Salah satu diskusi menarik sebelum si binatang purba bersel satu amuba 
juspig sakit jiwa dikarenakan adiknya modar gak ada teman yg 
melayat...maklum juga sih memang sudah punya dasar sakit jiwa.
Yg pasti warga jadi pada kabur dengan bombardir sampah si binatang laknat, 
gak ada yg melayat Prol jadi pelariannya.
++
----- Original Message ----- 
From: "Darwin Bahar" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Sunday, August 18, 2002 3:56 PM
Subject: [proletar] Gu, Kata Berjawab--->Re: Somasi Majelis Mujahidin, 
Sensor Atas Nama Islam?


>> --- In proletar@y..., "gu_yo_nan" <merdeka@k...> wrote:
>
> Seperti saya janjikan tanggapan Anda atas posting saya akan saya jawab
>
>> > Darwin Bahar <dbahar@i...> wrote:
>>
>> > Saya pribadi termasuk yang berkeyakinan bahwa pendapat Majelis
>> > Mujahidin, yang menyatakan "Islam itu agama tauhid, agama yang satu,
>> > bukan warna-warni dan yang warna warni adalah Umat Islam, karena
>> > perbedaan suku bangsa, kulit, kebudayaan dan sebagainya" adalah
>> > pendapat yang wajar.
>>
>> Kewajarannya di mana, saya tidak melihatnya.
>>
>> Apa hubungannya "tauhid, atau percaya kepada satu Allah"
>> dengan "agama yang satu dan bukan warna-warni"?
>>
>
> DB:
> ----
> Islam didasarkan atas lima fondasi atau yang biasa disebut Rukun Islam :
> syahadatain (pengakuan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad
> sebagai rasul Allah), menjalankan salat wajib lima kali dalam satu hari
> satu malam, berpuasa sebulan penuh dalam bulan Ramadhan, mengeluarkan
> zakat atas rezeki yang diperolehnya dan berhaji---minimal---sekali seumur
> hidup bagi yang mampu. Kalau "diperas" lagi, fondasi utama adalah
> syahadatain: pengakuan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah (tauhid) dan
> Muhammad sebagai rasul Allah. Seperti dikemukakan Prof Jeffrey Lang,
> secara bersamaan, kelima rukun Islam ini menyentuh banyak wilayah
> eksistensi seorang mukmin: etika spritual, kesehatan diri, hubungan
> sosial, hubungan seksual, politik, keuangan, manajemen waktu, kebiasaan
> makan, carap berpakaian dan banyak lainnya.
>
> Siapapun yang menerima fondasi itu adalah Islam, termasuk  Ahmadiyah,
> Salamullah.
>
> Kelima fondasi tersebut dijelaskan dalam Al Qur'an dan Sunnah Nabi
> Muhammad SAW.  Al Qur'an dan Sunnah Nabi tentu saja tidak mungkin dan
> tidak perlu menjelaskan secara rigid dan detail. Karena selain sesuai
> dengan sunahNya bahwa alam dan isinya berkembang, kepada manusia juga
> diberikan akal dan fikiran yang harus dan bisa menafsirkannya dengan
> baik.  Nah tentu saja dalam penfsiran tersebut bisa terdapat
> perbedaan-perbedaan (saya tidak begitu suka menyebutnya "warna-warni")
> yang sebagian besar ditentukan oleh karakter, etnis, kebudayaan dan
> lain-lain
>
>>
>> Pada kenyataannya, aliran dan sempalan Islam itu ada banyak. Bukan
>> cuma perbedaan mazhab saja, tapi perbedaan junjungan, seperti
>> Ahmadiyah, Salamullah, dan entah apa yang lainnya lagi.
>
> DB:
> ----
> Saya sudah membaca tanggapan Suryawan dan tanggapan balik Anda terhadap
> tanggapan Suryawan. Saya tidak tahu---dan tidak menganggap
> penting---apakah Suryawan termasuk jemaat Ahmadiyah Qadiani yang menabikan
> Mirza Ghulam Ahmad atau bukan. Hanya dari posting-postingnya Suryawan,
> seperti halnya Fajrina adalah orang terpelajar, santun dan sangat
> menghormati Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Tetapi lebih dari itu jemaat
> Ahmadiyah Qadiani masih menjalankan ibadah haji yang merupakan sunnah Nabi
> Muhammad SAW. Artinya mengakui secara utuh kenabian Nabi Muhammad SAW. Ini
> tentu berbeda kalau Anda pergi mengunjungi Misa Natal di Geraja Santo
> Petrus Roma, yang pasti hanya berada di sana sebagai turis dan bukan untuk
> beribadah dan mempercayai bahwa Paus adalah wakil Tuhan di bumi.
>
> Eniwe, Al Qur'an orang Ahmadiah tetap 30 juz seperti Al Qur'an orang-orang
> Islam lainnya dan bukan 28 juz (tidak berbeda dua juz!)
>
>> Dan pada kenyataannya pula, perbedaan mazhab dan junjungan tsb telah
>> mengakibatkan timbulnya bentrokan-bentrokan di antara kalangan Islam
>> sendiri. Baik secara teologis, organisatoris, maupun secara fisik.
>> Obviously perbedaan yang ada itu bukan cuma warna-warni dalam umat
>> Islam yang sekedar diakibatkan oleh perbedaan suku, kulit, maupun
>> kebudayaan. Melainkan diakibatkan oleh adanya pendapat yang berbeda-
>> beda. Kalau ada hal yang wajar di sini, justru perbedaan-perbedaan
>> itulah yang wajar. Karena tidak mungkin suatu kepercayaan kepada
>> Tuhan itu diseragamkan terhadap manusia, seperti memprogram robot
>> saja.
>
> DB:
> ----
> Pasti selalu ada perbedaan antara apa yang diajarkan oleh agama dengan apa
> yang dilakukan pemeluknya. Anda tidak perlu menyipit-nyipitkan mata Anda
> untuk pura-pura tidak tahu bahwa hal ini juga terjadi dikalangan pemeluk
> Kristen
>
>>
>> Obviously MM menolak untuk melihat kenyataan itu, dan hanya ingin
>> secara munafik memberikan gambaran tentang Islam yang menurut
>> pandangan mereka "lurus", meskipun gambaran itu tidak sesuai dengan
>> realitasnya.
>
> DB:
> ----
> Munafik itu kosakata bahasa Indonesia yang diambil alih dari kosakota
> bahasa Al Qur'an yang artinya tidak sama dengan yang Anda maksudkan.
>
>>
>> > Malah secara implisit pendapat tersebut menerima keberagaman
>> > mahzab dan penafsiran, termasuk penafsiran kelompok yang menamakan
>> > dirinya KIUK atau Jaringan Islam Liberal
>>
>> Di sini jelas MM tidak mau menerima penafsiran orang lain.
>>
>> Kalau MM memang bersedia menerima pendapat KIUK yang berbeda dengan
>> pandangan mereka, dan bersedia menganggapnya sebagai masih dalam
>> payung umat Islam yang warna-warni itu, maka pasti tidak akan ada
>> keberatan apa-apa dari MM terhadap iklan itu.
>
> DB:
> ----
> Saya tidak dalam posisi dan kapasitas untuk menjawab atas nama MM. Yang
> saya tahu MM hanya keberatan atas iklan yang dipasang oleh KIUK dan bukan
> terhadap eksistensi KIUK. Dan MM berhak untuk berebeda pendapat dengan
> Anda dan saya
>
>> Apalagi semua orang pasti sudah tahu bahwa KIUK tidak berniat untuk
>> melecehkan Islam.
>
> DB:
> ----
> Semua orang? Apa maksud Anda dengan "semua orang"! Saya sendiri
> berpendapat bahwa iklan yang tentunya memerlukan dana yang tidak sedikit
> itu tidak bijaksana dan tidak jelas misinya. Apalagi saat ini, berkat
> dai-dai muda yang tulus, non-politis, enerjik dan sangat fenomenal seperti
> Aa' Gym, Arifin Ilham, Ary Ginanjar, Neno Warisman dll, ummat Islam
> Indonesia sedang bergerak ke watak Islam yang sejati: sejuk, damai dan
> toleran, kecuali terhadap koruptor dan pejabat-pejabat yang tidak amanah
> serta eksploitasi dan komersialisasi atas tubuh perempuan
>
>>
>> > Dus mereka akan menempuh jalan hukum dan tidak dengan
>> > mengacung-ngacungkan pedang dan samurai yang nyaris merupakan
>> > "trade-mark" dari apa yang disebut dengan kelompok "fundamentalis"
>> > seperti FPI dan Laskar Jihad.
>> > Tidakkah upaya Majelis Mujahidin menempuh jalan hukum patut kita
>> > hormati?
>>
>> Tidak semua tuntutan yang mengikuti jalur hukum itu bisa diterima
>> dengan akal sehat. Misalnya, saya dan anda sama-sama meleng di jalan,
>> lalu kita bertumbukan. Oleh karenanya suatu barang yang sedang anda
>> bawa jatuh pecah. Apakah anda lalu akan mengadukan saya ke pengadilan
>> kalau saya tidak bersedia memberikan ganti rugi? Padahal anda dan
>> saya sama-sama salahnya dalam hal ini.
>>
>
> DB:
> ----
> Saya jadi ingat kepada Andri Wanananda---anak Bogor yang sangat
> pandai---sahabat saya sesama aktivis mahasiswa UNTAR dulu: "hati-hati
> dengan analogi!" (dia mengejanya dengan "analoga")
>
>>
>> Tuntutan yang berlebih-lebihan seperti itu, disebut
>> sebagai "frivolous suit" (tuntutan yang bobotnya diragukan). Yang
>> meskipun sesuai dengan jalan hukum, tapi sangat dipandang rendah oleh
>> orang yang punya otak.
>>
>> Di US, orang Islam memang terkenal dengan tuntutan-tuntutan frivolous
>> seperti itu. Sebagai contoh : Tuntutan terhadap Coca Cola, karena
>> logonya kalau dibalik terbaca seperti tulisan Arab yang bisa
>> diartikan merendahkan agama Islam. Kemudian ada lagi tuntutan
>> terhadap pabrik sepatu Nike, karena ada salah satu logonya yang mirip
>> dengan tulisan Arab "Allah". Belum lagi tuntutan orang-orang Islam
>> dalam penjara yang minta diistimewakan dengan alasan tuntutan
>> keagamaan mereka.
>
> DB:
> ----
> Anda tidak perlu menyipit-nyipitkan mata dan menciut-ciutkan otak Anda
> untuk pura-pura tidak tahu bahwa hal ini juga terjadi dikalangan pemeluk
> Kristen. Yang membakar buku-buku Harry Potter di AS siapa?
>
>>
>> > Pertanyaannya di sini dapatkah somasi Majelis Mujahidin pemaksaaan
>> > pendapat dan merupakan pemberangusan terhadap kebebasan pers?
>>
>> Bukan cuma kebebasan pers saja, tapi terutama pemberangusan terhadap
>> kebebasan KIUK untuk mengeluarkan pendapat yang berbeda dengan MM.
>>
>> > Tetap kalau ada kelompok yang bernama Mujahidin atau sejenis
>> > berpendapat dan menempuh jalan hukum untuk memperjuangkan
>> > pendapat mereka tersebut kita langsung, kita langsung sinis
>> > atau seperti cacing kepanasan dan meraung kemana-mana.
>>
>> Kalau MM cuma mau membawa SCTV ke pengadilan, saya rasa tidak ada
>> orang yang akan ketakutan dan peduli. Cuma saja, semua orang juga
>> sudah tahu, bahwa MM dengan mudah bisa memprovokasi massa Islam yang
>> tertentu yang "tanpa diminta" akan melakukan vandalisme atau main
>> hakim sendiri terhadap pihak SCTV. Itulah yang ditakuti.
>
> DB:
> ----
> Bahasa yang lebih sopan, yang seharusnya digunakan oleh orang terpelajar
> seperti Anda seyogyanya berbunyi: "kedernya SCTV dan RCTI bukan terhadap
> ancaman somasi tapi terhadap ancaman teror". Menurut hemat saya
> kemungkinan ini memang ada. Tetapi kemungkinan ini juga mestinya
> dipikirkan oleh orang-orang KIUK sebelum memasang iklan mereka yang
> menjadi perkara itu. Tetapi yang terjadi mereka justru menyalahkan SCTV
> dan RCTI atas dicabutnya iklan tersebut. Kalau mereka orang-orang yang
> benar-benar berjuang untuk pencerahan umat mestimya mereka berani
> menghubungi MM untuk mendudukkan persoalannya yang sebenarnya.
>
>>
>> Saya sungguh heran terhadap anda. Anda ini pura-pura tidak tahu atau
>> apa tentang situasi di Indonesia? Saya tahu anda punya pikiran yang
>> moderat, dan itu pantas dihargai. Tapi jangan hendaknya kemoderatan
>> anda itu disertai dengan penutupan mata terhadap realitas.
>
> DB:
> ----
> Terima kasih atas apresiasi Anda. Saya percaya keheranan Anda akan hilang
> setelah membaca penjelasan saya di atas
>
>>
>> > Wallahualam
>> > Salam, Darwin
>>
>> Gu Yo-Nan
>>
>
> Salam, Darwin
> 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke