JANGAN main-main dengan ucapan talak. Agaknya Wardoyo, 34, tak tahu 
soal itu, sehingga meski bininya sudah pernah ditalak tiga secara lisan, dia 
masih cemburu juga ketika tahu “bekas” istrinya pacaran dengan 
brondong. Tapi meski telah digerebek, polisi tak bisa berbuat apa-apa 
karena Wardoyo sudah tak berhak lagi.
Dalam Islam, tak boleh sembarangan mengucapkan “tak cerai kamu” pada 
istri. Sebab sekali mengucap talak, istri langsung haram dicemplak. Apa 
lagi sampai mengucapkan talak tiga sekaligus, itu makin haram lagi. 
Sebab untuk bisa kembali halalan tayiban wa asyikan, si istri harus 
menikah dulu dengan lelaki. Itu juga tak boleh hanya formalitas. 
Maksudnya, sebagai istri dia harus benar-benar disetubuhi dulu oleh 
suami kedua, baru kemudian dicerai untuk dikawini lagi oleh suaminya 
dulu. Ribet kan?
Agaknya Wardoyo warga Jl. Tambak Wedi, Surabaya ini kurang faham soal begituan. 
Ketika emosi, dia mengucapkan “tak cerai kamu” begitu 
gampangnya kepada istri tercinta Maryani, 28. Padahal dalam hukum Islam, sekali 
kata-kata itu diucapkan, perempuan yang tadinya yaujah (istri), 
tak lagi halal untuk dijamah. Makin celaka lagi, ketika ada tuntutan 
hukum atas istrinya tersebut, polisi tak bisa lagi membantu Wardoyo, 
karena dia sudah kehilangan haknya.
Wardoyo ini memang lelaki tipe pemberang, gampang marah. Kalau 
wayang, dia Prabu Baladewa yang jarang kontrol penyakit bludregnya. Jadi 
sedikit mendengar kata-kata yang tidak enak, langsung naik pitam. Tak 
hanya gebrak meja dan banting kursi, tapi Wardoyo juga royal 
mengeluarkan kata-kata kasar. Nama binatang berkaki empat koleksi Bonbin 
Wonokromo, keluar semua dari mulutnya. “Anjing, babi, celeng….,” begitu kata 
Wardoyo, sampai para hewan itu pun bingung apa salah mereka 
sehingga sampai dibawa-bawa.
Sesabar-sabarnya istri, jika diomeli dengan kata-kata “krama inggil” 
macam begitu, tersinggung juga tentunya. Bapak ibu sendiri yang bikin 
dan membiayai, tak pernah ngomong demikian. Lha ini lelaki lain hanya 
atas nama suami seenak perutnya maki-maki orang. Maka belum lama ini 
Maryani mencoba melawan. Ee, dilawan oleh istri, Wardoyo makin 
tersinggung. “Kamu berani ya? Oke, kamu tak cerai sekarang juga, cerai, 
cerai, cerai…..!” ujar Wardoyo tanpa kendali.
Maryani langsung kembali ke rumah orangtuanya, sehingga sejak 1,5 
tahun lalu suami istri ini sudah pisah rumah. Itu artinya, selama 1,5 
tahun pula sudah terjadi “gencatan senjata” tanpa persetujuan PBB. 
Sebagai lelaki normal masih muda, 18 bulan tanpa aktivitas yang 
signifikan dan asyikan, tentu saja pusing. Sayangnya, setiap Maryani 
disusul diajak pulang tidak mau. Bininya memang sengaja mengembargo 
“Prabu Baladewa” dari Jalan Tambak Wedi ini.
Dalam pada itu, selama jauh dari suami diam-diam Maryani juga 
menjalin hubungan dengan lelaki lain alias PIL. Dia adalah Sodrun, 
lelaki muda umur 23 tahun. Orang sekarang menyebutnya sebagai 
“brondong”. Kata Maryani, brondong satu ini lebih enak dari brondong 
jagung atau ketan. Kalau sedang “berlaga” rasanya renyah, ada manisnya, 
ada gurihnya, mirip popcorn.
Lama-lama Wardoyo mendengar perselingkuhan istrinya. Saat Maryani 
kencan bersama si berondong di Hotel Pasar Bubutan, digerebeklah. Di 
situ ditemukan betapa wanita yang masih dicintainya itu sedang 
disetubuhi oleh PIL-nya. Keduanya lalu digelandang ke Polsek Bubutan. 
Tapi dalam pemeriksaan, Maryani mengaku suaminya pernah mengeluarkan 
talak tiga atas dirinya. Dus karena itu, dia sama sekali tak punya hak 
untuk cemburu dan marah. Polisi bisa menerima alasan ini, sehingga 
pasangan mesum Maryani – Sodrun terpaksa dibebaskan.
Makanya Bleh, sudah ditalak kok mau nyemplak. (SK/Gunarso TS)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke