SEBAGAI ibu rumahtangga muda, Hernida, 22, ternyata sudah 
berpengalaman menjadi “ratu selingkuh” di kampungnya. Bayangkan, meski 
ada suami dia masih melayani hubungan intim dengan 7 lelaki total 
sebanyak 15 kali. Warga yang geregetan pun mengarak Hernida dan 
gendakannya keliling kampung.
Dalam kisah perwayangan versi India, Drupadi adalah perempuan yang 
bersuamikan lima pria keluarga Pandawa. Dari Puntadewa, Werkudara, 
Harjuna, Nakula dan Sedewa semua punya akses ranjang ke Drupadi yang 
berasal dari Pancala tersebut. Sebab mereka memang suami-suami sahnya. 
Apa nggak capek ya? Ya jangan hanya dipikirkan bagaimana saat harus 
melayani di ranjang, tapi pikirkan pula saat tanggal muda. Di kala itu 
Drupadi akan menerima 5 amplop sekaligus dari segenap suaminya.
Hernida dari Rimbobujang Jambi ini lebih dari Drupadi. Bila Drupadi 
melayani lima pria, dia delapan sekaligus. Yang satu suami resmi, yang 
tujuh sekedar selingan pengisi waktu luang, alias tidak resmi atau bukan dalam 
ikatan perkawinan. Cuma karena lihainya memenej perselingkuhan 
tersebut, suami resmi dan suami abal-abalnya tak pernah sadar bahwa 
mereka sudah diduakan atau di delapankan.
Secara pisik Hernida memang cukup cantik, seksi alias sekel nan 
cemekel. Lelaki normal sudah barang tentu langsung berkhayal yang 
enggak-enggak begitu ketemu istrinya Farid, 30, ini. Cuma bagi yang 
otaknya bener, dia hanya sekedar mengagumi karena tahu Hernida ini bini 
orang. Tapi bagi yang bener-bener mata keranjang, berusahalah mendekati 
dan kemudian mau intervensi. Eh, ternyata Hernida menanggapi, ya jadian 
lah.
Begitulah yang terjadi. Selain melayani suami sahnya, hari-hari 
tertentu Hernida menerima kunjungan sejumlah lelaki secara bergantian. 
Setelah menerima “bonggol” tamunya, Hernida kemudian memperoleh pula 
benggol (uang). Dengan demikian dia sudah mirip-mirip WTS saja, cuma 
Hernida ini tidaklah tinggal di sebuah lokalisasi. Uniknya, para 
pacar-pacar gelap ini sama sekali tidak menyadari bahwa Hernida adalah 
laksana piala beredar.
Lama-lama ulah Hernida ketahuan warga. Untung saja Pak RT-nya di 
Jalan Garuda desa Sapta Mulya, Kecamatan Rimbo Bujang cukup bermurah 
hati. Perempuan ini hanya diminta bikin pernyataan hitam di atas putih 
bahwa takkan selingkuh lagi, dan selanjutnya ditimbang-terimakan pada 
suami untuk mendidik secara baik-baik, agar menjadi istri yang sakinah 
bebas dari perbuatan zinah.
Rupanya kencan dengan lelaki lain sudah menjadi kebutuhan primer 
Hernida. Baru sebulan tekan perjanjian, dia sudah menjalin asmara dengan 
Kaimudin, 30, gendakan baru. Nah, ketika keduanya sedang asyik masuk di kamar 
langsung digerebek warga. Kali ini tidak ada ampun lagi. Selain 
harus membayar denda Rp 30 juta ditanggung renteng, keduanya harus  
menjalani prosesi sanksi adat ninik mamak, yakni diarak ramai-ramai 
keliling kampung.
Untuk kedua kalinya Pak RT harus menyerahkan Hernida kepada Farid 
suaminya, agar dididik secara baik-baik. Untung saja suaminya termasuk 
lelaki yang mirip Prabu Puntadewa wayangkulit, yakni tak bisa marah. 
Meski istrinya menjadi “ratu selingkuh” tetep diterima kembali ke rumah. 
Soalnya mau menceraikan juga kasihan pada anak tunggalnya, Dewi, 2. 
Kasihan dia, ibunya yang genit, anak yang menjadi korban.
Ibu hanya cari enak, jadi lupa sama anak. (JPNN/Gunarso TS)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke