Di Kresten ada banyak sekali aliran. Bethel/bethany ini salah satunya. Akibatnya pendirian gereja bisa bermakna banyak sekali.
Untuk gereja2 yg di bawah organisasi besar seperti katolik, GKI, HKBP, dll tentunya pendirian gereja tidak semudah bethel yg independen. Jadi gimana mau sugih? Semua aturan keuangannya sangat ketat dan diawasi juga sangat ketat. Gereja2 bethel yg american style memang sangat menarik. Kotbah2 dan ritual2 mereka sangat digandrungi baik anak2 muda bahkan sampe ortu. Bahkan konglomerat juga bisa nangis dengan kotbah mereka dan mulai buka dompet. Saya gak naif lah kalo bisnis gereja bethanyan begini jadi subur untuk orang2 bermotif uang. Tapi bukan berarti semuanya seperti itu. KArena saya lihat ada juga yg pengabdian sampe mau bikin gereja2 di perkampungan kumuh. Mau sugih darimana yg beginian? Modal jadi sugih cuma lu sangat digandrungi, lu bikin gereja, lu kaya. Apakah pendeta gak boleh kaya? ya boleh. Apakah si jemaat gak nyadar duit perpul nya sebagian besar jatuh ke si pendeta? Ya jelas nyadar wong laporan keuangannya transparan kok. Semuanya legit dan transaparan. Hanya yg saya tidak suka bukan soal duitnya. Tapi gue merasa si gondrong tercinta sudah dihianati... --- In [email protected], Harry Adinegara <sans_culotte_30@...> wrote: > > Membaca tulisan dibawah ini, aku teringat akan konco-ku, yang sampai saat ini > ngak > terlupakan, masih ter-ngiang kembali di telingaku....."Har, nak meh cepet > dadi sugih, > co(hokian-nya, artinya ber-business) gerejo wae"...terjemahan dari Jowo > ini...."Har, > kalau mau cepat kaya, ber-businesslah ngediriin  gereja " >  > Disini (Sydney),juga sedang hangat2-nya , acara co gerejo ini. Yang menjadi > pokok > pemberitaan yah sama seperti kejadiaan dengan gereja Bethany di Indonesia. > Nelikung (melintir) koceknya para jemaah. Membuat sang pastor pendiri > gereja > HillSong, pastor Brian Houston and Co jadi kaya raya. Disini gereja tidak > diwajibkan > bayar tax (pajak) se-peser-pun. Celaka banget para jemaah2 gereja ini, dan > juga gereja > Bethany, yang jemaah2 ini adalah pembayar pajak tapi pastornya yang ngemplang > duit donasi > (per-puluhan) dan hidup  ber-foya2. Jadi bisa dibilang...secara indirect > para jemaah bayar > pajak dua kali, minta ampun deh. >  Kita ketahui  , juga di US ada kejadian gereja ngemplang duit > per-puluhan,seperti gereja > PTL (Praise the Lord). Juga gereja Katolik punya musibah yang lebih ngeri, > yakni pelecehan seksuil > oleh para pastor terhadap anak2 cilik. >  > Koq enak jadi atheis aja ya? > Aku akan kirimkan juga postingan menyusul yang ini yang berjudul....Money > Machine soal sang > pastor Bsrian Houston dari gereja Hill Song di Sydney. > > > > > > > > > > > > SURABAYA (SurabayaPagi) Minggu kemarin (17/2), dua advokat yang menjadi > > kuasa pendiri Gereja Bethany Indonesia, menyusun > bukti-bukti pendukung > > laporan penggelapan dan pencucian uang oleh Pdt. Abraham Alex Tanusaputra > > dan anaknya Pdt. David Aswin Tanusaputra. Bahkan Advokat George dan Ricard > > telah menyusun legal opinion tentang tindak pidana pencucian uang ayah dan > > anak yang kini tinggal di kerajaan Abraham Alex Tanusaputra, di perumahan > > belakang Gereja Bethany Indonesia, Jl. Nginden Intan Timur Surabaya. > > Modus Operandi Pencucian Uang Alex dan Aswin yang telah kami kumpulkan ada > > beberapa cara, Ò' tegas George, usai berdiskusi dengan beberapa professor > > hukum dari Unair dan Jember. Modus pertama, menempatkan uang jemaat > > (placement) ke dalam sistem keuangan seperti deposito, mobil mewah, tanah, > > rumah dan barang antik. Bisnis barang Antik dipusatkan di Bali dan dikelola > > oleh Aswin. Makanya setahun ini, Aswin lebih sering di Bali bersama seorang > > kepercayaannya, Ò' ungkap > George. > > ââPembelian mobil, jelasnya, Alex membeli dua mobil Roll Roice Phantom > > masing-masing seharga Rp 25 miliar. Rolls Roice Phantom yang dimilki Alex, > > di Indonesia hanya ada dua. Yang lain dimiliki oleh Hary Tanusidibyo, > > pemilik MNC TV. Disamping itu juga membeli mobil Rolls Roice tipe > > dibawahnya > > (Silver) dari Andry, AJBS sebesar Rp 5 miliar. Di kerajaannya, juga > > berjejer > > berjenis merek Harlay Dav idson dengan harga persatu minimal Rp 500 juta. > > Jumlahnya ada 50 buah. Mobil lain yang dikoleksi Pdt Abraham Alex ada merek > > Jaguar, Bentley, Land cruise, Ferrary, Lanborghini, Aston Martin, dan > > Mercedes tipe baru. Semuanya ada nomor polisinya. Saya sampai binggung, > > kapan makainya. Apalagi Pdt Alex sudah tua.. apa ini bukan bagian dari > > pencurian uang Ò' kata seorang pengemar mobil mewah yang pernah melihat > > koleksi Pdt Alex di rumahnya. > > > Menurut George, dari beberapa pengurus Gereja yang dihubungi > > menginformasikan Pdt Alex juga melakukan lavering atau heavy soaping. Dalam > > modus ini, ada indikasi memindahkan uang dari satu bank ke bank lain di > > Indonesia dan luar negeri. Terhadap kasus ini, George, sudah mengirim surat > > ke PPATK. Karena kebetulan, ia memiliki kenalan yang bertugas di PPATK. > > Selain itu, Pdt Alex, juga memiliki beberapa perseroan terbatas yang > > memutarkan dana jemaat. Diantara PTnya bernama PT Helmon, yang pengurusnya > > hanya dua orang yaitu Pdt Abraham Alex Tanusaputra dan Pdt David Aswin > > Tanusaputra. PT. Helmon melakukan ikatan jual beli tanah seluas 6.000 m2 > > milik Pemkot yang digunakan Stikosa AWS seharga Rp 6 miliar lebih. > > Dokumen lain yang dikantongi advokat George adalah dana jemaat digunakan > > untuk ivestasi real estate, barang mewah dan perusahaan-perusahaan. > > > Diantaranya lahan di perumahan Citraland, Bali dan Malang. Diantara lahan > > itu ada yang dihibahkan dan dikuasakan Abraham Alex kepada Ptd Yusac. > > George menyatakan bahwa ancaman terhadap pelaku tindak pidana pencucian > > uang > > maksimal 20 tahun dan denda Rp 10 miliar. Selain laporan pidana, ia juga > > membentuk komite penyelamat Gereja Bethany dan gugatan perdata ke > > Pengadilan > > Negeri Surabaya atas seorang notaris digunakan Pdt. Abraham Alex, untuk > > melakukan perubahan Akte Pendirian dengan melanggar hukum. Makanya Akte > > perubahan yang dibuat Akte, tidak diakui kementerian agama. Jadi sampai > > kini > > badan hukum yang sah menurut hukum diakui pemerintah adalah Akte Pendirian > > yang menyebut Pdt Leonard adalah pendiri bersama anak Pdt. Abraham Alex > > yang > > bernama Pdt. Hanna Asti Tanusaputra. > > Tentang organisatoris Gereja Bethany, tambah Ricard, dengan tidak diakuinya > > Akte > Perubahan oleh Kementerian Agama, maka badan-badan yang dibentuk Pdt. > > Abraham Alex, juga tidak sah. Ada kecenderungan Pdt. Abraham Alex ingin > > dikultuskan. Masak pendeta menunjuk dirinya Dewan Rasul dan punya hak veto > > mutlak, Ò' Richard, mempertanyakan. > > Guru-guru atau Pendeta Palsu > > Seorang jemaat Gereja Bethany Indonesia, Minggu pagi menelpon redaksi > > harian > > Surabaya Pagi. Sambil mengutip Firman Al-kitab : Yudas 11-16 yang > > mengatakan > > karena penyampaian surat Yugas merupakan peringatan yang berkobar-kobar > > kepada guru-guru (pendeta) palsu yang masih menyebut diri Kristen Ò' namun > > mengajarkan ajaran sesat, sama seperti Sodom dan gomora dan kota-kota > > sekitarnya, yang dengan cara sama melakukan pencabulan dan mengejar > > kepuasan > > yang tidak wajar, telah menanggung siksa api kekal sebagai peringatan > > kepada > > semua orang (Yugas 7). > > Ditambahkannya, > guru-guru atau pendeta palsu ini tidak mengerti asas-asas > > pokok iman al-kitab (1 timotius 1;4-6) menafis alkitab berdasarkan kehendak > > sendiri (2 Petrus 1; 21) dan menyampaikan firman Tuhan hanya untuk > > memuaskan > > keinginan telinga pendengar demi keuntungan duniawi bukan untuk menyatakan > > kebenaran (1 Tim; 4:3). Kalau kelak tuduhan bahwa Pdt Abraham Alex dan Pdt > > David Aswin terbukti melakukan pencucian uang, maka gelar pendetanya harus > > dicabut. Pencabutannya karena perbuatannya telah menghujat Tuhan Allah, Ò' > > jemaat Bethany ini menyatakan tidak iklas, dirinya memiliki pendeta yang > > menggunakan persepuluhan untuk menumpuk kekayaan dan hidup mewah. >  > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
