--- "Nub"  wrote:
> 
> --- "ajeg"  wrote:
> 
> > Menurut logika si Nub: 
> > 
> > "tidak perlu baca copy paste si bleki 
> > untuk tahu isi dengkulnya" 
> 
> 
> 
> Nah inilah hasil didikan pesantren, ucapan saya yg sederhana saja 
> masih bisa salah ngerti. 
> Buy a brain maybe in carefour? LOL 
> 

Tau dari mana kalo kalimat seperti itu hasil 
didikan pesantren? Situ tau, apa yg 
diajarkan di pesantren? (ini pertanyaan arra 
yang takut lu jawab). 

Sekedar informasi buat elu teletubbies, bahwa 
kalimat "hasil didikan pesranten" itu memakai 
kerangka logika lu ini: 

"saya tidak perlu mengawini bocah berumur 9 tahun (atau 6 tahun?)
untuk tahu kalo hal itu salah dan cuma bisa dilakukan oleh orang
sakit jiwa saja."

http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/371204

Sekarang, coba ganti kalimat lu ini: "mengawini bocah 
berumur 9 tahun (atau 6 tahun?)", dengan kalimat yang ini: 
"baca copy paste si bleki" 

Lalu, kalimat lu yang ini: "kalo hal itu salah dan cuma 
bisa dilakukan oleh orang sakit jiwa saja", diganti dengan 
ini: "isi dengkulnya" 

Hasilnya, dengan kerangka logika lu itu terbentuklah kalimat 
yang lu bilang hasil didikan pesantren: "tidak perlu baca 
copy paste si bleki untuk tahu isi dengkulnya" 

Gimana, perlu nggak orang-orang ngetawain otak lu yang dibeli 
di pasar becek itu? 


> 
> Saya ga pernah bilang kalau mau mengkritik islam itu tidak harus 
> mempelajari. Yang saya bilang kalau mau mengkritik islam itu tidak 
> harus jadi islam. Gini aja ga bisa bedain. 
> 

Kapan lu bilang begitu? 

Coba tunjukin posting lu yang bilang, "mau mengkritik islam". 


>
> Saya ga perlu jadi atheis untuk tahu semua argumen atheis, cukup 
> pelajari saja. 
> 

Trus? Orang-orang harus lemparin recehan ke elu? 


> 
> Dari jaman saya masih kecil saya udah bisa bedain mana masakan yang 
> enak, mana yang tidak, walaupun saya bukan koki.
> 

Hebat dong lu. 

Kalo orang lain mah harus jadi koki -dan tua- dulu 
untuk bisa bedain enak-enggaknya masakan, gitu kan? 

Padahal, informasi lagi buat elu, orang nggak harus 
jadi koki dulu untuk punya kehebatan kayak lu itu. 
Apalagi buat kebanyakan orang, cuma ada 2 jenis perbedaaan 
masakan; masakan yang enak, dan masakan yang enak banget.
Nggak ada tuh kewajiban jadi koki untuk tau rasa masakan. 

Tapi lu wajib tau, bahwa orang harus jadi hakim dulu 
untuk bisa mengadili di pengadilan, orang harus jadi pastur 
dulu untuk bisa memimpin ibadah di gereja, dan banyak lagi 
posisi yang nggak sembarang anak kecil boleh lakuin. 

Atau, lu yakin bahwa siapa pun bisa jadi istri dan ibu 
walau dia bukan perempuan? 

Tolong jawab ya semua pertanyaan, untuk tunjukin bahwa betul 
elu pernah beli otak. 

Sekalian, belajar berani dong untuk menjawab pertanyaan arra: 
"apakah kamu tahu apa yg di ajarkan di pesantren?" 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke