Ideology pun juga materi padahal dulunya dianggap bukan materi.  Jadi tidak ada 
lagi yang non-materi, bahkan angin, energy, dan moral yang dulunya dianggap 
kaum ulama sebagai non-materi, sekarang juga dipahami sebagai materi.
Karena setiap materi perdefinisi memiliki "property", padahal semua hal yang 
dianggap ulama sebagai non-materi ternyata juga merupakan dan memiliki 
"property" sehingga yang dianggap tadinya non-materi ternyata juga merupakan 
"materi".
Allah termasuk non-materi karena "property"-nya tidak jelas setiap aliran agama 
menciptakan property Allah ber-beda2 sehingga tidak bisa disepakati adanya 
"property" Allah ini.  Islam beranggapan Allah bukan Tuhan dalam Syahadatnya 
"tiada Tuhan selain Allah", sementara agama Jahudi dan agama lainnya menganggap 
Allah adalah Tuhan yang harus disembah padahal Islam melarang menyembah Tuhan 
selain Allah.  Tapi Islam ditempat lain beranggapan bahwa Tuhan dalam Islam 
bernama Allah.

> "Iman K." <alexander_soebroto@...> wrote:> Kalau itu pilihan bebas dan 
> berimbang> maka Lebih bagus dari kecil udah belajar> hakikat hidup, belajar 
> moral, agama,> kebenaran dst. Orang mengumpulkan harta> (harta materi/non 
> materi) tujuannya adalah> supaya bisa bahagia. Apa itu bagagia?> Menurut 
> Al-quran, bahagia adalah suatu> keadaan dimana seseorang tidak lagi sedih> 
> dan khawatir. Artinya, ia tidak sedih> terhadap peristiwa yang sudah terjadi 
> dan> tidak khawatir tentang masa yang akan datang.> Dengan demikian bisa 
> disimpulkan bahwa karena> kebahagiaan, sedih dan khawatir adalah non-> materi 
> maka pemenuhan yang non materi adalah> yang utama.
Itulah sebabnya pelajaran agama terutama agama Islam dilarang disemua negara 
maju untuk diajarkan disekolah dari TK hingga SMA karena merusak anak2 yang 
belum bisa berpikir, merusak logika, moral, dan behaviour.  Terutama dalam 
agama banyak menggunakan istilah2 yang menyesatkan arti sebenarnya, contohnya 
saja kata2 diatas yang menyebutkan "pilihan bebas dan berimbang" adalah 
menyesatkan karena "agama" bukanlah pilihan bebas dan juga bukan pilihan yang 
berimbang tapi dipaksakan, contohnya Islam menyatakan bahwa orang tuanya 
berdosa apabila anaknya murtad.  Kenapa harus orang tuanya yang disalahkan dan 
dihukum karena anaknya murtad ???  Ini bukan namanya "pilihan bebas dan 
berimbang", melainkan "pemaksaan sepihak" yang tidak memberi pilihan lain 
kepada anaknya.

Ilmu Psikology adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari "property" jiwa sebagai 
materi padahal dalam Islam dianggap "jiwa" adalah non-materi, bahkan udara pun 
dianggap non-materi, ternyata ajaran ini salah karena sekarang diakui dalam 
science adalah sebagai materi juga dan ini terbukti bahwa ilmu psikiatry 
berkembang mempelajari cara2 pengobatan "jiwa" yang dianggap Islam sebagai 
non-materi itu.  Sebagai akibatnya "ilmu psikology dan psikiatri" dilarang 
diajarkan disemua negara Islam dan penggantinya dimasukkan ajaran Islam yang 
dinamakannya sebagai "Ilmu psikologi dan Psikiati" untuk menipu dan mengelabui 
ilmu yang sebenarnya. Karena Islam mempercayai bahwa jiwa adalah roh yang hanya 
Allah yang bisa mendeteksinya dan manusia tidak berhak untuk bisa masuk wilayah 
hak2 Allah.

Dalam ilmu psikologi dan psikiatry yang sudah diselidiki semua ahli yang 
ber-beda2 tempat, negara, bangsa, dan agamanya, didapatkan hasil yang sama yang 
kemudian disepakati sebagai istilah yang paling benar tentang definisi 
"bahagia".  Bahwa "bahagia" adalah suatu keadaan apabila "dorongan individu" 
bisa berhasil terpenuhi.  Jadi bahagia yang anda katakan dalam Islam sebagai 
"tidak sedih dan tidak khawatir" merupakan hal yang salah, bahkan tidak ada 
anggapan seperti itu dalam Islam karena Islam menganggap bahwa Allah adalah 
pembawa kebahagiaan padahal Allah menciptakan "surga dan neraka" yang merupakan 
ancaman yang mengkhawatirkan dimana kalo dianggap berdosa akan dihukum neraka 
sedangkan kalo berpahala akan dihadiahi sorga.  Jadi kontradiksi kalo definisi 
"bahagia" sebagai "tidak sedih dan tidak khawatir" sementara membenci kafir 
akan membawa kepada ke kawatiran.

Non-materi dalam science sekarang juga dianggap materi karena arti "non-materi" 
adalah "tidak ada".  Allah itu "non-materi" artinya "tidak ada Allah".

Energy yang dikeluarkan partikel sebuah elektron bisa dianggap bukan materi 
karena memang tidak ada materinya sementara elektron diakui adalah materi.  
Jadi energi yang bukan materi itu juga sekarang dipahami sebagai materi 
meskipun tidak bisa dilihat pakai mikroskop sebesar apapun pembesarannya akan 
tetap  tidak kelihatan, tapi tetap bisa dideteksi, sementara atom yang meskipun 
belum mengeluarkan energinya bisa dideteksi dilihat dengan pembesaran mikroskop.

Jadi, Islam dan semua agama adalah kepercayaan, dan kepercayaan adalah termasuk 
dalam bidang hiburan bukan bidang ilmu apapun, bukan science, bukan teknologi, 
bukan hukum, bukan UU, dan juga bukan moral karena banyak ajaran2 Islam yang 
amoral seperti ajaran membenci dan memusuhi kafir, menikahi anak2, teror jihad, 
diskriminasi agama yang bahkan memerangi sesama Islam juga.  Bahkan Islam 
menjadi problem bagi umatnya sendiri yang sejak zaman nabi Muhammad masih hidup 
hihngga sekarang sudah ribuan tahun hanya sibuk saling membantai sesama Islam 
sendiri dan juga membantai non-Islam.

Sementara agama2 lain diluar Islam juga memiliki sejarah gelap dan kotor sama 
seperti Islam, namun berhasil menghentikannya sejak ratusan tahun yang lalu 
dengan menerima konsensus nilai2 kemanusiaan tanpa membedakan agamanya yang 
diterapkan kemudian sebagai "hak2 azasi manusia" yang menjadi kewajiban setiap 
negara anggauta UN untuk menegakkannya.
Ny. Muslim binti Muskitawati.



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke