Bila sudah ada 1 korban Alex Aan yg masa depannya menjadi amburadul, ada lagi Kartini yg akhirnya dibebaskan dari hukuman mati.
Dalam hal Kartini aku sangat ingat, bagaimana hampir semua warga Prol ikut aktif mencari jalan agar Kartini seorang TKW dibatalkan dari hukuman mati, mulai dari warga yg di State sampai Qatar dan Europa aktif bergerak sesuai kemampuannya masing masing. Sedang dalam hal Alex Aan yg memang masih polos tidak sadar bahwa ketika diminta menjadi salah satu moderator pada akhirnya menjadi fatal, padahal semua warga yg sudah sering online tahu dan memahami dengan jelas bahwa moderator umumnya ada di millis, bukan di facebook, mengapa tidak umum di FB, karena di FB semua data tidak hilang, serta sangat mudah mengelolanya, sehingga setiap orang yg menjadi pemilik nya bisa melakukan apapun tanpa perlu repot. Dalam hal ini binatang purba bersel satu amuba juspig yg otaknya sudah di peler sengaja menjerumuskan seorang PNS menjadi manusia yg tidak jelas masa depannya. Bila tidak suka dengan "sesuatu" yg diasumsikan salah, maka cara santun masih sangat banyak celah terbuka. Bila sekedar ingin memaki dan memfitnah maupun merusak nama orang lain, maka bisa dipastikan ybs memiliki kelainan jiwa yg akut. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor, mulai dari terprovokasi, menjadi korban, paranoid yg tidak jelas asal usulnya, sampai sekedar iseng karena bisa menulis seenaknya. Apa faedah bagi kelompok yg secara tidak langsung membuat terkucil ?, bila didunia maya saja sudah terkucil, bagaimana di kehidupan dunia nyatanya ?. Bila masuk ke kampung petar, maka yg disebut perang agama, antara yg suka memaki dan marah marah, dengan yg berusaha menjelaskan yg sayangnya sudah diantipati bisa jadi sudah lebih dari 10 putaran, bila pertahun warga Prol yg paling setia semodel binatang purba bersel satu amuba juspig morang maring, maka akan datang 1 sd 3 warga baru dengan sangat penuh antusias mendukung tulisan kaset rusak, dan mundur teratur setelah sadar dan ngeh bahwa didalam kenyataannya binatang purba bersel satu amuba juspig memang otaknya sudah pindah ke peler, dan seperti biasa maka hilang 3 masuk 3. Yg tersisa warga lama bolak balik tetap, karena kampung Prol adalah kampung yg penuh kenangan dengan segala diskusi cerdas maupun kisah dan cerita beragam yg minimal menambah pengetahuan diluar agama. Apa faedahnya ? Pertanyaan ini aku tujukan ke abu ireng, rahwana dan Gabriel ( hanya mohon maaf nama abu ireng dan rahwana sama halnya dengan binatang purba bersel satu amuba juspig sudah masuk ke block di folderku ), utk ini bolehlah Gabriel sedikit menjelaskan mengapa harus ngotot memojokan Islam, karena Indonesia dengan jumlah rakyat diatas 200 juta, dan dari beragam suku didalam kenyataan tetap bisa hidup dan malah para cina sialan bisa jadi konglomerat dan membawa kabur keuntungannya keluar Indonesia, membuat kuburan adu gede dan mewah, padahal di RRC sendiri yg mati jatahnya sudah dibolehkan secara halus di kremasi. Singapore juga kicit kicit, apakah dampak dari pola hidup seperti ini wajar ?, apakah faktor GINI di Indonesia semakin melebar ( diatas 3,5 ) yg suatu saat bisa meledak tanpa bisa ditahan lagi dimana faktor utamanya bukanlah agama melainkan kesenjangan kehidupan antara kaya dan miskin, dimana yg miskin bukan berarti Muslim, karena yg bokek non Muslim pun banyak tidak diperhitungkan ? Please... ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
