BAGI Ponidi, 28, badan boleh terkurung di dalam penjara. Tapi hatinya tetap 
untuk istri tercinta, Reni, 25. Maka demi mendengar istrinya ada 
main dengan lelaki lain, dia pun nekad kabur dari LP Karobokan Denpasar, untuk 
mencari bininya. Tapi apes, bini tak juga didapat, justru Ponidi 
bakal ditambah hukumannya.
Tembok penjara bagi orang miskin/kecil memang sebuah siksaan berat. 
Bagi orang gede atau koruptor kelas kakap, penjara masih menjanjikan 
berbagai fasilitas untuknya. Bisa nonton TV, kamar ber-AC dan makan dari menu 
luar seperti nasi Padang misalnya. Bahkan napi sekelas Gayus 
Tambunan, bisa pula jalan-jalan ke luar penjara bahkan pelesiran ke Bali segala.
Kalau Ponidi yang asal Jember (Jatim) ini lain. Dia hanya napi kelas 
kacangan, karena masuk LP Karobokan juga hanya soal kasus tipiring 
(tindak pidana ringan). Jadi begitu divonis 1 tahun penjara, ya 
benar-benar masuk sel sempit, ditumpuk dengan napi-napi lainnya. 
Makannya boro-boro nasi Padang dengan gulai otak atau cumi-cumi, pakai 
nasi pera dan banyak gabahnya diguyur sayur kencing kudak (sayur asem); 
juga sudah bagus.
Soal urusan perut, tak terlalu dipikirkan benar. Tapi yang di bawah 
perut ini, yang selalu rewel. Sejak masuk penjara 6 bulan lalu, berarti 
dia sudah tidak lagi menjalankan “sunah rosul” selama 6 bulan pula, 
meski punya istri. Lalu bagaimana solusinya? Ya nggak ada, wong namanya 
napi kelas bawah. Kalau napi papan atas, entah bagaimana caranya masih 
bisa juga “mbelah duren”, entah itu dibawa ke luar atau  masuk bilik 
asmara yang disediakan secara khusus.
Sebenarnya tak hanya Ponidi yang kesepian. Istri sendiri, Reni, di 
Dusun Krajan Barat Desa Paleran, Kecamatan Umbul Sari, Jember, juga 
sangat menderita. Tapi sebagai manusia bebas merdeka, dia masih punya 
kebebasan ekspresi. Maka selama suami “sekolah”, diam-diam dia pacaran 
dengan lelaki lain. Nah, “kebutuhan” yang selama ini tak bisa dipasok 
suami, oleh pacar barunya dipasok semaksimal mungkin. Ibarat kata, 
kalau  pengin tinggal ambil, anggap saja di rumah sendiri.
Gara-gara sudah punya PIL, Reni jadi jarang bezuk suaminya di 
Denpasar. Tentu saja Ponidi sangat kangen, tapi bisa apa? Sampai 
kemudian adiknya membesuk dan memberi tahu bahwa Reni kini memang jarang di 
rumah. “Bojomu saiki lakune ora bener.” kata si adik. Lho, apa 
ngobeng macam roda sepeda. Bukan, tapi sering pergi bersama lelaki lain. “Saya 
sebagai adik ipar, sampai malu melihatnya,” kata si adik lagi.
Berita itu bagaikan petir di siang bolong bagi Ponidi. Dari balik 
tembok penjara selalu diimpikan dan dirindukan, kok ternyata malah 
selingkuh sendiri. Ponidi sangat cemburu, tapi juga sangat marah. Kalau 
saja orang bebas, pasti sudah langsung disusul dan dilabrak. Tapi 
bagaimana lagi, dirinya terkungkung di penjara, di lain pulau lagi.
Beberapa hari lalu dia ikut kerja bakti dalam LP. Nah, demi melihat 
saluran air yang sepertinya tembus ke luar penjara, diam-diam dia 
nerobos saluran itu. Ternyata benar. Dia sudah bebas sekarang. Tapi 
karena tak punya duit untuk pulang ke Jember, bisanya ya hanya ubak-ubek 
(mondar-mandir) seputar Denpasar saja. Sampailah kemudian polisi 
menemukan di sebuah bedeng-bedeng proyek di Jalan Tukad Balian, 
Denpasar. Dia dikembalikan ke LPK Kerobokan. “Saya kabur karena ingin 
mencari istri saya yang selingkuh,” kata Ponidi pada petugas.
Di LP pikiran harus fokus pada hukuman, bukan istri.(JPNN/Gunarso TS)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke