Kristen dan Islam memang sebentar lagi masuk liang kubur.

Dua agama monotheis terbesar dunia selain Yahudi itu udah sekarat. Di 
Amrik sonoh demi membela (baca: NGE-LES) tentang kasus Adam-Hawa, 
kaum kreasionis bikin Intellegent Design (ID), entah mau lari ke mana 
lagi itu bualan Kristen-kristen.
Anehnya mereka pada gak mikir, apakah pendekatan ID itu lalu 
menjelaskan tentang perihal Adam-Hawa yang ruaarrrbiasa kontroversial 
(yang teman kita di milis ini, PAREWA-PAREWA, masih 
mempercayainya...). 
Apa kagak mikir, kalo Adam-Hawa disebut mitos, yang harus dibaca 
secara kontekstual dan segala macem bullshit tafsir lainnya... dan 
sebagai penjelasan dipakai teori ID, berarti Kristen samasekali tidak 
mempunyai jawaban atas asal-usul manusia.
Entah apa ada yang ruarrrbiasa edan juga yang masih menerima Adam-
Hawa secara tekstual dan harafiah.

Membaca konsep2 Kristen ttg ID di milis sebelah (Sains dan Moralitas) 
saya jadi bingung... orang pandai dalam iptek belum tentu pandai 
dalam spiritual.

Sekarang ada lagi samawi yang percaya bahwa bila mati syahid, maka 
rohnya akan masuk ke perut burung hijau yang terbang ke surga.... dan 
membawa 70 sanak saudaranya............

Udahhh edaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnn dunia....

Btw...
kadang saya sangat menghormati orang-orang atheis dan non-theis atas 
keberanian mereka 'melek' dan berusaha menganalisa secara objektif 
hal yang paling dianggap murtad bagi masyarakat indonesia tercinta 
ini, daripada mereka yang terkintil-kintil mengikuti kotbah pendeta, 
pastur dan kyai-kyai....

hypoglossus
===========
haleluya... atheis, non-theis dan agnostik!





















--- In [email protected], JD <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> --- In [EMAIL PROTECTED], "sushienak" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  > >
>  > > Lakukan saja, dan nanti lihat, khan hasil kesimpulan Anda 
kurang
>  > > lebih sama dengan pengamatan saya. Yaitu, di antara kedua 
korban
>  > > kegoblogan Semit itu (Islam versus Kristen), yach sudah jelas 
si
>  > > Kristenlah yang nyata-nyata lebih goblog dan cuman bisa mbebek 
isi
>  > > pikiran teologinya si kulit pucat.
>  > >
>  > > JD
> 
>  >
>  > Jadi pengen nanya Jed,
>  >
>  > Kalau si Ulil atau lembaga Paramadina ini dianggap pinter,
>  > karena mau mikir,
>  > dan mungkin menimbulkan pemikiran baru untuk ukuran Indonesia
>  > walaupun saya yakin, kagak baru-baru amat,
>  > di negara lain yg bisa kena ancaman bakar-bakar an pun
>  > sudah ada pemikir macam begini,
>  >
>  > Lantas, kalau pemikiran bule-bule yg dicaplok bebek goblok 
Kristen,
>  > apa tidak sama saja dengan pemikiran si Ulil atau lembaga
>  > Paramadina, cuma sudah keluar konsepnya sebelum kepikiran oleh si
>  > Ulil ?
> 
> Kalau kita punya referensi banyak dan kemudian mbaca Ulil, maka 
memang 
> kelihatan jelas bahwa jejaknya Ulil cs di dalam JIL itu punya 
banyak 
> kemiripan dengan jejaknya bule-bule Eropa tahun 1800-an. Mereka ini 
> sangat kritis terhadap pengaruh buruk agama Kristen di sana, dan 
mereka 
> pun rame-rame mulai memindahkan artikulasi dari 'tuhan' 
ke 'manusia'. 
> Ini kelihatan di semua sisi-sisi kulturalnya bule. Di bidang musik 
ini 
> kelihatan bahwa setelah Bach maka tidak ada lagi komponis atau 
musisi 
> yang sudi diperbudak gereja maka musik gereja alias musik yang 
> Yesus-sentris pun langsung turun drastis produktivitasnya; 
sementara 
> musik yang manusia-sentris malah naik. Ini juga kelihatan di 
sastranya, 
> model Voltaire yang nyata-nyata mengolok-olok si Katolik sampai 
dengan 
> Nietszche yang sudah berhasil membunuh tuhannya Kristen.
> 
> Meski jelas masih sangat malu-malu kucing kayak perawan 12 tahunan, 
Cak 
> Nur, Ulil, JIL itu arahnya yach memang sudah ke sana. Secara garis 
> besar, mereka itu pada dasarnya meletakan artikulasinya di sisi 
> manusianya LEBIH dari pada di sisi tuhannya. Karena itulah mereka 
> menomer-satukan 'akhlak' yang jelas bisa dilakukan 
dan 'controlable' 
> oleh si individu muslim secara langsung misalnya, dan menomer-
duakan 
> 'fiqh' karena ini sudah jelas harus sering-sering konsultasi dengan 
si 
> Allah yang nomer handphone-nya pun sampai sekarang masih merupakan 
> misteri. Lantas, mereka pun menekankan sikap yang 
> anti-penafsiran-skriptural terhadap quran misalnya, alasannya yach 
jelas 
> karena mau mengedepankan sisi serta aspek manusianya sendiri. Mulai 
dari 
> keterbatasan spesifik si manusia yang menerima quran [belum punya 
> komputer misalnya] sampai dengan keterbatasan umum si manusia juga 
[mana 
> bisa manusia atau pun MUI itu bisa tahu isi hatinya tuhan sih].
> 
> So, jalannya Cak Nur, Ulil, JIL itu di DALAM batasan-batasan 
sejarah 
> Islam yach jelas sifatnya sangat progresif MESKIPUN di dalam 
sejarah 
> umum sendiri jalan yang sama sebelumnya pun telah ditapaki oleh si 
> Kristen (model Nietszche cs)!
> 
> Tapi coba tanya sekarang: KALAUPUN kita mau bilang si Cak Nur, 
Ulil, 
> JIL, GD itu sebetulnya cuman merefleksikan apa yang telah terjadi 
di 
> Eropa abad ke-18-an; maka apa si Kristen-kristen Eropa itu sendiri 
terus 
> pikirannya itu 'orisinil'? Betul-betul orisinil dalam artian nggak 
> terpengaruh oleh siapapun juga?
> 
> Ternyata tidak! Si Kristen Eropa itu sebetulnya yach cuman meniru 
si 
> Yahudi Eropa! Abad ke-18-an di Eropa itu juga menyaksikan 
kelahirannya 
> 'Reform Judaism'. Coba Anda lihat kutipan ini:
> 
> <<Some Jewish critics accuse Reform Judaism as leading Jews to 
total 
> apostasy and assimilation. I always respond that, if Reform has 
done 
> nothing else, it has saved thousands of Jews for Judaism. When Jews 
are 
> given the choice of Orthodoxy or something else, by and large they 
will 
> choose something else.>>
> 
> Atau klik http://www.beth-elsa.org/be_s0220.htm sebagai titik awal 
untuk 
> permasalahan yang sejenis ini di Judaisme. Artikel itu sebetulnya 
> tentang Felix Mendelssohn si komponis, cucunya si filsuf Yahudi 
Moses 
> Mendelssohn. Si Moses Mendelssohn ini sendiri bukunya dibaca oleh 
semua 
> kalangan intelektual Jerman di jamannya, termasuk Kant yang 
terpengaruh 
> olehnya, dan juga bule-bule pemikir di jaman Aukflarung itu.
> 
> So, kesimpulannya, sudah jelas agama-agama monoteismenya si Semit 
itu 
> adalah agama goblog hasil produknya kultur-kultur tolol yang 
biadab, 
> barbar, primitif dan sangat rendahan. Judaisme Ortodoks misalnya, 
itu 
> adalah agama yang paling rasis sedunia yang melihat non-Yahudi 
nggak 
> lebih sebagai babi di jalanan -- nggak heran mereka itu dikepruki 
sama 
> si Hilter cs dan dibenci setengah mati di Eropa dari dulu. 
Sementara 
> agamanya si Kristen aka para kriminal dari jaman Romawi itu adalah 
agama 
> yang bekerjanya paling kayak virus AIDS; dia menyebar cepat dengan 
cara 
> membelah-dua alias kristenisasi dan kemudian menghancurkan semua 
> sendi-sendi kemasyarakatan yang ada. Hasilnya pun jelas, di mana 
saja 
> agama Kristen jadi dominan, dijamin negara itu bakal hancur 
berantakan, 
> seperti kekaisaran Romawi dan semua negara goblog di Eropa di jaman 
> kegelapan, atau pun Amerika saat ini yang kelimpungan sendiri 
sementara 
> agama Kristen goblognya sendiri pun yach makin dominan saja 
pengaruhnya 
> di Gedung Putih. Lantas Islam pun yach sami mawon, agama goblog 
yang 
> sampai hari ini pun cuman bisa memberikan kenistaan di mana saja 
agama 
> Arab itu dominan.
> 
> Nah, dengan alasan yang persis sama kayak kata Anda di atas, saya 
> menulis di milisnya JIL itu dan otomatis yach ditendang keluar 
alias di 
> banned. Saya jelas merasa sayang dengan energi yang dibuang percuma 
oleh 
> anak-anak muda di JIL ini. Energi yang mustinya bisa dipakai untuk 
> memikirkan banyak bidang lain malah diarahkan buat menspekulasikan 
> sisi-sisi kemanusiaannya Islam yang mereka pun yach sudah tahu 
sifatnya 
> itu barbar, biadab, primitif dan rendahan. Lebih goblog lagi, 
mereka itu 
> pun kulitnya sawo mateng semua; masih bagus kalau mereka itu 
semuanya 
> keturunan Arab di Indonesia yang berusaha berdamai dengan identitas 
> Arabnya, alias identitas Islamnya.
> 
> Tapi di sisi lain ada juga kristen-kristen goblog di Indonesia yang 
> tetap saja mbebek sama si bule! Satu hal yang sangat perlu kita 
ketahui 
> tentang fenomena orang-orang bekas jajahan bule ini ialah 
tipikalnya 
> gejala ini! Di Amerika misalnya, si nigger itupun rame-rame 
merangkul 
> agama Kristen lebih dari pada bekas tuan-tuan kulit putihnya. 
Lantas 
> lihat juga fenomena yang sama di gereja Anglikan, semua uskup-uskup 
yang 
> terkemuka dan sangat konservatif itu malah mereka yang item-item 
itu! 
> Hal yang sama pun terjadi dengan gereja Kristen, sementara gereja 
> Kristen di Amerika mulai merangkul dan menerima keberadaan pendeta 
homo 
> atau lesbian misalnya, Kristen-kristen goblog di Asia malah secara 
super 
> konservatif menentang arah dan jadi super puritan!
> 
> Sudah jelas fenomena Kristen goblog di negara-negara pinggiran 
> negara-negara non-kulit-pucat ini sudah bukan tentang studi agama 
lagi, 
> tapi studi tentang mental. Studi tentang mentalitasnya orang-orang 
di 
> jaman post-kolonialisme. Kristen-kristen ini adalah mereka yang 
> mentalitasnya rada-rada terbelakang dan barusan bisa mengecap rasa 
> bangga jadi kayak bekas tuan-tuan kulit putihnya, terus rasa 
bangganya 
> itu terancam oleh penolakan dari tuan-tuan kulit putihnya itu.
> 
> Sudah jelas kita perlu kasihan sama kristen-kristen di Indonesia 
yang 
> mentalitasnya terbelakang ini! Model si Kristen cino James Riady 
itu, 
> dengan bangga dia ke Cina komunis dan berlagak kayak bekas tuan-
tuan 
> bulenya membawa 'Gospel Glory Gold'; dan dengan rasa bangga luar 
biasa 
> si maling dari Lippo ini pun menekankan bagaimana penguasa Cina 
Daratan 
> 'terbujuk' oleh bujuk rayunya dan kemudian mengijinkannya untuk 
> menyelundupkan Gospel dan Glorynya ke Cina juga! Ini khan betul-
betul 
> kelakuan gila sekali. Wong di Eropa sendiri Kristen sudah 
> pingsan-pingsan siap masuk kubur dan di Amerika sendiri jangan coba-
coba 
> menginjili atau kristenisasi di tempat kerja... 'bisa langsung 
dipecat'. 
> Nah, tapi si Cino goblog dari Lippo itu malah bisa bangga sekali 
dengan 
> kelakuan ala tingkah lakunya si kolonialis itu!
> 
> Nah, dari sini yach sudah jelas kalau mentalnya si JIL cs yach 
tentu 
> saja 100000x lebih hebat dari pada mental bobroknya si Cino-Kristen 
> keluarga Riady itu.
> 
> Iya khan!
> 
> 
> JD
> 
> ---------------------
>  > Ada lagi fetish yg anda lupa cakup Jed, fetish yg cuma mau 
bilang,
>  > Tuhan itu tidak boleh berbentuk Allah atau Yesus, pokoke....
>  > Kalau fetish model begini, cuma mau lihat bokong cewe, dan kalau
>  > tidak sesuai seleranya, bokong itu harus dirubah bentuknya. Mau 
ikut
>  > fetish model ini, yo sekarepnya, tetapi yo podo bae sama
>  > fetish-fetish lainnya.
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke