak dan beberapa ingin memusnahkan orang2 Yahudi atau non-Muslim dan agama2 lainnya hanya jika mereka membela Islam. Orang2 Muslim ini sangat ramah, tapi mereka jadi haus darah jika berdebat untuk Islam. Aku tak ingin berprasangka buruk terhadap non-Muslim tapi komentar2 yang kudengar tentang mereka seringkali tidak jelas dan penuh curiga. Aku selalu diberitahu untuk memilih berteman dengan orang2 Muslim saja. Ini terasa sangat tak adil. Pada kenyataannya, kita bisa tahu tentang sebuah pohon dari buah2nya. Seorang Muslim adalah buah dari Islam. Karena itu, Islam berarti Muslim. Islam dan Muslim bergantung satu sama lain. Jika kita tidak dapat mengharapkan nilai2 yang baik dari orang2 Muslim, maka bagaimana kita dapat menunjukkan nilai2 yang baik dari Islam? Ini membuatku sangat kecewa terhadap Islam. Aku mencoba mencari “kedamaian” yang diiklankan dalam Islam. Kita semua tahu bahwa para pengritik dan orang2 bekas Islam (murtad) dibunuh. Orang2 non-Muslim tidak boleh dijadikan kawan2 atau saudara2. Orang2 yang berzinah harus dirajam sampai mati. Pemabuk dan pelanggar aturan dicambuki. Pencuri2 kehilangan tangan2 mereka, dan banyak lagi. Bagaimana mungkin semua ini mewakili kedamaian? Dapatkan membunuh, berkelahi, memecuti, merajam, dan membenci dipakai sebagai simbol kedamaian? Bagaimana aku dapat mengatakan Islam itu adalah agama damai jika Islam membunuhi para pengritiknya dan orang2 yang meninggalkannya? Aku tidak mendapatkan pembenaran dari ajaran ini. Aku mencari tahu kenapa orang2 Banglades harus memuliakan penjajahan Arab? Apakah Arab itu membuat kita jadi lebih baik? Kita mengadopsi budaya dan agama orang Arab itu, tapi kita tidak diperlakukan baik oleh mereka. Apa sih guna sebenarnya dari mengikuti nilai2 mereka? Kita kan punya budaya dan agama kita sendiri. Islam berkata non-Muslim akan dikirim ke neraka. Aku tidak setuju dengan hal ini. Apakah humanitarian seperti Madam Theresa dibakar selama-lamanya di neraka, sedangkan penguasa2 bengis seperti Saddam Hussein dikirim ke surga hanya karena mereka Muslim? Akankah Tuhan mengirim orang2 ke neraka hanya karena Dia membuat mereka terlahir di keluarga2 non-Muslim? Ini rasanya terlalu banyak diskriminasi. (Imran sekeluarga lalu pindah ke negara baru) Orang2 di negaraku yang baru telah banyak menolongku. Petugas2 bisa mengeluarkan visa bagi kami. Pemerintah negaraku yang baru memperbolehkan kami menikmati kesamaan hak. Departemen kesehatan mengeluarkan ratusan ribu dollar bagi perawatan ayahku dan sanak keluargaku. Pemerintah negara ini membantu banyak negara2 miskin tanpa syarat. Pertanyaanku adalah – mengapa orang2 dermawan di negara baruku bakal dikirim ke neraka untuk selamanya? Aku tidak bisa menerima pandangan Islam ini sama sekali. Kenyataannya, penemuan2 orang2 kafir ini telah membuat hidup banyak orang2 Muslim yang memeluk Islam jauh lebih baik. Semua barang2 kebutuhan yang dapat kaulihat dengan matamu ditemukan oleh orang2 kafir. Orang2 Muslim menghabiskan waktunya dengan sembahyang lima kali sehari dan Ramadan. Orang2 Muslim menggunakan pesawat terbang dan kendaraan bermotor untuk pergi ke Mekah untuk naik haji. Mereka pakai kalkulator untuk membayar zakat. Empat dari lima pilar Islam dibuat dengan pertolongan produk2 non-Muslim. Sayangnya, para penolong orang2 Muslim ini akan jadi penghuni neraka. Aku tidak dapat setuju dengan hukuman bahwa para kafir kreatif yang membuat dunia jadi lebih baik ini akan dibakar di neraka untuk selamanya. Kecurigaanku terhadap Islam tumbuh semakin besar dari hari ke hari dan berbagai pertanyaan muncul di kepalaku tapi aku tidak mendapatkan jawaban2 yang memuaskan. Aku mencoba mencari orang2 yang berpikir seperti aku. Kira2 dua setengah tahun yang lalu, aku menemukan website www.vinnomot.com yang dikerjakan oleh seseorang yang berasal dari Bangladesh. Aku kaget waktu membaca tulisan2 di website ini. Meskipun tulisan2nya baru bagiku, aku merasakan hal yang sama sejak dulu. Aku menyadari bahwa aku tidak sendirian. Banyak orang yang juga merasa ragu terhadap Islam. Meskipun begitu, apakah semua orang sekuler di website ini salah dalam mengartikan Islam? Karena itu, aku mulai membaca Qur’an dan Hadith untuk mengetahui kebenaran tentang Islam. Setelah itu, aku tahu bahwa para penulis di website itu benar adanya, dan orang2 yang menda’wahkan Islam tidak menyatakan yang sebenarnya tentang Islam, dan kecurigaanku terhadap Islam terbukti benar. __________________________________________________ Apakah Anda Yahoo!? Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam http://id.mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery. http://us.click.yahoo.com/WpTY2A/izNLAA/yQLSAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
