Apakah Paulus mencemari ajaran Yesus?
Seseorang tidak bisa menguasai Perjanjian Baru tanpa mempelajari Paulus. Setelah bertemu Yesus dalam perjalanan ke Damaskus, Paulus menjadi salah seorang penginjil terhebat hebat dalam sepanjang kekristenan. Bahkan dalam perjanjian baru pun dia menjadi salah seorang figur utama. Dia menulis 13 surat yang kurang lebih sekitar seperempat dari total perjanjian baru. Sekitar 16 chapter dari Kisah Para Rasul berfokus kepada Paulus, mengggambarkan pelayanannya. Konsekuensinya, Paulus adalah penulis dan subject lebih dari sepertiga perjanjian baru. Paulus ada seorang yahudi kewarganegaraan Roma yang dididik oleh Gamaliel, seorang farisi penting dalam mahkamah agama, untuk mengenal hukum nenek moyang mereka. Paulus mengatakan bahwa dirinya lebih maju dalam agama yahudi disbanding teman sebayanya dan rajin memelihara adat istiadat (Gal 1:14). Paulus disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku benyamin, orang ibrani asli, dan seorang farisi (Fil 3:5). Lewat The Mishnah, kita mengetahui bahwa lelaki yahudi itu bisa menerima posisi yang berotoritas pada umur 30 (m.Avot 5:21). Oleh sebab itu, Paulus berumur sekitar 30 tahun ketika dia mulai punya otoritas untuk menghukum orang2 kristen. Di Gal 1:13 Paulus menggambarkan betapa dia sangat berusaha untuk menghancurkan gereja dan menyiksa orang2 kristen sebelum pertobatannya. Penolakan Paulus terhadap Yesus kemungkinan besar disebabkan oleh kematian Yesus dikayu salib. Paulus tahu bahwa kematian dikayu salib itu merupakan kutukan dari Allah (Ul 21:23). Bagi Paulus saat itu, tidaklah mungkin seorang yang mengaku mesias bisa mati dibawah kutuk Allah. Tetapi kemudian barulah Paulus mengerti bahwa kematian Yesus itu adalah tebusan pengganti bagi kita yang hidup dibawah kutuk (Gal 3:10). Dimulai dari F. C. Baur dan diikuti oleh Wrede seorang teolog jerman yang menyebut Paulus itu `the second founder of christianity'. Wrede berpendapat bahwa bagi Paulus, kehidupan dan ajaran Yesus itu tidak penting, yang penting hanyalah kematian dan kebangkitan Yesus. Yesus yang sudah bangkit dan bertemu dengannya di jalan ke Damaskus itulah yang menjadi focus pengajaran Paulus. Tapi teori Wrede banyak mendapat kecaman baik dari kalangan liberal jerman dan dari kalangan konservativ inggris. Rudolf Bultmann mengatakan bahwa sedikitnya referensi dari ajaran Yesus ditulisan Paulus itu disebabkan memang karna Paulus fokus pada kematian dan kebangkitan Yesus dan implikasinya sebagai pengertian terhadap identitas Yesus sebagai Tuhan. Walaupun Paulus mengembangkan ajaran Yesus, tapi Bultmann melihat bahwa ajaran Paulus tidak berkontradiksi dengan ajaran Yesus. Sebagian orang sering bilang kalau Paulus lah yang mengajarkan bahwa Yesus itu Tuhan. Tapi jelas klaim ini tidak punya dasar sama sekali. Walaupun tanpa surat2 Paulus, ada banyak sekali ayat di Perjanjian Baru yang mengatakan bahwa Yesus itu Tuhan (Yoh 1:1). Dalam Kel 3:14 Allah berkata "AKU ADALAH AKU" (I AM WHO I AM) yang dalam bahasa yunaninya "ego eimi ho on". Di Yesaya 41:4 Allah berkata Dialah yang pertama dan terakhir. Bandingkan dengan Wahyu 1:8 dimana Yesus juga menggunakan "ego eimi" alfa dan omega, yang pertama dan terakhir. Inilah sebabnya dalam Yohanes 8:58 ketika Yesus menjawab pertanyaan orang2 yahudi "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada (I AM)", orang2 yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Orang2 yahudi itu tahu implikasi dari perkataan Yesus "I AM", bahwa Yesus sedang mengklaim diriNya itu Allah. Kalau Yesus hanya sekedar mengaku bahwa dia lebih tua dari Abraham, mungkin orang2 yahudi hanya akan menganggap Yesus itu gila. Tapi orang2 yahudi tahu bahwa Yesus bukan hanya sekedar mengaku lebih tua dari Abraham, tapi Yesus sedang membuat klaim ilahi. Hal serupa terjadi di Yoh 10:33 ketika Yesus sebelumnya pada ayat 30 mengatakan bahwa Allah dan Yesus adalah satu, orang2 yahudi mengerti bahwa Yesus bukan hanya sekedar bermaksud bahwa Allah dan Yesus itu satu visi, tapi memang Yesus sedang menyamakan dirinya dengan Allah. Dan masih banyak sekali contoh lain yang membuktikan bahwa ajaran Yesus itu Tuhan bukanlah karangan Paulus semata. Beberapa saat setelah pertobatannya, Paulus sempat tinggal bersama2 dengan Petrus selama 15 hari (Gal 1:18). Kata `mengunjungi' dalam bahasa aslinya punya arti tambahan, yaitu `meminta keterangan' (to inquire). Paulus tidak datang ke Yerusalem dan mengunjungi Petrus untuk berlibur, melainkan untuk mencari tahu sesuatu bisa dipastikan tentang Yesus dan ajaranNya, makna dari perjumpaannya dengan Yesus dll. Dari sinilah Paulus punya akses ke kehidupan dan ajaran Yesus. Ada bukti yang sangat kuat bahwa pengajaran Paulus parallel dengan pengajaran Yesus. Baik Yesus maupun Paulus menyerang legalisme yahudi dan dosa dari ketergantungan kepada diri sendiri untuk keselamatan. Bukti bahwa Paulus mengetahui Yesus dan ajaranNya 1. Perjamuan kudus (Mat 26:2630; Mark 14:2226; Luk 22:1423) bandingkan 1 Kor 11:2326. 2. Narasi kebangkitan Yesus (Luke 24:3649; John 20:1929; 21:114) bdk. 1 Kor 15:35, 3557; Phil 3:21 3. Perceraian (Mark 10:112; Mat 19:112) bdk. 1 Kor 7:1011 4. Dukungan untuk penginjil (Mat 10:10; Luk 10:7) bdk. 1 Cor 9:14; 1 Tim 5:18 5. Pengajaran akhir jaman (Mat 24; Mark 13; dan khususnya Luke 21) bandingkan 2 Thess 2:112 6. Perumpamaan akhir jaman: (Mat 24:4344; Luk 12:3638; Mat 24:4551; Luk 12:4248; Mat 25:113) bandingkan 1 Thess 4:15:11 7. Iman yang memindahkan gunung (Mat 17:20) bdk. 1 Kor 13:2 8. Jangan membalas kejahatan (Mat 5:3842; Luk 6:2930) bdk. Rom 12:14 9. Kasih dan hukum (Mat 22:3740) bandingkan Rom 13:810; Gal 5:14 10. Tidak ada yang najis (Mat 15:1020; Mark 7:1723) bandingkan Rom 14:14 11. Abba (Mark 14:36) bandingkan Rom 8:15; Gal 4:6. Paulus sendiri memisahkan mana perintah dan ajaran Yesus dan mana pendapatnya sendiri (1 Kor 7:10, 12 dan 25). Petrus, rasul paling utama dan pemimpin gereja saat itu, punya akses ke surat2 Paulus, menyetarakan surat2 Paulus dengan perjanjian lama dan berkata " seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya ." (2 Pet 3:15-16). Here comes the one million dollar question: untuk apa Paulus yang punya kedudukan penting sebelumnya, meninggalkan kedudukannya dan menjadi pengikut Kristus, dan membuat dirinya dikejar2 oleh tentara romawi dan akhirnya dihukum mati setelah mengalami berbagai siksaan terlabih dahulu? [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
