http://www.suarapembaruan.com/News/2005/12/07/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 

"Reshuffle" Hanya Ganti Orang, Bukan Kebijakan

YOGYAKARTA - Peran partai politik (parpol), terutama Partai Golkar, masih 
sangat dominan dalam perombakan (reshuffle) Kabinet Indonesia Bersatu (KIB). 
Sementara tim ekonomi hasil reshuffle benar-benar IMF minded. Dengan demikian 
reshuffle hanya mengganti orang, bukan kebijakan. 

Hal tersebut dikemukakan pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof 
Dr Ichlasul Amal dan Revrisond Baswir, Kepala Pusat Studi Ekonomi Pancasila 
(Pustep) UGM yang ditemui terpisah di Yogyakarta, Selasa (6/12). 

Menurut Sony, panggilan akrab Revrisond, Boediono, yang menggantikan Aburizal 
Bakrie menjadi Menko Perekonomian , adalah orang yang menciptakan konsep 
ekonomi white paper, yang menandai Indonesia masuk dalam post program 
monitoring setelah lepas dari IMF. 

Ketika menjadi Menteri Keuangan, paparnya, Boediono adalah orang yang diam-diam 
memperpanjang kontrak dengan IMF hingga tahun 2007. Sedangkan Sri Mulyani, 
pernah bekerja sebagai Direktur Keuangan IMF untuk Asia, atas tugas dari 
Boediono. 

Melihat dasar ini, lanjut Sony, tidak heran, kalau pasar uang menyambut 
positif, karena permainan dari perusahaan-perusahaan multinasional. 

Kalau tim ekonomi di zaman Aburizal Bakrie menjalankan white paper yang dibuat 
Boediono, maka bisa dikatakan tugas itu dikembalikan pada pembuatnya. 

Komentar Amal, reshuffle terbatas dan minimnya menteri yang diganti itu, hanya 
untuk memenuhi tuntutan masyarakat. Padahal, pos-pos lain, juga perlu 
dipertanyakan. 

Namun Amal tetap berpandangan bahwa presiden harus bisa memanfaatkan ekspektasi 
masyarakat setelah reshuffle ini. Namun meski rupiah sedikit menguat, tantangan 
yang dihadapi tim ekonomi baru, tidak bisa dibilang gampang. Harga-harga yang 
terus membumbung, suku bunga bank yang membubung serta laju inflasi yang sangat 
cepat, tidak mudah diredam."Jangan lantas berharap terlalu besar terhadap 
Boediono, sosok yang profesional dan ramah terhadap pasar," katanya. 

Sony lebih lanjut mengemukakan, masuknya Boediono jelas menggambarkan bahwa 
pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono sama sekali tidak bermaksud mengubah 
corak dan haluan kebijakan ekonominya. "Perombakan KIB sesungguhnya tidak lebih 
dari sekedar perombakan ganti orang, dan masih jauh dari harapan," kata Sony. 

Jika dikaitkan dengan latar tim ekonomi saat ini, Sony kembali mempertanyakan 
di mana letak perbaikan nasib rakyat, karena dengan kerangka ekonomi ala IMF 
itu, perbaikan nasib rakyat hanya dilihat dari tinggi rendahnya kepercayaan 
para investor asing. Sedangkan kepercayaan para investor asing juga tergantung 
pada sejauh mana 

pemerintah berhasil menciptakan lingkungan makro ekonomi yang stabil dan 
kondusif bagi kehadiran mereka. 

Dengan corak ini, perbaikan nasib rakyat tampaknya tidak lagi menjadi tanggung 
jawab langsung pemerintah secara langsung. Pemerintah hanya menciptakan 
lingkungan makro-ekonomi yang stabil dan kondusif bagi mengalirnya investasi 
asing. Dengan kata lain, perbaikan nasib rakyat sangat bergantung pada 
kemurahan hati para investor asing. 

Sony memprediksi, sistem ekonomi akan kembali ke era Boediono saat menjadi 
menteri keuangan yakni akan ada trik memperketat anggaran serta mempertahankan 
suku bunga yang tinggi. Dampaknya, jelas untuk rakyat. Fungsi intermediasi 
perbankan akan macet, meningkatnya kredit macet, deindustrialisasi yang 
berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK). (SKA/W-5) 


Last modified: 7/12/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Life without art & music? Keep the arts alive today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/7zgKlB/dnQLAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke