Pelempar Bom 5 Gereja di Makassar Diduga Satu Kelompok

VITALIS YOGI TRISNA

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar
Jumat, 15 Februari 2013 | 13:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian masih menyelidiki kasus pelemparan bom molotov 
terhadap lima gereja di Makassar. Pelaku pelemparan diduga sama atau satu 
kelompok. Hal ini terlihat dari kemiripan bom yang dilempar dan ciri-ciri 
pelaku.

"Dari hasil analisis, ada kemiripan. Bahan peledak yang digunakan dari setiap 
peristiwa sama. Tiga tempat terakhir, ada penggunaan botol mineral dan bensin. 
Ciri-ciri pelaku juga menggunakan sepeda motor jenis matic serta pelaku 
menggunakan helm," terang Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir 
Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/2/2013).

Saat ini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi. 
Kepolisian juga masih mengupayakan penyelidikan dari rekaman CCTV. Kepolisian 
belum dapat memastikan apakah pelaku tergabung dalam jaringan teroris Poso. 
Aksi teror pun menggunakan bom molotov, bukan bom rakitan yang biasa digunakan 
kelompok teror. Boy meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi atas serangan 
bom molotov tersebut.

"Masyarakat harap tenang dan memberikan kepercayaan kepada petugas untuk 
mengusut secara tuntas pelakunya dan kepada pelaku agar menghentikan tindakan 
provokatif yang merugikan persatuan dan kesatuan," ucapnya.

Sebelumnya, dalam waktu yang berbeda, terjadi aksi pelemparan bom molotov 
terhadap lima gereja di Makassar. Pertama, dua gereja di Kota Makassar 
dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal, Minggu (10/2/2013). Kedua gereja 
tersebut adalah Gereja Tiatira Malengkeri di Jalan Muhajirin Raya Lorong 2 No 
2, Kecamatan Tamalate, dan Gereja Jemaat Jordan Toraja Mamasa di Jalan 
Dirgantara no 3A, Kecamatan Panakukang, Makassar. Tidak ada korban jiwa dalam 
kejadian tersebut.

Tiga gereja kembali dilempari bom molotov, Kamis (14/2/2013). Ketiga gereja itu 
adalah Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sulsel di Jalan Samiun, Kecamatan 
Ujungpandang, Gereja Toraja di Jalan Gatot Subroto No 26, Kecamatan Tallo, dan 
Gereja Toraja Klasis di Jalan Pettarani 2, Kecamatan Panakukang. Pelemparan 
dilakukan dalam waktu yang berdekatan. Api cepat dipadamkan di gereja tersebut 
sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka.

Dian Maharani

Dapatkan artikel ini di URL:
http://regional.kompas.com/read/2013/02/15/13210576/Pelempar.Bom.5.Gereja.di.Makassar.Diduga.Satu.Kelompok




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke