SEmestinya setiap orang yg mempunyai hati-sanubari, yg mempunyai an ounce of 
fairness, yg menyadari arti keadilan, dan semua hal2 yg baik akan turut sedih 
bahkan marah dengan tindak sewenang2 dari pihak yg berkuasa di Blitar.

Hal yg serupa sering diberitakan menimpa umat Kristiani Kopt di Mesir. Begitu 
juga umat Kristen di Iraq dan lain2 negara Islami.

Tapi kalau orang menganggap ketidak adilan adalah sesuatu yg wajar, what can 
you do? Mungkin anda ingat bgmn Nabi Junjungan memrintahkan agar umat 
non-Muslim diusir dari Semenanjung Arabia sebelum beliau wafat. Umat non-Muslim 
di abad ke7 itu juga ethically Arab. Umat Yahudi yg sudah puluhan generasi 
bermukim di sana juga kena tindakan yg tidak manusiawi tsb.

Gabriella




________________________________
 From: ajeg <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Wednesday, 23 January 2013 3:32 PM
Subject: [proletar] Re: Catholic schools agree to provide Islamic lessons to 
avoid being shut down
 

  

Bicara fakta saja. Sekolah-sekolah Katolik itu sudah 
menerima. 

Kurang bego gimana lagi, sekolah-sekolah itu saja 
menyanggupi, kok situ masih mewek begini? 

--- Gabriella Rantau  wrote:

> Karena idak pernah mengalami didholimi oleh umat mayoritas anda 
> dengan entengnya anda dismiss soal pemaksaan seolah ini wajar.
> 
> Bawa ke pengadilan?!  Ingat gereja Yasmin di Bogor dari Pengadilan 
> Negeri sampai ke Mahkamah Agung tetep saja preman2 Islam 
> bersikeukeuh (jelas melanggar institusi hukum tertinggi di 
> Indonesia) untuk menggunakan massa menjegal umat Kristiani.
> 
> Di berbagai wilayah siswi non-Muslim disarankan pakai pakaian 
> Islami kalau tidak akan tidak boleh ujian, dst. Mereka ini juga 
> disesak untuk turut belajar 'membaca' Al Qur'an (ga papa kalau ga 
> ngerti).
> 
> Gabriella
> 
> 
> 
> From: ajeg 
> 
> > Coba tunjukin di mana pinternya perempuan yang 
> > ber"sincerely hope" tapi buntutnya "otherwise"? 
> > Madu di tangan kiri, racun di tangan kanan. 
> > 
> > Kalau tidak suka, keberatan memenuhi syarat 
> > yang diminta, ya tolak saja. Lawan. Gugat lewat 
> > pengadilan. 
> > 
> > Faktanya, sekolah-sekolah Katolik itu toh menerima 
> > syarat yang diminta. Tidak melawan, tidak juga 
> > menggugat ke pengadilan. Lagipula, kelas Islam itu 
> > bukan untuk menyunat si kepsek, guru, dan murid-murid 
> > non-muslim, tetapi hanya untuk murid beragama Islam 
> > yang bersekolah di sana. 
> > 
> > Situ boleh ngaku nggak bego kalau setelah tuntutanmu 
> > soal pelajaran Kristen di pesantren dipenuhi, lalu 
> > dengan gembira menyekolahkan anak-anakmu ke pesantren. 
> > 
> > --- Gabriella Rantau  wrote:
> > 
> > > Anda menunjukkan prejudice anda thdp kaum perempuan. Instead of 
> > > menanggapi soal penting pemaksaan dari pihak sebagian umat Islam
> > > thdp sekolah katolik, anda merasa bangga sekedar menghina 
> > > 'kebegokan' perempuan. Sunnah?
> > > 
> > > Gabriella
> > > 
> > > 
> > > 
> > > From: ajeg 
> > > 
> > > > Sincerely hope + otherwise = kepala isi puluhan kucing 
> > > > kawin massal. 
> > > >
> > > > Berisik. 
> > > >
> > > > Tapi sangat fair dengan ketidakpinteranmu yang aduhai bego. 
> > > > 
> > > > Serius nih boy, nggak ada yang lebih memalukan di alam 
> > > > semesta ini selain perempuan yang bego. 
> > > >
> > > > --- Gabriella Rantau  wrote:
> > > >
> > > > > For fairness sake, I sincerely hope that Al Azhar Schools 
> > > > > as well as pesantren would agree to provide lessons in 
> > > > > Christianity.
> > > > >
> > > > > Otherwise it shows once again that some Muslims in 
> > > > > Indonesia are bullies who will impose their belief unto 
> > > > > non-Muslim whilst they continue to disparage other 
> > > > > religions.
> > > > > 
> > > > > Gabriella
> > > 
> > 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke