Kritik itu sebagai masukan / peringatan untuk sesuatu yang berjalan keliru.
Contoh, si uplik pamitnya pergi jogging, tapi selama berada di jalan cuma matanya yang jogging, alias jelalatan nyari tetek & bokong (persetan punya laki apa perempuan). Perbuatan uplik itu keliru. Orang boleh mengritik, mengingatkan bahwa dia sudah dandan jogging lengkap dengan kolor longgar dan sepatu kelap-kelip. Jangan disalahgunakan untuk berburu tetek & bokong. Terutama, perbuatan itu tidak sesuai bunyi pamitnya ke marlene dan milis. Perbuatan uplik itu bisa (dan boleh) dikritik. Baik oleh kelompok sendiri maupun oleh kelompok lain. Sedangkan perkosaan, yang dikritik si Nubthololnian, bukanlah perbuatan keliru, tapi perbuatan yang salah. Perbuatan yang salah cuma boleh dilarang, dihentikan, dan pelakunya dihukum. Bukan dikritik. Kritik itu sifatnya masukan untuk tujuan mengingatkan, memperbaiki yang keliru, meningkatkan yang kurang. Mengritik perkosaan? Logika macam apa itu. --- "alqafirun" wrote: > Tidak bisa begitu juga, melarang atau mengharamkan seseorang yang > bukan menjadi bagian dari suatu kelook u tuk melakukan kritik > terhadap kelompok atau ideologi yang dianut oleh kelompok tersebut > pun adalah konyol. Cara berfikir atau norma atau peraturan semacam > ini bukan berarti bebas dari conflict of interest pula, karena kita > belum tentu selalu bisa diandalkan untuk melakukan "otokritik" - > terlebih lagi jika kita mendapatkan keuntungan tertentu jika kita > memilih sikap membungkam saja. > > Dan yang jauh lebih penting dari itu adalah, norma atau peraturan > tersebut akan mustahil untuk diaplikasikan, karena tidak ada > batasan yang jelas yang diterapkan atau bisa diterapkan dalam > menentukan kesesuaiannya. > > Contohnya, dilarang melakukan kritik terhadap perilaku agama lain > jika bukan merupakan bagian dari agama tersebut, norma tersebut > mengandaikan terdapat batasan agama sebagai patokannya. Tetapi > peraturan tersebut akan menjadi rancu jika dikatakan bahwa walaupun > agamanya berbeda tetapi kita masih satu kewargnegaraan. > > Contoh lainnya, dilarang melakukan kritik politik jika sendirinya > tidak berpolitik, lho bukankah dalam kehidupan makhluk manusia ini > cuma dibutuhkan dua ekor manusia saja untuk melihat terjadinya > proses perpolitikan di antara keduanya? Bukankah dengan melakukan > kritik itu sendiripun pada dasarnya ia telah berpolitik? > > Contoh satu lagi, yang bisa jadi adalah lebih berbahaya adalah jika > norma tersebut diaplikasikan untuk membungkam mulut rakyat. > Misalnya jika rakyat sudah tidak boleh melakukan kritik terhadap > proses perpolitikan pemerintah, dengan dasar bahwa rakyat tidak > ikut berpolitik. Atau jika misalnya seorang Kang Sur, meskipun ia > adalah seorang kader PDIP, dilarang untuk melakukan kritik terhadap > PDIP, karena ia bukanlah bagian dari eselon 2 partai. > > Hal ini masih dikomplikasikan lagi dengan jika mereka yang sudah di > dalam akan menjadi semakin elit dan tidak tersentuh karena siapapun > yang diketahui berpotensi untuk melakukan otokritik sudah ditendang > bahkan sejak sebelm masuk, hasilnya tidak ada kritik dari luar dan > jangan harap ada kritik dari dalam. > > Terakhir, sering kali seseorang yang sedang berada di dalam suatu > institusi, ideologi, partai, organisasi, kepercayaan, dan > sebagainya - tidak memiliki daya tilik akan kegilaan dari posisinya > berdiri. Bukankah orang-orang semacam ini harus berterimakasih jika > jiwa-raganya bisa terselamatkan karena ada yang meneriaki dari luar? > > Kritik, lakukan saja, hanya pandir nan dungu yang enggan > mendengarkan kritik. Ia tak akan maju. > > > camarmerah > > > > --- "suryana" wrote: > > > From: "Nub" > > > > > --- "arra_s" wrote: > > > > > > > ini yg menyebabkan isi debat si jusfiq terdengar basi.. > > > > Jusfiq ingin mengkritik indonesia.. > > > > namun siapa kah dia? > > > > masihkah dia bagian dari Indonesia? > > > > > > > > item dan gabriella ingin mengkritik islam.. > > > > manun siapakah mereka? > > > > islam kah mereka? > > > > > > > > apabila seseorang mengkritik dari luar arena.. > > > > maka yg terjadi hanyalah conflick of interest.. > > > > > > > > > Entah dimana anda belajar logik kaya gini, mungkin cuma > > > dipesantren. Saya tidak perlu menjadi pemerkosa untuk > > > mengkritik bahwa memperkosa itu salah. > > ++++ > > Maaf, bila mau berbuat sesuatu tanpa mendalami apa yg akan > > diperbuatnya apakah hal itu menjadi benar ? > > > > Dalam halnya agama, bila ada yg tidak setuju dengan isi dari buku > > kepercayaannya bagaimana bisa melakukan kritik sedang penganut > > kepercayaan nya tidak sedikit. > > > > Bagaimana bisa memberi komentar politik harus begini dan harus > > begitu sedang didalam perpolitikan tidak ikut berpartisipasi. > > > > Maaf dengan "Saya tidak perlu menjadi pemerkosa untuk mengkritik > > bahwa memperkosa itu salah. " > > > > Kalimat diatas menjadi aneh bila dijadikan pembenaran bahwa utk > > menjelaskan bahwa memperkosa itu salah, apa bedanya dengan > > komentator sepak bola yg bisa bicara harus seperti ini dan > > seperti itu, padahal bukan dari bagian dari kelompok sepak bola > > yg sedang bermain. > > > > Istilah lainnya, bila morang maring terhadap sesuatu yg dianggap > > " salah ", lalu memberi komentar dengan ngotot bahwa sudah > > menguasai apa yg sedang dikomentarinya apa bedanya dengan > > komentar sepak bola ? > > > > Apa jadi nya bila komentar komentar tsb dilakukan dengan kepala > > panas sehingga komentar yg diucapkan bukan memperbaiki malah > > menambah panas dan bila tidak hati hati malah komentar tsb > > menjadi pemicu kekacauan. > > > > Dimanapun bila seseorang akan memberikan komentar, maka minimal > > mengetahui apa yg akan dikomentarinya, bilamana ada komentar yg > > kurang cocok tentunya mau menerima kritik dari apa yg > > dikomentarinya, dan tentunya tidak akan ngotot layaknya seorang > > yg sedang menjalankannya. > > > > Semoga bisa memahami makna diskusi dan komentar. > > Komentar akan disukai bila tidak berpihak ke kiri dan kanan. > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
