Belum ada tanda-tanda kemajuan. Masih senang menihilkan omongan 
sendiri. Anggun dan mewah itu kondisinya para elite. Baik kerajaan, 
pemerintah, maupun konglomerat. 

Untuk kerajaan perampok sudah pasti yang gampang mereka rampok 
ya rakyatnya. Mustahil mereka merampok dirinya sendiri walau kaya 
raya bukan main. 

Anggun dan mewah sebagai bungkus (untuk menunjukkan dirinya 
seolah beradab dan bermoral) menjadi kebutuhan para kapitalis 
konservatif untuk menutupi borok di badannya. Dan bukan hal 
aneh Vatikan akrab dengan keanggunan dan kemewahan, wong mereka 
adalah elite keagamaan di dunia. 

Sayangnya, kemegahan kali ini tidak cukup menutupi komponen 
kriminal yang mengiringi pengunduran diri Paus Benedict XVI. 
Tepatnya, peristiwa pencurian dokumen oleh orang dalam Vatikan. 
Kasus pencurian itu memang berhasil dilokalisir sebagai kasus 
kriminal biasa. Tapi, ke mana larinya dokumen-dokumen yang konon 
amat sangat rahasia dan tersimpan di tempat teraman di dunia itu? 
Apa isi dokumen yang sampai mendapat perlakuan istimewa tersebut? 

Rinciannya masih simpangsiur. Tetapi kepingan-kepingan puzzle 
yang disembur sejumlah petinggi Tahta Suci menunjukkan gambaran 
besar tentang disfungsi organisasi. Apa saja rinciannya, ya 
masih tetap simpangsiur. 

Di antara puzzle yang sempat keceplosan adalah tentang kunjungan 
bersejarah Paus berdarah Jerman itu ke Turki. Bersejarah karena 
selama hampir 1000 tahun tidak pernah ada hubungan apa pun antara 
Vatikan dan Turki. 

Selain itu, juga beberapa kunjungan lain (yang banyak menimbulkan dengung di 
lorong-lorong St Peter's Basilica). Di antaranya yang 
dengungnya berkepanjangan adalah kunjungan Paus ke Lebanon di 
penghujung Arab Spring. 

Kalaupun coba kita hubungkan dengung panjang itu dengan kunjungan 
Paus ke Lebanon; Arab Spring; dan disfungsi organisasi, maka fakta 
lapangan yang datanya sempat kumpul di meja, bicara begini: 

Kunjungan itu mendapat sambutan meriah oleh kalangan Maronit, titik 
Lalu, cikaka-cikiki (cium kaki kanan cium kaki kiri), blablabla, he-euh. Dan 
sret, Paus berdarah Jerman itu melesat lagi ke angkasa (terserah kalau ratusan 
tahun yad ini didoktrin sebagai "Paus terbang 
bak superman!" :) 

Nah, begitu Paus menjadi titik kecil di angkasa sana, rakyat 
Lebanon penganut Maronit bergegas menemui rakyat Lebanon lainnya 
yang menganut Islam. Mereka berkumpul, berdiskusi, bertukar-pikiran, lantas 
sepakat untuk bersama-sama menjaga persatuan Lebanon yang 
saat itu sedang disulut kerusuhan akibat beredarnya film tentang 
nabi beken. 

Persatuan rakyat Lebanon beragama itu kemudian mengirim surat ke 
siapa saja yang mereka kenal di seluruh dunia. Termasuk PBB dan 
Vatikan. Isinya berperihal ajakan untuk menyamakan persepsi bahwa 
penodaan agama harus dijadikan tindak pidana di seluruh dunia 
(ati-ati lu blek, plik, karena Indonesia sudah menjalankan ini sejak 
lama). 

Walhasil, fakta lapangan ini membuat pemerintah Kerajaan Vatikan 
kaget terbawel-bawel. Kok jadi gini!? Kenapa rakyat bersatu??! 
Siapa pemimpin rakyat itu?!! Ke mana organisasi negara Lebanooon!!!!! 

Pusing 7 keliling, kabinet Vatikan mengutus seseorang untuk buka 
kontak dengan sebuah badan penyelidik. Entah untuk apa. Konon 
dipilih badan yang paling ngetop sedunia (sementara kita pakai 
"konon" dulu, sebab ada selentingan badan itulah yang menjajakan 
diri). 

Pendeknya, seperti biasa, fakta ini mungkin baru terungkap ribuan 
tahun yad (atau tidak pernah samasekali) kalau pencurian dokumen itu 
tidak terbongkar. Kepala intelijen Vatikan dan Itali mencurigai si 
pencuri, Joop Avenya Vatikan, adalah sleeping agent badan ngetop 
tadi. Jika ini terbukti maka "konon" tadi bisa dicabut. 

Persidangan "Joop Ave" yang menghebohkan dijadikan magnet untuk 
menyedot perhatian umat dan melokalisir persoalan sebagai kasus 
kriminal belaka. Padahal dari reaksi cepat petinggi Vatikan (dan 
badan ngetop itu), dikalkulasi dengan fakta lapangan, orang bisa 
menganalisa ceplosan puzzle para petinggi Vatikan tentang apa 
yang sebenarnya terjadi. 

Tentu, kita prihatin dengan keadaan Paus dan umat yang taat pada 
ritual permukaan. Tapi para tolol macam uplik & bleki tetap akan 
ada sepanjang masa. 

Nah, liat gaya lu di sini blek, elu itu terlalu tolol untuk 
jadi agen oli palsu sekalipun, hehe.. 


--- itemabu2 <itemabu2@...> wrote:

> Anggun dan mewah dgn harta hasil nipu dan ngerampok rakyat.
> 
> Emang buat para bajingan serakah kayak orang2 Islam dan anjing2 
> buduk piaraannya, segala yg mewah itu akan selalu dianggap beradab,
> bermartabat dan bermoral.
> 
> 
> 
> On 2/19/13, ayub <ayubyahya@...> wrote:
> > Baca ritual pemilihan paus, benar2 kelihatan anggun dan megah..
> > manusia benar2 keliatan beradab, bermartabat dan bermoral
> > gw yang pernah skul di sekolahan katholik merinding bacanya
> >
> > Sebaliknya, kalo liat atheis yg kerjanya tiap hari cuma lari2, 
> > maki2, mikir matematika level smp pun ngga mampu.. keliatan 
> > amoral banget.
> >
> > Bagaimana ngga amoral...
> > Prosesi ritual pemilihan paus yang begitu khidmad, anggun sedang
> > berlangsung tiba2 nyelonong seorang atheis o'on bawa usulan agar 
> > gereja memberkati perkawinan
> >
> > pasangan homoseksual.. dan sembari tereak2 homoseksual alamiah
> >
> >
> > Atheis o'on leiden ini bener2 sampah menjijikan... Najis.!!
> >
> >
> > Rahasia, Ritual dan Sumpah Dibalik Konklaf
> >
> > http://id.berita.yahoo.com/rahasia-ritual-dan-sumpah-di-balik-konklaf-115332974.html
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke