Justru yg macem gini neh yg ane demen.seeph dah aher demiz.
On Feb 28, 2013 4:15 PM, "itemabu2" <[email protected]> wrote:

> **
>
>
> PKS itu kan partai ulama garong.
>
> On 2/28/13, ttbnice [email protected]> wrote:
> > Sebagai urang Bandung, saya kecewa dengan hasil pilkada Jabar. Apa Jabar
> > kurang cerdas dibanding JAkarta dalam memilih pemimpin? atau yang cerdas
> > cuma ada di Bandung dan sekitar Jakarta? Yang nolong pilkada jabar cuma
> > golputnya banyak.
> >
> > Baru saja Aher terpilih, yang dipilih ternyata kucing garong. Kalo saja
> > nanti SUMUT lebih sukses
> >
> > ========
> >
> >
> http://politik.kompasiana.com/2013/02/24/aher-menang-tempo-mengganjal-531769.html
> >
> > Haendy Busman. Kompasiana
> >
> > Sebelumnya saya ucapkan selamat kepada Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar
> yang
> > telah memenangi perhitungan cepat pilkada Jabar, dengan perolehan suara
> 30
> > persen lebih. Dengan perolehan suara diatas 30 persen maka dipastikan
> Aher
> > dan Demiz terpilih sebagai pemenang satu putaran.
> >
> > Kembali ke judul, besok, majalah Tempo akan mengeluarkan judul berita
> yang
> > menohok cagub petahana. "Runyam Aher, Bank Dibobol" judul yang akan
> memantik
> > kontroversi baru usai pilkada Jabar.
> >
> > Bank Jabar Banten (BJB) berasal dari nasionalisasi salah satu perusahaan
> > milik Belanda yang berkedudukan di Bandung yaitu NV Denis (De Erste
> > Nederlansche Indische Shareholding). Bank ini menjadi sumber petaka dari
> > terseretnya dua perusahaan yang berlokasi di Surabaya dan Sukabumi, dan
> > menurut majalah Tempo dua-duanya berkorelasi tak langsung dengan Ahmad
> > Heryawan sebagai pemegang saham mayoritas Bank Jabar Banten.
> >
> > Informasi ini berasal dari timeline salah satu redaktur Tempo:
> >
> > Tersebutlah PT Cipta Inti Parmindo yang bertempat di Surabaya, dimiliki
> > seorang bernama Yudi Setiawan. Januari 2011, Yudi berkenalan dengan Ahmad
> > Fathanah (AF) dan Elda Adiningrat. Fathanah adalah orang dekat Luthfiah
> > Hasan Ishaaq (LHI) mantan presiden PKS.
> >
> > AF dan LHI kini sudah ditangkap KPK karena kasus suap impor daging sapi,
> > Elda dicekal KPK dan jadi tersangka kasus kasus dugaan penyelewengan
> kredit
> > modal di Bank Bank Jabar
> > Banten (BJB) oleh kejaksaan. AF,LHI dan Elda mengaku kepada Yudi bisa
> > membantu muluskan kredit di BJB.
> >
> > Yudi saat itu ajukan kredit 76M dengan agunan yang sebenarnya meragukan.
> > Aneh bin ajaib, kreditnya malah disetujui 250M oleh BJB. Yudi
> menceritakan
> > kuncinya suksesnya adalah lobi intensif dengan petinggi PKS. Ia misalnya
> > rajin bertemu AF dan LHI. Dalam satu pertemuan LHI bahkan tawarkan kredit
> > hingg 500 M. Dalam pertemuan itu, LHI,AF & yudi rancang dana tambahan
> untuk
> > garap proyek lain senilai 3T di kementerian dan daerah yang dipimpin
> kader
> > PKS. Yudi mengutip Presiden PKS: sekarang saatnya mencari dana untuk
> Pemilu
> > 2014.
> >
> > Kemudian LHI telp gub Jabar sebagai kuasa pegang saham terbesar BJB.
> Bicara
> > ditelpon, Gub Jabar janji temukan Yudi dengan Komisaris BJB untuk
> bicarakan
> > kredit baru tsb. Dari 250M kredit BJB yang cair 100M. Uang dipakai untuk
> > suap "dewa2" penolong. Sebagian bukti transfer+foto2 rapat mereka dimuat
> di
> > majalah Tempo.
> >
> > Sekarang beralih kisah dari sukabumi. PT Alpindo Mitra Baja ajukan kredit
> > 38,7M kepada BJB. Dalam akta kredit, uang akan dipakai sebagai pinjaman
> > kepada karyawan yang bernaung di bawah Koperasi Bina Usaha, anak usaha
> > Alpindo BJB. Tapi ada yang aneh: data gaji karyawan dimarkup, pegawai
> > bergaji 1,2 juta disebut berpenghasilan 3,8 juta. Kinerja perusahaan
> disemir
> > biar bonafid. Uang yang akhirnya cair tak ditransfer kepada karyawan
> > melainkan manajemen koperasi.
> >
> > Sejumlah karyawan memberikan keterangan ON THE RECORD kepada Tempo:
> mereka
> > tak terima uang dalam jumlah semestinya. Ada yang terima utuh, tapi ada
> juga
> > cuma beberapa ratus ribu sebagai uang tutup mulut.
> > Bank Indonesia mengendus kredit ini dan menyimpulkan "Ada masalah dlm
> > penyaluran kredit".
> >
> > Jadi pertanyaan Mengapa pinjaman bisa cair? Sekali lagi, menurut Tempo
> ini
> > permainan para petinggi PKS. PT Alpindo misalnya dimiliki oleh Ayep Zaki,
> > seorang simpatisan PKS. Ayep bersahabat degan Yudi Widiana Adia, anggota
> DPR
> > PKS. Sejumlah pejabat BJB mengeluh kpd Tempo, mereka kerap diintervensi.
> > Ayep sering bawa nama petinggi PKS.
> >
> > "Intervensi" yang paling terasa adalah ketika BJB RUPS luar biasa untuk
> > tentukan direksi. Gub Jabar (kuasa pemegang 38,26% saham) paksakan dua
> nama
> > meski menurut fit&proper tes mereka bukan yang terbaik bagi BJB.
> Perlawanan
> > datang dari para bupati, pemilik saham minoritas di BJB. Herman Sutrisno,
> > Walikota Banjar misalnya mengancam akan tarik dana daerahnya jika kedua
> > kandidat terpilih BJB. Tapi para bupati kalah suara. Keduanya terpilih.
> > Kepada Tempo, Herman memberikan kesaksian yang mengejutkan: salah satu
> > direksi yang dijagokan adalah yang setujui kredit Alpindo.
> >
> > Semua pihak yang dituding dikonfirmasi dan menyangkal cerita Tempo, namun
> > kasus ini sudah masuk KPK. Mari istighfar, wassalam.
> >
> > Demikianlah resensi yang dibuat majalah Tempo untuk mewarnai kemenangan
> > Ahmad Heryawan. Jika dilihat peran Aher hanya dalam bentuk "intervensi"
> > bukan pengambil keputusan, yang dalam hal ini kewenangan dewan direksi,
> > dalam perbankan masalah seperti ini diperlukan kecakapan manajemen yang
> > handal untuk menetralisir dampak, karena BI pasti mengawasi. Lain halnya
> > jika kredit ini memang sengaja dibuat untuk dimacetkan, bermasalah dan
> bakal
> > logistik kepentingan kelompok tertentu.
> >
> > Mungkin dunia sedang jungkir balik
> >
> >
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke