johny-indon itu hidupnya senantiasa tertekan....

Ditekan bapaknya yang buas, kejam, keji, zalim, ganas lagi biadab yang
tega-teganya memperlakukan anaknya kayak anjing budug dengan menendangnya
hingga terkencing-kencing...

Dan ditindas kakaknya tukang kibul yang bilang, antara lain, mulut nggak bau
setelah merokok kawung dan sekali gus dia menjerumuskan adiknya johny-indon
untuk jadi korban tendangan bapaknya yang buas, kejam, keji, zalim, ganas lagi
biadab..

Yang dikenal johny-indon itu hanyalah tekanan dan tindasan.

Serta bualan dan kibulan.

Tak ada kasih sayang ditengah keluarga yang membesarkannya...

Tak ada kejujuran ditengah keluarga yang membesarkannnya.

Dan akibatnya ya otaknya tetap cebol.

Dan jelas sudah rusak berat pula, makanya ngomong asal ngaco: saya  
mengulang-ulang memuat tulisan yang sama juga diributkannnya.


--- In [email protected], "johny_indon"  wrote:
>
> 
> 
> uplik bekas wartawan?
> ini nyaris mustahil.
> soalnya ngga kebayang aja, senin dia nulis ttg A, selasa A lagi, rabu masih 
> A, 
> sampe ketemu senin masih nulis A lagi, dengan titik koma yg tidak berubah 
> samasekali.
> bangkrut dah tu koran.
> 
> --- In [email protected], "ajeg"  wrote:
> >
> > 
> > "even the abuse, foreign correspondents 
> > rarely tell anyone, even friends.." 
> > 
> > Begitu kata seorang wartawati yang nggak mau 
> > disebut namanya. 
> > 
> > Memang seperti itulah yang berlaku umum. 
> > 
> > Bukan hal gampang bagi perempuan untuk menceritakan 
> > pelecehan, lebih-lebih perkosaan, yang pernah dialami. 
> > 
> > "The shame runs so deep, and the fear of being 
> > pulled off an assignment is so strong..." tambah sang 
> > wartawati. 
> > 
> > Jadi, besar kemungkinan cerita-cerita yang diumbar 
> > uplik barusan hanyalah pengembangan redaksional untuk 
> > meningkatkan penjualan. 
> > 
> > Nah, sutan dungu yang katanya bekas wartawan itu memang 
> > tergolong wartawan paling dungu di dunia fana (menurut 
> > sumber yang dapat dipercaya). 
> >  
> > Liat, begitu dungunya dia sehingga tega mengumbar aib 
> > rekan sekorpsnya demi memuaskan kegandrungannya pada 
> > kedunguan. 
> > 
> > Rakusnya bukan main dalam melahap cerita sensasi dan 
> > selalu kesilauan melihat data & statistik dari lembaga-
> > lembaga resmi. 
> > 
> > ungu lu plik
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke