Akhirnya baru tadi malam pada bisa kumpul untuk buka itu "kantong diplomatik" :) dan nonton filmnya, The Gatekeepers.
Bisa dipastikan ini adalah film paling jujur tentang Israel. Tepatnya, paling jujur dalam mengungkap kenyataan yang terjadi seputar "perseteruan abadi" Arab x Israel. Persisnya lagi, film yang bakal menjadi tragedi paling memilukan bagi para pecinta Israel karena menghapus bayangan indah tentang negeri yang digembar-gemborkan sangat tangguh walau berada di tengah kepungan musuh selama lebih dari setengah abad. Bagaimana tidak, film dokumenter berisi wawancara dengan enam orang mantan kepala `SS' (security service) Israel, Shin Bet, itu mengangkat tabir yang selama ini menyelubungi sistem pertahanan Israel yang memakai kata kunci: `penindasan'. Ya, penindasan secara sistematis bukan saja terhadap orang Arab dan Palestina, tetapi juga terhadap kaum oposisi dan teroris dalam negeri Israel sendiri, antara lain yang membunuh PM Yitzhak Rabin. Artinya, ini sebuah pengakuan dari tangan pertama. Dan, ternyata isinya tidak jauh berbeda dari laporan para korban (masyarakat Arab & Palestina) maupun organisasi-organisasi HAM dalam satu generasi terakhir. Para pecinta Israel, silakan membantah keenam mantan kepala Shin Bet itu sambil jangan lupa siapkan tisu atau saputangan penghapus duka.. Tetapi sebelum bercucuran airmata, sebaiknya sama-sama terkejut saja dulu dengan pengungkapan selanjutnya tentang teknik interogasi, penyiksaan, hingga penentuan `target bunuh' yang dibidik Shin Bet ke arah pemimpin kelompok-kelompok Palestina, khususnya Hamas. Atau, boleh juga tidak terkejut mendengar pengakuan Avraham Shalom (Kepala Shin Bet 1980-1986), bahwa sejak peristiwa pembajakan bus tahun 1983 di Tel Aviv (terkenal sebagai Kav 300 affair), Israel memberlakukan "a brutal occupation force" terhadap wilayah Palestina dengan memakai cara musuh mereka, Nazi, ketika Jerman menduduki Belanda dan Polandia pada Perang Dunia II. Jangan juga terkejut dengan pengakuan Yuval Diskin (Shin Bet 2005-2011), "To the enemy, by the way, I was also a terrorist." Memang sulit dipercaya dunia bisa menyaksikan mantan kepala intelijen Israel bicara seterbuka ini. Apalagi pada kesempatan lain, Dror Moreh, sang sutradara yang juga kebangsaan Israel, memberi kesaksian tentang sisi pribadi keenam mantan kepala Shin Bet tersebut. Menurut Moreh, mereka adalah orang yang sangat berpendidikan. Menguasai masalah politik dan sangat ahli dalam strategi. Memiliki keseimbangan jiwa yang stabil, relatif tenang di segala situasi, dan mampu mengambil keputusan dengan cepat. Sebagai manusia biasa yang bertanggungjawab atas keamanan negara, kecerdasan dan emosi mereka terus-menerus menimbang antara konsekuensi dan manfaat, pembunuhan dan moralita, serta terus- menerus terkocok antara tugas dan tuntutan pribadi. Seorang kawan yang juga pernah membuat film, mengacungkan dua jempolnya untuk Moreh yang mendapat dukungan penuh dari Prancis dalam menyingkap tabir yang selama ini "mengacau dunia". Masih kurang jelas pihak Prancis mana yang memberi dukungan, perorangan ataukah pemerintahnya; tetapi dukungan itu tampak sejalan saja dengan gelombang anti-Netanyahu yang juga dilempar Menlu AS, John Kerry. Kekaguman sang kawan terutama melihat cara Moreh memancing para boss Shin Bet itu sebagai pensiunan hulubalang yang berani berkata, "Dengan terorisme tidak ada moral". Atau, sebagai warganegara yang hiper-patriot, berani membocorkan bahwa "Israel is on the wrong track, the future is dark," sebagaimana di akhir film Shalom mengungkapkan keraguan yang serius tentang sepakterjang Israel. Dengan semangat, sang kawan berharap "The Gatekeepers" bakal menyabet penghargaan dalam Academy Awards 2013 untuk kategori film dokumenter. Kalau berhasil, ini penghargaan kelima bagi Gatekeepers. Duabelas orang yang hadir tadi malam (sebanyak jumlah murid Yesus :) berharap tidak ada kontroversi di belakang hari seperti film "Schindler's List" yang pada akhirnya mengaburkan efek film itu terhadap percaturan politik dunia. Melempem. The Gatekeepers http://www.youtube.com/watch_popup?v=-uc8U89IcSo&vq=large Ps, yang 'letter from Tel Aviv' belum selesai dibahas. intinya sih Israel sedang mengalami pengeroposan hebat dari dalam.. jadi bisa saja mereka sendirilah yang kelak menghapus Israel dari peta dunia... --- "ajeg" wrote: > Musik cakep! Thx. > > Bisa kita lihat beberapa metodenya memang dipake > sejumlah missionaris di sini. > > Mong-omong, baru dapat kiriman film berikut 'letter > from Tel Aviv'. Nanti kalau selesai liat, coba dibahas > di sini. > > > --- Musik hari Ini wrote: > > > Saya kira tuhan jesus > > > > yang menciptakan alam semesta > > > > dan kehidupan didunia ini. > > > > http://youtu.be/EvpD3FFa_0Y > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
