Ayuh plik, sebagai warganegara penjajah (Prancis) cerita 
barang dikit soal Djamila. Jangan bisanya cuma cerita bokong & 
dada kasir berjilbab di toko sebelah. 


--- Musik hari Ini  wrote:

> (Pos Kota)Djamila Bouhired ini adalah seorang   pejuang wanita 
> yang paling terkenal di dunia. Ia adalah pejuang    nasional 
> Aljazair. Bersama mahasiswa-mahasiswa aljazair lainya, ia tergabung 
> dalam Front pembebasan Nasional Aljazair. perjuanganya melawan 
> pendudukan Prancis di aljazair tak hanya melalui jalur Diplomasi, 
> Ia    juga aktif dalam jalur baku tembak dengan pasukan prancis.
> ...Kudunya uplik kasih keterangan.
> 
> 
> 
> From: ajeg 
> 
> > Kalau nggak salah ada dua Jamila di sana yang mengalami 
> > siksaan seperti itu. 
> > 
> > --- "Lusi D."  wrote:
> >
> > > Para sahabat dan handaitaulan yb.
> > >
> > > Pada tanggal 9 Februari 2013 ini, genap 75 tahun usia Jamila,
> > > Wanita Pejuang Pembebasan Aljazair. Berikut saya turunkan
> > > terjemahan yang dikerjakan dengan tergesa-gesa dari tulisan
> > > Florence Hervé berkenaan dengan hari ulangtahun Jamila ini.
> > > Mungkin banyak diantara para pemuda sekarang tidak mengenalnya.
> > > Nama Jamila pada zaman sebelum orba, sangat terkenal di
> > > Indonesia. Bahkan ada lagu Indonesia dengan judul Djamila untuk
> > > menghormati kepahlawanannya.
> > >
> > > Salam.
> > > Lusi.-
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Symbol Perlawanan
> > >
> > > Menyambut Ulangtahun Ke-75 Jamila - Wanita Pejuang Pembebasan
> > > Aljazair
> > >
> > > Oleh Florence Hervé
> > >
> > >
> > > Akhir tahun 50-an. Di Gymnasium-perempuan Saint-Cloud, di
> > > pinggiran Paris kami dengan sembunyi-sembunyi membaca buku
> > > Henri Allegs »Siksaan« di bawah bangku sekolah. Ketika itu
> > > buku dari seorang wartawan terkenal dan komunis keturunan
> > > Aljazair-Perancis ini dilarang.
> > > Menggambarkan tentang penyiksaan yang dialaminya pada tahun
> > > 1958 selama seminggu di El-Biar. Dilakukan oleh militer
> > > Perancis.
> > >
> > > Dua tahun kemudian, pada tanggal 2 Juni 1960 sebuah artikel
> > > dari Simone de Beauvoir yang dimuat dalam Koran Le Monde telah
> > > mengejutkan Perancis dengan judul: »Padamu Jamila Boupacha«.
> > > Beauvoir melukiskan, bagaimana seorang wanita pejuang
> > > kemerdekaan FLN (Front Pembebasan Nasional â€" L.-) disiksa dan
> > > diperkosa seminggu penuh dengan diinjak-injak dan dipukuli,
> > > dengan kejutan aliran strom pada buahdada dan pada kemaluan,
> > > dengan suatu cara yang sekarang dikenal dengan istilah yang
> > > mengerikan »Waterboarding«. Dia mengutip Jamila: »Orang
> > > menancapkan padaku sebuah botol ke vagina. Aku teriak dan
> > > hilang kesadaran sepanjang dua hari«.
> > > Le Monde dilarang menyiarkan kata vagina. Karena sensor. Sebagai
> > > gantinya disebutkan: »Orang menancapkakn botol di perut«.
> > > Edisi lembaran dimana artikel itu dimuat disita.
> > >
> > > Dua minggu berikut sastrawati Françoise Sagan menerbitkan
> > > artikel »Seorang wanita muda dengan budi yang luhur« dalam
> > > mingguan L’Express, dimana dia ungkapkan rasa malunya
> > > terhadap tanahairnya. Mulailah timbul suatu proses yang
> > > menggemparkan.
> > > Sebuah komite untuk Jamila Boupacha segera dibentuk dibawah
> > > pimpinan Simone de Beauvoir. Para anggotanya a.l.: Sastrawati
> > > Elsa Triolet, kolega yang sekaligus suaminya Louis Aragon,
> > > Aimé Césaire dan Jean-Paul Sartre, pejuang gerilyawati dan
> > > para pejuang yang dideportasi di Ravensbrück Geneviève de
> > > Gaulle-Anthonioz dan Germaine Tillion. Pengacara Gisèle Halimi
> > > menulis bersama Simopne de Beauvior sebuah dokumentasi mengenai
> > > masalah ini yang terbit pada tahun 1962 dengan judul »Jamila
> > > Boupacha«.
> > > Picasso melukis potret wanita muda, seorang arsitek dan seniman
> > > Chili Roberto Matta mempersembahkan lukisannya »Jamila yang
> > > disiksa«, komponis Italia Luigi Nono dengan »Senandung Hidup
> > > dan Cinta«.
> > >
> > > Sesuai dengan Perjanjian Évian (1962) yang mengukuhkan
> > > berakhirnya perang kotor terhadap Aljazair dan Kemerdekaan
> > > Negeri Afrika Utara setelah mengalami 130 tahun kekuasaan
> > > kolonial Perancis, Jamila dibebaskan. 50 tahun kemudian â€"
> > > 2012 â€" Sutradarawati Caroline Huppert (saudari dari aktris
> > > film Isabelle Huppert) dengan film televisi »Padamu Djamila«
> > > teringat kembali pada sang wanita pejuang.
> > >
> > > Jamila, lahir pada tanggal 9 Februari 1938 di Bologhine, sebuah
> > > pinggiran kota di sebelah utara Aljir, berasal dari keluarga
> > > pejuang kemerdekaan. Khelida adalah namanya di Front Pembebasan
> > > Nasional FNL, di mana hanya sedikit wanita yang aktif. Sebagai
> > > gadis muslimat muda yang bekerja sebagai wanita perawat
> > > ditangkap di rumah famili bersama ayahnya, saudarinya dan
> > > iparnya pada tahun 1960 di rumah keluarga.
> > > Jamila dituduh telah memasang sebuah bom di Brasserie des
> > > Facultés (restoran fakultas) - suatu hal yang tidak bisa
> > > dibuktikan. Akibat penyiksaan dulu sebagai gadis 22 tahun, dia
> > > »mengaku« melakukan selusin pembunuhan dengan bom. Ketika
> > > ayahnya mengutuk si jagalnya yang sekaligus jagalnya Jamila
> > > dengan mengingatkan bahwa Presiden Perancis Charles de Gaulle
> > > telah melarang penyiksaan, si jagal menjawab: »De Gaulle tidak
> > > ada sangkut pautnya dengan kami.«
> > > Penyiksaan dan penganiayaan terhadap kaum wanita Aljazair
> > > adalah perbuatan balas denda mereka atas dugaan dukungan Front
> > > Pembebasan Nasional FLN â€" namun orang tidak boleh
> > > memberitakannya.
> > >
> > > Gisèle Halimi bertindak sebagai pengacara Jamila dan berhasil
> > > memindahkan penahanan ke rumah penjara Perancis, karena di
> > > Aljazair ada bahaya dibunuh di dalam kamar selnya, sebab si
> > > jagal bisa berbuat segalanya untuk menutupi segala
> > > perbuatannya. Pada awalnya di Perancis Jamila mendapat hukuman
> > > mati, tidak lama kemudian dibebaskan sesuai dengan
> > > diundangkannya undang-undang amnesti.
> > >
> > > Dia menikah, mendapat tiga anak, bekerja sebagai sekretaris.
> > > Tahun 1981 ikut ambil bagian dalam memprotes menentang undang-
> > > undang tentang keluarga yang reaksioner di Aljazair. Pada tahun
> > > yang lalu dia menyesalkan adanya tayangan film televisi yang
> > > sangat menitik beratkan pada proses mengenai dirinya, hingga
> > > urusan kepentingan dari gerakan pembebasan yang sah didesak
> > > sekedar menjadi latar belakang.
> > >
> > >
> > > Pada tahun 1962 Simone de Beauvoir telah menyatukan pandangan
> > > suatu gerakan secara menyeluruh dan berpendapat tentang
> > > kesalahan yang menonjol dalam perang melawan Aljazair, ketika
> > > ia menulis, tidak cukup hanya bersikap menentang atas kejahatan
> > > terhadap Jamila, namun orang harus memberontak terhadap
> > > »perlakuan yang sedikit lebih baik kawan seperjuangannya«.
> > > Dia menyerukan pada saudara setanahairnya, jangan menyatukan
> > > diri bersama-sama dengan penjahat-penjahat itu dengan sikap
> > > berdiam diri â€" dan tidak hanya menolak »metode-metode
> > > tertentu«, »namun menolak tujuan yang mereka inginkan dan
> > > melegitimasi mereka. Kemudian tolaklah perang ini, … militer
> > > … dan pemerintah yang tunduk pada militer. Selanjutnya
> > > bergeraklah kalian semua, hingga penolakan kalian itu
> > > menghasilkan pengaruh. (…) Karena itu kalian tidak perlu lagi
> > > menghindar dengan mengatakan: »Tapi kami kan tidak tahu-menahu
> > > …«
> > >
> > > Simone de Beauvoir
> >
> >
> 




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke