uplik bekas wartawan? ini nyaris mustahil. soalnya ngga kebayang aja, senin dia nulis ttg A, selasa A lagi, rabu masih A, sampe ketemu senin masih nulis A lagi, dengan titik koma yg tidak berubah samasekali. bangkrut dah tu koran.
--- In [email protected], "ajeg" wrote: > > > "even the abuse, foreign correspondents > rarely tell anyone, even friends.." > > Begitu kata seorang wartawati yang nggak mau > disebut namanya. > > Memang seperti itulah yang berlaku umum. > > Bukan hal gampang bagi perempuan untuk menceritakan > pelecehan, lebih-lebih perkosaan, yang pernah dialami. > > "The shame runs so deep, and the fear of being > pulled off an assignment is so strong..." tambah sang > wartawati. > > Jadi, besar kemungkinan cerita-cerita yang diumbar > uplik barusan hanyalah pengembangan redaksional untuk > meningkatkan penjualan. > > Nah, sutan dungu yang katanya bekas wartawan itu memang > tergolong wartawan paling dungu di dunia fana (menurut > sumber yang dapat dipercaya). > > Liat, begitu dungunya dia sehingga tega mengumbar aib > rekan sekorpsnya demi memuaskan kegandrungannya pada > kedunguan. > > Rakusnya bukan main dalam melahap cerita sensasi dan > selalu kesilauan melihat data & statistik dari lembaga- > lembaga resmi. > > ungu lu plik > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
