SEBAGAI polisi tugasnya memang menegakkan hukum. Tapi di Lumajang 
(Jatim), Ipda Karyoto, 35, justru aktif dalam proyek “penegakan burung”, 
sehingga warga yang emosi terpaksa menghajarnya. Mereka tak terima, 
masa depan gadis Yayuk, 19, hilang gara-gara dinodai oknum polisi ini.
Tugas polisi menjaga ketertiban masyarakat. Dan tugas itu akan 
lancar-lancar saja manakala hukum bisa ditegakkan. Cuma setelah era 
reformasi ini, tugas polisi sebagai bayangkara negara menjadi semakin 
banyak. Seiring dengan banyaknya UU yang dibuat, polisi kini juga harus 
menindak suami istri yang kerah (berantem) manakala perkelahian itu 
mengarah ke KDRT (kekerasan dalam rumahtangga). Dulu nempeleng bini tak 
jadi masalah, kini jangan coba-coba, bisa masuk penjara Saudara saudara.
Namun di Lumajang, kelakuan oknum polisi Ipda Karyoto sungguh 
bertentangan dengan tugas penegakan hukum. Sementara teman-temannya ada 
yang gugur demi tegaknya hukum di negeri ini, dia malah sibuk menegakkan 
“burung” miliknya demi kepuasan syahwati. Bayangkan, selama bertugas di Polsek 
Pronojiwa, sudah dua kali Ipda Karyoto kesandung urusan 
perempuan. Maka pada kali kedua ini, warga tak memberi ampun lagi. 
Begitu ketangkep, warga langsung mengeroyoknya bak buk bak buk bagaikan 
nggebuki ular.
Secara pisik, Ipda Karyoto memang termasuk polteng alias polisi 
ganteng. Maka begitu kena tatapan mata dia, perempuan langsung siap 
diajak begituan. Dan oknum polisi ini sangat menyadari akan nilai tambah dalam 
dirinya. Maka selagi masih muda dan ada kesempatan, kelebihan 
tersebut dioptimalkan. Artinya, dia rajin menggoda wanita yang cukup 
cantik di kelasnya, yang memang enak digoyang dan perlu.
Saat bertugas di Polsek Pronojiwo, Ipda Karyoto sudah terlibat kisah 
asmara dengan perempuan bernama Tatik, 30. Tapi akhirnya wanita itu 
ditinggalkan begitu saja, karena oknum polisi ini kemudian kecantol 
dengan perempuan lain yang lebih muda nan renyah, Yayuk. Gadis dari Desa Taman 
Ayu, Kecamatan Pronojiwo ini memang belum tahu jejak rekam Ipda 
Karyoto, sehingga ketika dipacari dan katanya mau dinikahi, dia melayani dengan 
gegap gempita. Di matanya, polisi memang sangat bermasa depan. 
“Nanti kalau sudah jadi perwira, siapa tahu punya rekening gendut,” kata Yayuk.
Padahal, Ipda Karyoto tak punya bayangan bisa punya rekening gendut, 
tapi kalau sekedar menggendutkan perut Yayuk, pasti bisa. Kebetulan pula sekali 
kenal gadis pelajar SMA itu, ukuran celananya langsung berubah. 
Maka dengan modal tampangnya tersebut mendekati Yayuk hingga sampai 
bertekuk lutut dan berbuka paha. Di sinilah oknum petugas penegak hukum 
ini getol menegakkan “burung” miliknya agar bisa mengumbar syahwat 
bersama sigadis SMA.
Bagi penduduk Pronojiwa, jejak rekam oknum polisi ini agaknya sudah 
sangat dikenal, maka mereka mengingatkan agar Yayuk bisa menjaga diri 
bersama Ipda Karyoto. Intinya, boleh saja bergaul dengannya, tapi jangan sampai 
digauli. Tapi rupanya bujuk rayu Karyoto lebih kuat, sehingga di sebuah warung 
di Taman Ayu gadis itu siap menyerahkan kehormatannya. 
Tapi warga yang sudah lama mengintainya, segera bertindak.
Tak peduli selesai atau belum, sudah puas atau tidak, aksi mesum itu 
segera digerebek. Kesal dengan kelakuannya selama ini, Ipda Karyoto 
digebuki ramai-ramai. Untung saja polisi segera mengamankannya. Kalau 
tidak, mungkin bisa saja terjadi, di kala harga daging melejit di 
Lumajang justru ada abon cap Karyoto. Polisi yang bikin malu korps itu 
dilarikan ke rumahsakit. Tapi nanti setelah sembuh, Provos sudah siap 
menjemput dan menindaknya.
Burung Karyoto nggak bisa lagi manggung deh. (Ind/Gunarso TS)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke